
Waktu berjalan dengan begitu cepat tampa terasa kini keduanya telah keluar dari hutan dan sudah berada di keramaian kota, rasa enggan pada gadis itu ia ingin selalu mengamati wajah tampan Ming hui,
Namun apalah dayanya yang harus di hentikan oleh perputaran waktu ini, Tampa terasa waktu berjalan begitu cepat, membuat mereka tiba di akhir titik perpisahan, mereka sudah berada di keramaian, dan tentu saja Ming Hui akan membiarkan gadis malang ini kembali ke tempatnya, dengan satu pesan yakni berhati hati saat melewati tempat sepi, karena penjahat bisa saja di mana mana
Ia hanya bisa berharap jika dewa kembali mempertemukannya dengan pria malaikat ini dan tentunya ia akan sangat senang jika itu benar terjadi, ah semoga saja dewa mendengar doa mu nona
"Hmm maaf nona, saya hanya bisa mengantar nona sampai di sini, " Ucap Ming Hui lembut menatap keramaian kota
Mereka sudah sampai, keadaan gadis malang ini tak terlalu buruk, ia yakin gadis ini bisa kembali dengan selamat, ia pasti sangat terpukul dengan kejadian itu
Ming Hui bisa saja mengantarnya sampai ke depan kediaman, namun ia harus memikirkan reputasi gadis malang ini, ia tak ingin terlibat hubungan pelik, dan akhirnya malah menjadi terjerumus dalam kekejaman politik
"Tak apa tuan, tuan telah menyelamatkan nyawa saya, saya berutang nyawa pada anda, terimakasih tuan kuharap kita bisa berjumpa di lain waktu?" Ucap gadis itu tersenyum lembut menatap Ming Hui, ia bergerak pelan ingin membuka jubah Ming Hui yang ada di tubuhnya
Tubuh ini tak bisa di pajang begitu saja, berada di kota dengan pakaian terbuka seperti ini maka hanya akan menyebarkan rumor rumor buruk,
Jika gadis tersandung rumor maka akan sulit bagi mereka untuk menikah, jikapun pada akhirnya bisa menikah hanya bisa menjalani kehidupan yang sulit karena tak di hormati baik dari suami ataupun mertua
"Nona pakaian anda sedikit terbuka nona, meskipun saat ini musim semi sudah datang namun, awal musim semi masih begitu dingin, saya berharap nona sampai tujuan dengan selamat" Ucap Ming Hui pelan,
Yang ia katakan benar, pakaian si gadis udah robek, jubahnya juga sudah tak layak lagi untuk di pakai, lalu?, Tentu saja ia tak bisa melewati kota dengan pakaian yang tidak pantas,
Ming Hui pun mengasihani sang gadis, ia pasti sangat kedinginan, tak memakai alas kaki dan pakaian yang rusak, para bandit tadi benar-benar mempersulitnya
"Terimakasih atas kebaikan hati anda tuan, jika di masa depan kita bertemu kau masih berutang perkenalan pada ku" Ucap sang gadis pelan
__ADS_1
Pria ini, bukan hanya membantunya dari para bandit, ia juga tampan dan penuh perhatian, dalam sesaat perhatian kecil ini membuat si gadis menjadi jatuh hati
"Jika dewa menginginkan tentunya tak akan sulit untuk mempertemukan kita kembali nona, kembalilah dan berhati hatilah" Ucap Ming Hui tersenyum lembut dan lagi lagi itu tak lepas dari perhatian sang gadis muda,
oh tidak tentu ini bukan lah cinta pandang pertama, tidak tidak tidak ada cinta seperti itu, tidak ada,
Oh gadis manis malangnya nasibmu jatuh cinta dengan mahluk sesama jenis,
Ming Hui membalasnya dengan senyuman dan perlahan meninggalkan sang gadis, di antara keramaian,
Hari sudah larut Lin dan lie pasti cemas mencarinya, niat awal hanya ingin menghirup udara segar sebentar malah kebablasan seperti ini, semoga saja kedua gadis itu tak mengomelinya saat kembali,
Ming Hui berjalan santai menuju kediaman Ye, sepanjang jalan ia bersenandung ria,
Tak butuh waktu lama Ming Hui sudah berada di depan gerbang kediaman, dan di sana terlihat lie dan lin sedang berjalan mondar mandir dengan raut wajah yang sulit di artikan
Yang sedari tadi sibuk mencari, jangan lewatkan Omelan yang menyertai mereka, Ming Hui bahkan sampai meringis mendengarnya
"Tuan" Ucap keduanya bersama,
"Tuan kau membuat kami panik saja, kau Taku kami gelas setengah mati, untung saja kami tak mengobrak abrik tempat ini" Ucap Lie sewot,
Sedangkan Ming Hui hanya memutar bola mata malas, ia melangkah pelan memasuki pekarangan kediaman,
Ia baru saja berada di atas tembok dan ia sudah melihat kedua gadis cantik yang sedang kelabakan mencari hal yang sepertinya sangat penting
__ADS_1
Sebagai tuan yang baik tentu saja ia harus menyapa, namun siapa yang menyangka jika ia malah mendapat Omelan dari keduanya
"Dari mana saja anda tuan, kami hampir mati mencari mu, apa kau tau?, Kekaisaran ini adalah tempat asing, bagai mana jika tuan tersesat?, Bagai mana jika ada yang berniat mencelakai tuan" Ucap Lie Lin memutari tubuh mungil tuanya,
Ia masih memastikan jika tak ada luka lecet sedikitpun di tubuh tuanya, jika tidak ibu ratu akan langsung memenggal keduanya, sebagai putri mahkota tubuh sang tuan jelas tak boleh lecet sedikit pun,
Karena alasan itulah langkah Ming Hui bahkan di batasi, setelah tiga tahun berlalu ia tak sanggup lagi, ia tak selalu tak tahan saat melihat lie dan Lin melawan penjahat, tapi dia?, Hanya bisa diam seolah ia adalah kaca tipis yang sangat mudah pecah
"Aku baik baik saja, hanya bermain keluar, mengapa menjadi begitu bersemangat"
"Tuan kau pergi tampa kami, kau sengaja membuat kami sibuk dengan restoran agar melepaskan mu Tampa pengawasan"
"Tuan kemana jubah mu, tuan ku mohon tolonglah jangan membuat maslah, jika anda sakit ibu ratu pasti akan marah besar, ini hanya akan membuat kehidupan kita menjadi semakin sulit, anda tau dengan jelas jika ibu ratu mengatakan begitu banyak hal saat melepaskan kepergian kota waktu lalu, jika kamu gagal maka ibu Ratu tak akan melepaskan kita" Ucap Lie dan Lin mengekori Ming Hui sampai kediamannya
"Lie dan Lin, aku tau ayah dan ibu meminta kalian untuk menjaga ku dan melindungi ku, tapi apakah kalian lupa?, Aku adalah hali bela diri yang kuat, siapa yang bisa menyakiti ku Tampa izin?"
"Maafkan kami tuan, kami hanya terlalu cemas, selama ini tuan selalu membawa kami bermain, namun setelah tiba di kota kekaisaran malah membuat kami begitu sibuk dan mengabaikan kami"
"Sudahlah, jangan terlalu berlebihan, di masa depan jangan lakukan itu lagi, Lie dan Lin aku tau kalian ingin menjaga ku, tapi aku butuh waktu untuk sendiri, kalian mengerti itu kan?"
"Mengerti"
"Baiklah, jika suah mengerti, siapkan makanan dan air mandi, aku sudah berada di hutan sepanjang hari, akan memberikan diri terlebih dahulu sebelum menyantap makanan lezat"
"Mematuhi tuan"
__ADS_1
Kedua pelayan itu segera bergerak meninggalkan kamar untuk mengambil barang yang di butuhkan.