
Para pria kasar ini hanya tau jika mereka akn mendapatkan wanita cantik untuk membuat hati menjadi bangga dan bahagia
Mereka tidak tau jika kecantikan bagai racun, jika salah sedikit maka akan menghancurkan diri sendiri, kecantikan bisa dianggap sebagai anugrah, namun jika di salah langkah maka hanya akan membuat celaka di dalam kehidupan, pepatah mengatakan jika wanita cantik haya sebuah petaka dan bentuk nyata seseorang yang akan menjadi seornag beban bagi orang lain
"Tuan ku mohon, jangan lanjutkan, kita kalah jumlah, tuan aku tak ingin membuat mu terlibat" Bisik si gadis pelan
Saat ini keadaan tidak menguntungkan, mereka kalah jumlah, terlebih pria ini terlihat seperti Seornag tuan muda dari bangsawan,
Bukan ia meremehkan, namun dengan tubuh sekecil ini dan status sebagai bangsawan, ia tak yakin jika pria ini mampu
Saat ini mereka sedang berhadapan dengan bandit, tentu saja harus bersiap dan tau akan kemapuan diri, akan lebih baik jika kabur dari pada malah terjebak lebih dalam
"Nona, kau tetap di sini, jika lelah maka kau bisa menyandarkan dirimu di pohon, jangan takut aku di sini" Bisik Ming Hui dengan nada ringan
Hal yang wajar ia di remehkan ia sudah sangat terbiasa dengan hal itu, jangankan kenag lain, Lie dan Lin pun bahkan terkadang meragukan kemampuan yang ia miliki
Anggap saja ini kejam, namun semua adalah sebuah kenyataan yang ada di depan mata, dengan porsi tubuh kecil seperti ini memang wajar jika ada yang meremehkannya
Namun ia adalah Ming Hui, gadis yang telah berkecimpung di dalam berbagai bentuk pertarungan, mereka hanya sekelompok pecundang sampah masyarakat
"Tuan anda?,... Terimakasih tuan, aku mempercayai mu"
Si gadis berucap dengan nada pelan, saat ini ia tak memiliki pilihan apapun, saat ini hanya ada pria ini dan ia hanya bisa percaya dengan kemampuan yang di miliki pria kecil ini
"Mundurlah, jangan membuka mata mu sampai saya meminta anda membuka mata anda" Ucap Ming Hui pelan, si gadis hanya bisa mengangguk dan segera bergerak mundur membiarkan Ming hui mengatasi ini
"Majulah semua, aku terlalu malas bermain main, jadi maju biar segera berakhir" Ming Hui berucap dengan nada angkuh
__ADS_1
Ia bisa menjadi orang yang baik, namun jangan di tanya bagai mana kesombongan yang ada dalam dirinya
"Sombong sekali, kau bahkan hanya Seornag pria kecil, kami bandit hutan Lao, siapa yang tidak mengenali kami" Para bandit berucap dengan nada mengejek
"Kau begitu bangga menjadi seorang bandit, sangat bangga menjadi orang yang selalu menyebar kerusakan di manapun kalian berada menjijikkan" Ming Hui berucap dengan nada mengejek
"Kau ini pria tapi memiliki mulut yang lebih kejam dari Seorang gadis, para saudara mari kita kalahkan mahluk ini dan mendapatkannya untuk di berikan pada ketua
Pertarungan berjalan dengan begitu menyenangkan, seorang pria tampan melawan lima bandit gunung yang jelek, hanya saja tak perlu merasa kahwatir meskipun hanya seorang gadis muda yang cantik ia memiliki tenaga yang besar jadi jangan coba untuk meremehkan kemampuan Ming Hui,
Ia memang kalah dalam jumlah ia tak kalah dalam kemampuan, dan tentu saja Ming Hui mampu mengatasi bandit bandit itu
"Tak berkemampuan bermulut besar"
"Kau"
"Ini adalah hutan Lao dan menjadi wilayah kami selama bertahun tahun, sejak kapan kau menjadi pemiliknya"
"Sejak aku mengatakannya, jika tidak ingin mati maka pergilah, kali ini kalian ku lepaskan, di masa depan jika berani menganggu atau mengusik orang lain lagi maka jika bertemu aku maka kalian hanya bisa mati"
"Sombong sekali, ketua tak akan membiarkan wilayah ini di kuasai oleh mu"
Setelahnya ia melangkah dengan ringan mendekati si gadis yang bersembunyi di balik pohon itu Ming hui membuka jubah luarnya dan memakaikan pada tubuh gadis itu, menutupi kulit halus seputih susu yang terekspos
Siapa saja akan menjadi khilaf jika melihatnya, tubuh mulus itu bahkan begitu menggoda seakan membakar gairah yang ada dalam tubuh setiap kaum Adam yang melihatnya, dan beruntung Ming Hui tidak,
Meski pandai bertarung jangan lupakan identitas seorang Ming Hui, ia tetaplah seorang gadis bangsawan yang terawat yang tentu saja memiliki kulit yang lembut seperti gadis itu, mana mungkin bisa kalah dari gadis muda ini
__ADS_1
"Terimakasih tuan muda, terimakasih karena telah membantu saja bebas dari bandit bandit gunung itu, terimakasih, aku berhutang Budi pada anda" Ucap gadis itu tersenyum lembut membungkuk beberapa derajat pertanda ungkapan rasa terimakasih yang tulus dan setelahnya kembali mengeratkan jubah Ming Hui yang sudah terpasang indah di tubuhnya,
Ming Hui hanya menganggukkan kepalanya dan tersenyum tipis, Ia Tentunya gadis dari kalangan bangsawan lihat lah sutra dan perhiasan yang ia pakai,
Semua yang di gunakan dan yang ada pada tubuh gadis ini adalah hal yang akan menunjukan identitasnya yang tinggi, gadis malang ini pastinya sangat ketakutan
"Tak apa nona, mari ku antar kembali ke kota" Ucap Ming Hui dengan nada pelan,
Mereka harus segera keluar dari hutan ini, begitu banyak bahaya yang akan datang
Entah itu dari hewan buas ataupun penjahat lain, ini adalah kota kekaisaran, kejahatan ada di mana mana jika tak kuat maka bersiaplah untuk menjadi korban
Melihat ketulusan Ming Hui sang gadis tentu saja tak bisa tak merasa kagum, ia hanya bisa mengangguk kecil dengan wajah yang tertunduk, Ming Hui mempersilahkan agar si gadis melangkah terlebih dahulu setelahnya Ming Hui menyusul dengan langkah ringan
"Saya tak pernah bertemu tuan sebelumnya, apakah tuan pendatang baru?" Ucap sang gadis dengan lembut,
Suaranya terdengar begitu merdu bak seruling yang memberi ketenangan dan ke nyamanan saat dalam hati yang syahdu
Ming Hui mengguk sembari bergumam pelan dan di lanjutkan dengan beberapa bincangkan ringan, sepanjang perjalanan gadis muda itu tak berhenti memperhatikan wajah mempesona milik pria tampan yang menjadi dermawan ini,
Ia selalu mengamati mulai dari kedipan mata deruan nafasnya hingga saat Ming Hui berbicara dengan begitu berwibawa dan sangat merdu di telinganya
"Sungguh sempurna ciptaan mu dewa, aku bahkan tak pernah bermimpi melihat pria seindah ini" Batin sang gadis sambil tersenyum dengan pipi yang merona,
Ia hanya gadis muda yang masih naif melihat pria tampan yang baik hati tentu saja membuatnya menjadi tertarik,
Terlebih sang pria menunjukan karismanya dengan membantunya mengalahkan bandit, siapa yang gila menolak pesona pria seindah ini, pahlawan sangat tampan dan baik serta sopan dan menghormati wanita.
__ADS_1