
Jamuan berjalan begitu saja, begitu banyak obrolan yang keluar, saling menujukan kemapuan dan betapa pandainya putra mereka
Persaingan para pejabat bahkan tak jauh berbeda dari ibu ibu sosialita dan pada akhirnya mereka hanya ingin mendapatkan sebuah pengakuan dari publik
Ia ingin semua orang menganggapnya hebat, menganggapnya baik agung dan berwibawa, kehidupan dunia ini memang tak jauh dari hal hal yang berbau pamer
"Bagai mana pendapat Ming Er tentang acara ini?" Tuan tua Ye berucap dengan nada pelan, Ming Hui terlihat menikmati acara yang ada dan juga menikmati segala hidangan,
Sedari awal ia tau jika Ming Hui tak akan membuatnya susah, sebagai orang yang hidup di tengah persaingan istana ia tau dengan baik bagai mana menghadapi orang orang ini,
Di mana ia harus mengatakan kata kata sarkas dan tempatnya berhenti hingga bisa melimpahkan suatu kelahan pada orang lain
"Acaranya cukup bagus, hanya saja para gadis gadis ini begitu lembut, sedikit tak enak di lihat" Ming Hui berucap dengan nada ringan,
Ia akui jamuan ini cukup megah dan sangat menyenangkan, hanya saja sebagai orang yang tumbuh di Padang rumput tarian seperti ini sangat tak bertenaga dan sedikit tak berniat
"Para penari pada rumput lebih berenergi, saat menari mereka akan menari dan merasakan segala kebebasan dunia ini, Sedanagakn gadis gadis kekaisaran Yuan ini bergerak begitu lembut, begitu hati hati, tapi ku akui paman tubuh mereka dan tarian mereka sangat bagus"
"Kau akan di katakan sebagai pria cabul jika ucapan mu sampai di dengar orang lain"
"Aku hanya mengatakan yang sejujurnya" Ming Hui lagi lagi hanya menjawab ringan
Para gadis Padang rumput memang seperti itu, selalu memiliki energi yang kuat dan tubuh yang sehat, jika tidak bagai mana mungkin bisa hidup di sana
"Jika Ming Er merasa bosan Ming Er bisa keluar dan bisa berkeliling jika bosan berada di dalam aula"
"Tak usah paman, kaisar sudah memberikan pertunjukan yang begitu indah dan megah, bagai mana mungkin bisa meninggalkannya begitu saja" Ming Hui menjawab,
Jamuan kali ini kaisar menemani mereka, hanya ada para pria, dan memang cukup aneh, saat ia yang merupakan seorang gadis harus berada di sekitar para pria pria ini
"Kau benar Ming Er, kau sangat tau bagai mana cara menikmati hidup, aku bahkan masih tetap tenang jika tak ada duit dan bahkan masih bisa tersenyum lebar saat bertemu dengan orang yang tak kau sukai"
"Paman, kau terlalu memperhatikan ku" Ming Hui menjawab dengan ringan
Ia tak tau dari mana asal wajah menyebalkan ini, saa ia marah pun orang orang tak akan menganggapnya serius, seumur hidup hanya menjadi gadis yang bersembunyi di balik punggung Seornag pria
"Kau dan ibu mu sama persis, sangat suka membuat kekacauan dan sangat suka menipu" Tuan tua Ye berucap dengan nada pelan,
"Aku adalah anaknya dan tentu saja akan menuruni kemampuannya"
"Kau ini"
"Paman, jamuan ini sudah selesai, lalu mengapa para petinggi masih berbondong bondong ke aula, apakah ada acara lanjutan?"
"Ah, ada rapat dadakan, Ming Er bisa berkeliling melihat lihat"
"Ah baiklah paman jika begitu Ming Er tidak akan menganggu" Ming hui berucap pelan
__ADS_1
Karena paman Ye mengatakan ada rapat mendadak maka ia tak perlu mencari tahu lebih lanjut,
"Aku memiliki kesempatan untuk mencari benda itu, karena memiliki waktu hanya bisa bekerja dengan cepat" Ming Hui bergerak dengan cepat, membuka jubah mewahnya dan segera melesat ke tempat yang akan di tuju
"Sial" Ming Hui berucap dengan nada kesal,
Ia tak menyangka jika istana akan begitu besar bahkan dua kali lipat lebih besar dari istana mereka di Yifan
"Memalukan sekali, Yue dan Lin pasti akan menertawai ku jika hal memalukan ini bisa terjadi"
Ming Hui melesat meninggalkan taman, dengan gerakan hati hati mulai mencari, tumbuhan itu harus di temukan, jika tak di temukan maka harus di cari lebih teliti lagi
"Sial, penjagaan mereka sangat ketat" Ming Hui menghela nafas pelan saat melihat sekelompok prajurit yang berjaga
Saat ini adalah jamuan, istana di jaga lebih ketat dari sebelumnya hal ini bertujuan untuk memastikan jika tak akan ada bahaya yang masuk
"Sial" Ming Hui berucap kesal saat ia ketahuan, pergerakannya di lihat oleh beberapa prajurit dan akhirnya malah kabur
"Di mana dia?" Prajurit berucap saat tak menemui Ming Hui
"Ini adalah kediaman pangeran ke 9, bukan tempat yang bisa kita datangi sesuka hati" Ucap si prajurit dengan nada pelan,
Pangeran sembilan adalah saudara kaisar yang selalu di segani oleh semua orang, ia memiliki jasa yang besar di Medan peran, di masa lalu, putra mahkota (Kaisar saat ini) dan pangeran ke sepuluh sama sama putra kesayangan kaisar, oleh karena itu saat pengangkatan putra mahkota kaisar juga menganugerahkan plakat prajurit Yin yang memiliki kekuatan baja
Hal ini bertujuan untuk menjaga kerajaan, kaisar memiliki banyak putra, Namun yang bisa bertahan sampai dewasa hanya beberapa saja, dari itu kaisar sebelumnya sangat mencintai dan menghargai kedua putranya
Ckrak
Ming Hui menepuk dahinya dengan kesal, ia sudah aman namun malah menginjak ranting dan menarik perhatian orang orang di sini
"Kau, siapa?" Prajurit langsung memasang posisi siap menyerang
"Ah" Ming Hui menjadi blank seketika, ia hanya bisa menyerang beberapa saat dan setelahnya akan mencari celah untuk kabur, ini adalah istana, ia tak bisa berbuat gegabah
Pertarungan tak terelakan terjadi, Ming Hui terus bertarung dan mencari celah untuk kabur, dan benar saja, setelah bertarung selama beberapa waktu ia memiliki kesempatan, karena sudah ketahuan pastinya membuat semua orang waspada, ia belum bisa meninggalkan istana, ia harus mencari tempat untuk bersembunyi
"Jangan bergerak jika tak ingin nyawa mu hilang" Ming Hui meletakan sebuah belati kecil ke leher seorang pria yang berada di bak mandi
"Ayo cari ke sana" Suara prajurit juga masih terdengar begitu jelas, ia tak bisa kabur, hanya bersembunyi beberapa saat
"Kau?" Ming Hui berucap saat menyadari siapa yang sedang ia ancam
"Pria rumah bordir, sejak pertemuan pertama aku tak pernah menyinggung mu, jadi kali ini tolong aku"
"Apa keuntungan yang ku dapat"
"Aku akan membalas Budi mu"
__ADS_1
"Aku tak butuh"
"Aku,... aku akan membawa mu ke tempat yang memiliki gadis yang jauh lebih cantik dan indah dari para gadis di sini"
"Tidak tertarik"
"Kau tak ada pilihan, hanya bisa duduk diam"
"Kau yakin?" Dalam sesaat pria itu sudah mengalihkan keadaan, dan bahkan saat ini Ming Hui sudah masuk ke dalam bak dan menjadi Sandra
"Baiklah baiklah, aku akan melakukan apapun yang kau inginkan?"
"Apapun?"
"Ya"
"Kau yakin?"
"Seorang pria sejati adalah orang yang menepati janjinya" Ming Hui berucap, si pria rumah bordir melepaskannya dengan ringan
"Yang mulia"
"Apa yang terjadi?"
"Seorang penyusup berhasil masuk ke istana apakah anda baik baik saja"
"kau ingin memeriksa ku?"
"Hamba tidak berani" ucap si prajurit san setelahnya segera meninggalkan kamar sang pangeran
"Ahh, sepertinya kau bukan orang sembarangan"
"Aku tak perduli tujuan mu, segera pergi"
"Huh, siapa juga yang mau bersama mu lebih lama" Ming Hui berucap dengan kesal,
"Aku adalah seorang gadis yang murni, dan harus melihat pemandangan seperti ini, meskipun begitu tubuhnya sangat bagus membuat ku.., ahgg Ming Hui apa yang Baru saja kau pikirkan, memalukan sekali" Ming Hui berucap sembari menatap danau
Setelah keluar dari kediaman pangeran ia hanya bisa kembali ke danau agar tuan tua Ye tak kesulitan mencari.
"
"
"Kau"
"Heheh, pria rumah bordir, apa yang kau lakukan di sini?"
__ADS_1
"Bukankah seharunya apa yang kau lakukan?"