Sang Putri

Sang Putri
Dasar nakal


__ADS_3

Keduanya bergerak masuk pada ke dalam hutan, perihal kediaman telah di atur sebelum akhirnya memilih masuk ke dalam hutan, ini adalah jalan alternatif menuju istana, dan tentu saja harus bergerak agar menemukan sedikit petunjuk tentang tumbuhan itu


Lie dan Lin berjalan pelan memasuki hutan untuk menikmati udara nan segar, pemandangan nan menghijau seketika menyambut mereka dan membuat suasana hati menjadi baik dalam sekejap


Mereka berencana meninggalkan kediaman Ye hari ini, kediaman telah di siapkan, dan di bereskan, hanya tinggal menunggu sang tuan kembali dari istana dan setelahnya akan kembali ke kediaman sendiri


Karena memiliki waktu senggang maka mereka akan berkeliling melihat keadaan sebelum pekerjaan datang, tugas ini sebenarnya memang tak terlalu berat, namun perlu kehati agar memasuki istana Tampa di ketahui dan di curigai oleh orang orang


Sebelumnya mereka bertanya mereka sudah bertanya mengapa harus setelah siang, mengapa tak pergi bersama?, tapi?, Huh sudah lah, mereka tak memiliki hak untuk menebak isi pikiran sang tuan, mereka hanya perlu patuh dan menyelesaikan tugas itu dengan baik


Langkah kedua gadis muda ini terhenti saat mendengar suara pertarungan yang berada tak jauh dari mereka,


Pertarungan yang terdengar cukup sengit dan pastinya akan menjadi tontonan yang seru


"Apa kau ingin melihatnya?, akan lebih seru jika di tonton, sepertinya pertarungan cukup sengit dan sangat menarik" Ucap sembari Lin menaikan alisnya,


Awalnya hanya mendengar sebuah suara keributan, namun siapa sangka jika keduanya malah penasaran dan bergerak untuk segera Melihatnya setelah sampai keduanya hanya bisa menatap pertarungan itu dengan malas,


Pertarungan yang sangat tak seimbang, bagai mana mungkin bisa adil saat 1 banding sepuluh seperti ini, dan lihatlah perbedaan dari mereka


Sepuluh pria berpakaian prajurit dan satu pria bangsawan yang dengan tak tau malu main keroyokan dan mengepung pria malang berpakaian lusuh ini


dalam sekejap mereka bisa menebak jika yang sedang di kepung adalah seornag bandit gunung yang mungkin saja bernasib malang,


"Mungkin saja dia bernasib malang hingga bertemu penjaga kota" Ucap lin dengan nada ringan

__ADS_1


"Pengecut, mereka bahkan main keroyokan hanya untuk melumpuhkan seoang bandit, memalukan"


Mereka masih terus menyerang saat si bandit gunung hampir kewalahan, dari manapun si pria bangsawan hanyalah sampah kota yang akan menjadi biang rusuh


"Bagai mana menurut mu?, bukankah ini adalah pertarungan yang cukup menarik?" Ucap Lie pelan, mereka telah mengamati dalam beberapa menit dan hasilnya sudah begitu jelas


Lin hanya menggeleng pelan sembari terus memperhatikan pertarungan di depan matanya, benar benar tak tau malu


"Cukup menarik, mereka itu bahkan begitu berkemampuan, di lihat dalam sekilas kita sudah menemukan pemenangnya" Lin menjawab dengan nada ringan, setelah di amati pria berpakaian bandit itu cukup kasihan


"Kita hanya perlu membantu pria berbaju lusuh itu, lihatlah pertarungan sungguh tak seimbang ini sangat tak menujukan seorang kesatria sejati, jika kita membantu pria lusuh itu kita bisa menggunakan untuk menjalankan rencana dengan mulus" Ucap Lin dengan nada pelan sambil terus memperhatikan mereka


"Mengapa?"


"Ada apa?, kau memiliki pendapat lain" Lin berucap sembari menatap saudaranya ini


"Tidak apa, aku hanya merasa jika orang lusuh itu lebih baik"


"Mengapa kita tidak maju untuk membantu tuan bangsawan itu saja, bukankah itu lebih mudah dan akan menguntungkan kita, setidaknya kita akan lebih mudah untuk menyusuri kota, dan mempermudah kita untuk menjalin koneksi" Ucap Lie pelan,


Di lihat dari manapun tuan muda bangsawan itu akan lebih menguntungkan mereka, namun?, Kenapa Lin malah membalikan keadaan dengan mudah


"Kau tau di dunia ini tak ada perjalanan yang begitu mulus, jikapun ada tentu saja memiliki begitu banyak pengorbanan di balik layar"


"Kau sangat bersikeras memihak pada hal yang tak memberikan untung dan manfaat bagi kita"

__ADS_1


"ada begitu banyak hal yang tak bisa di lihat sekilas saja, kau tau ada begitu mahluk licik di antara para bangsawan itu, aku tak ingin mengambil resiko jika akhirnya kita hanya memanfaatkan kita, lagi pula jika di lihat dari postur wajahnya saja sudah terlihat jika tuan muda bangsawan hanyalah seorang sampah masyarakat, aku tak ingin mengambil resiko lagi pula pria berbaju lusuh itu tidak begitu buruk, Meskipun ia mengunakan pakaian yang begitu jelek namun ia memiliki wajah yang cukup tampan, kemampuannya juga terlihat begitu menjanjikan" Lin berucap dengan nada nan begitu ringan


Begitu banyak hal yang dipertimbangkan, jika salah melangkah maka semua usaha mereka akan menjadi sia sia, dan misi mereka akan menjadi sebuah ilusi, bukan mendapatkan tanaman itu kita malah akan terkurung di penjara


"Bagai mana jika ia tak sesempurna yang kau kira, bagai manapun semuanya harus memiliki sebuah pertimbangan yang baik kan?, ku rasa kau juga tak terlalu bodoh untuk mengerti hal sepele ini" Lie berucap pelan,


Berhubungan dengan para bangsawan mungkin sama dengan berhubungan dengan seekor harimau yang akan memangsa mereka saat lengah, namun berteman dengan bandit sama dengan berteman dengan serigala yang sewaktu waktu bisa saja menjadi alasan sebuah kematian


"Mudah saja, kita bisa membunuhnya jika ternyata ia tidak berguna, lagi pula bersama seseorang bangsawan sangat berbahaya, bagaikan hidup dengan seekor harimau, jika lengah maka mereka akan memakan kita, lihat lah bahkan ia masih cukup tampan saat mengenakan pakaian buruk itu, bayangkan saja jika ia sedikit lebih bersih dan rapi, pasti sangat tampan dan menawan, huh, aku malah membayangkan hal yang tak pantas" Ucap Lin tersenyum lebar


"Hapus air liur mu, kau bahkan mengeluarkan air liur hanya karena menatap bandit kotor itu"


"Ia adalah ketampanan yang sesungguhnya, dia masih begitu tampan saat berada dalam kondisi seperti ini"


"Kau selalu bersikap dingin, namun saat bertemu pria tampan malah menjadi begitu menggelikan" Protes Lie dengan kesal


Lin hanya mahluk yang menyukai ke indahan, ia bahkan juga sangat menghargai ciptaan dewa yang sempurna ini, tetap bersinar meskipun tertutup lumpur hitam, manusia spesies ini tentunya tidak akan merugikan mereka


Manusia seperti ini akan sangat sulit di temukan di seluruh lapisan dunia, hanya ada satu, dan ia tidak akan melepaskannya begitu saja


"Dasar gadis nakal, setiap melihat pria tampan kau selalu saja merona, tuhan mengapa kau berikan aku mahluk mesum ini, saat melihat pria saja air liurnya sudah berjatuhan" Ucap Lie terkekeh pelan,


Ia bahkan tak habis pikir, bisa bisanya Lin mengatakan hal konyol itu, dan bahkan dapat dengan segala ucapan yang begitu masuk akal


"Tentu saja, bukankah dunia ini akan sangat tak seru jika tak di isi mahluk tampan?, Dunia ini luas, begitu banyak hal buruk yang terjadi, dan saat melihat pria tampan aku merasa aku menjadi lebih baik" Lin meraih kain hitam di balik bajunya dan mengikat di wajahnya,

__ADS_1


Setelah keduanya siap lin dan lie langsung ikut dalam pertarungan tak seimbang itu.


__ADS_2