
"Huh itulah yang sampai saat ini menjadi buah pikir ku, dalam beberapa waktu ke depan kaisar mengadakan sebuah jamuan, paman Ye mengajak ku untuk serta dalam jamuan itu, ini memang terdengar cukup menguntungkan kita bukan, kita memiliki sedikit kesempatan untuk masuk ke dalam istana" Ming Hui seketika menggalau
Ia sangat senang bisa masuk ke istana, dengan demikian langkahnya dan bunga teratai itu sudah semakin dekat, hanya saja keberadaan seorang pria membuatnya sedikit ragu untuk bergerak
Bagai mana ini, ia di tempatkan pada hal yang bahkan tak bisa ia pilih, karena ia tau apapun yang ia pilih pada akhirnya ia akan mengalami sebuah kerugian, dan saja ini membuatnya kesal
"Jika punya kesempatan maka kita sudah semakin dekat tuan, bunga itu ada di istana dan kita akan segera mendapatkannya"
lie berucap dengan ringan, ia tau keraguan sang tuan, hanya saja mereka di lahirkan hanya untuk menjaga Ming hui, dan tanggung jawab itu akan selalu ia tanggung sampai hari kematiannya
Mereka bisa menyelinap ke dalam istana, mencari tau perihal tumbuhan itu, istana begitu besar, Jika meraka menyelinap tak akan ada yang tau
"Namun tentu saja ini tak akan menjadi semudah dan sesederhana itu lie dan Lin ku"
"Nona, hanya menyelinap ke dalam sebuah istana, anda sudah berada di dalam dan kami akan mendorong anda"
"Kita tak tau bagai mana pemerintahan di sini kita tak bisa bertindak sembarangan, kau tau dengan jelas bagai mana kejamnya kehidupan istana"
"Benar"
"Terlebih jika beruntung akan menjadi teman belajar putra mahkota"
"Itu adalah keberuntungan, dengan demi kian kita bisa datang dan pergi sesuka hati"
"Tidak sesederhana itu, saat ini kita tidak sedang membawa diri sendiri, ada keluarga Ye yang harus kita jaga kehormatannya, dan sepertinya kaisar ingin membuat perkara, ia tau dengan jelas jika keluarga Ye tidak memiliki tuan muda bahkan seluruh kekaisaran ini tau, kaisar dengan tak tau malunya datang dan memberikan sebuah undangan, undangan jamuan mewah khusus hanya diberikan untuk mengundang pejabat untuk memperkenalkan siapa penerusnya di masa depan, undangan yang merupakan penghinaan besar bagi keluarga Ye" Ucap Ming Hui sembari menghela nafas pelan,
__ADS_1
Raja begitu sombong dan begitu waspada pada pejabat yang memiliki pengaruh besar, semua orang tau bagai mana kesetiaan yang di miliki tuan Ye, hanya saja keserakahan terhadap harta inilah yang membuat semuanya menjadi berantakan dan bahkan parahnya bisa rusak
"Sepertinya Dewi keberuntungan sedang berpihak pada kita, lihat lah, bahkan kita tak perlu repot, kaisar sendiri yang menarik kita untuk masuk, kami hanya berharap agar tuan mengunakan kesempatan ini sebaik mungkin, kita tak bisa mengomentari pemikiran kaisar, hal yang perlu di lakukan hanyalah masuk dan menemukan bunga itu" Ucap Lin dengan senyuman lebar,
Bukankah ini akan mempermudah mereka, namun kenapa tuan mereka terlihat tak bahagia?, masuk ke istana dan mencari tumbuhan itu, mengambil si tumbuhan dan setelahnya kembali ke Yifan dan kembali bermain bebas dengan identitas yang bebas
pula
"Tentu saja, orang yang datang akan di pilih, siapa yang sial akan menjadi teman belajar putra mahkota, jika sudah menjadi teman belajar maka anda memiliki akses untuk keluar masuk istana tapi sayangnya semua tidak semulus itu bodoh, kehidupan tak akan semulus itu, kita semua tau dengan jelas bagai mana cara kehidupan menipu makhluknya" Ucap Ming Hui yang lagi lagi menghela nafas pelan,
Ia pun sempat berfikir demikian, akan tetapi Ia bahkan tak bisa melakukan rencananya itu, jika sampai terjadi maka hanya membuat resiko besar
Berhubungan baik dengan putra mahkota bukanlah pilihan yang tepat, mereka tak bisa sembrono, jika salah langkah maka keluarga Ye yang akan menanggung resikonya, dan sebagai kponakan yang baik ia tak akan membiarkan keluarga Ye mengalami kerugian hanya karena ambisinya
"Apa yang terjadi?" Ucap Lie dengan penasaran,
Saat bertemu celah malah tak ingin masuk, sebenarnya apa yang sedang terjadi, mengapa semua berputar dengan begitu tak terduga
"Apakah kau pernah mendengar betapa kejinya putra mahkota?" Ming Hui menghela nafas pelan
Putra mahkota begitu menakutkan, ia tak sedang meragukan kemampuan yang ia miliki, hanya saja ia takut jika suatu saat ia lengah dan malah menjadi lelucon bagi semua orang
"Aku pernah mendengar, menurut rumor putra mahkota adalah mahluk menjijikan, menyukai pria dan wanita, ia bahkan menyukai segala bentuk keindahan, kejam dan memiliki hati yang begitu keras" lie berucap pelan,
Seorang pria yang seperti itu bagai mana mungkin menjadi seorang pemimpin, jika itu terjadi maka dapat di katakan rakyat akan mengalami penderitaan yang tak berujung
__ADS_1
"Lalu apa yang akan kita lakukan?" Lin berucap pelan
Ming Hui memang selalu waspada, hanya saja mereka tau dengan jelas jika mereka hanyalah manusia, jika lengah maka akan di rugikan
"Saat ini Kita tak memiliki pilihan hanya bisa memutar otak dan mencari cara lain, aku tak ingin menyeret keluarga Ye dalam masalah, ini masalah ku dan aku akan menghadapinya sendiri, putra mahkota bukan orang yang bisa kita dekati, aku tak akan mengorbankan diriku sendiri hanya untuknya" Ming Hui yang hanya di balas anggukan oleh keduanya, dan setelahnya ketiganya menghela nafas secara bersamaan
Putra mahkota kekaisaran Yuan begitu terkenal di kota ke kekaisaran ini, begitu banyak rumor buruk yang beredar, dan bahkan juga begitu banyak korban yang berjatuhan
Sebagai seorang putra mahkota tentu saja ia memiliki kuasa yang tinggi, ia bisa melakukan apapun yang ia ingin sesuka hati
"Sudahlah, ini benar benar membuat ku menjadi pusing"
"Tuan, jangan mendekat ke putra mahkota, kota tau dengan jelas bagai mana liciknya pria yang memiliki ambisi, dari itu kita akan mencari cara lain, ada begitu banyak penghuni lain di istana, kita hanya bisa mencari target lain"
"Hm, hanya saja para pangeran begitu tertutup, yang sering keluar istana hanyalah putra mahkota angkuh itu" Lie menganggu pelan,
Benar cara masuk ke istana bukan hanya dengan mendekati putra mahkota, kaisar kekaisaran Yuan tentu saja memilik banyak pangeran dan putri, mereka hanya perlu mencari cara untuk mendekati salah satu di antara mereka
"Takdir akan mempertemukan kita, tenaga saja tuan, jika memiliki kemungkinan kami pun tak keberatan untuk mendekati mereka"
"Katakan saja jika kalian sekalian mencari jodoh"
"Tentu saja tidak, jodoh sudah di atur oleh orang tua dan hanya akan di temukan di Yifan"
"Hati hati saja terjebak cinta di sini, aku tak akan bertanggung jawab"
__ADS_1
"Tuan, kau menggoda kami lagi" Dan setelahnya ketiganya tertawa bersama