
Ming Hui dengan ringan melangkah kan kakinya untuk keluar dari kamarnya menuju taman depan kediamannya,
Ia harus menikmati harinya, jangan sampai hari bahagianya berlalu begitu saja, ia sudah melewati banyak hal namun bahkan ia belum berhasil menemukan apa yang ia cari, bunga teratai hitam itu?,
Bahkan belum dapat ia temukan, memikirkan hal itu membuat Ming Hui merasa resah, ia menghela nafas pelan dan perlahan duduk di batu tepi kolam, sesekali ia melempar makanan ikan dan segera di sambar ikan.
'huh, sampai saat ini pun aku belum menemukan ide untuk masuk ke istana ' Ucap Ming Hui menghela nafas pelan,
Ia sudah memikirkan berbagai rencana namun?, Bahkan tak bisa di gunakan, menerobos istana bukan hal yang pantas, terlebih istana yang memang selalu di jaga dengan begitu ketat, namun?,
Selain menerobos bahkan ia tak tau harus melakukan apa, istana kekaisaran bahkan sangat di kenal dengan ke kewaspadaannya, para penyusup bahkan akan segera tertangkap dengan mudah.
"Jangan menyerah, mari berfikir Ming Hui, jangan sampai kepergian mu tak membawa hasil" Ucap Ming Hui pelan sembari berdiri dan bergerak meninggal kan kediaman,
Ia sendiri tak tau harus kemana, ia harus mencari inspirasi, ia harus memikirkan apa yang harus ia lakukan,
Akhirnya ia memacu kudanya ke hutan untuk sekedar berburu, ia merasa tak bahagia hari ini, entah kenapa ia bahkan merasa bosan, dari itu ia ingin keluar,
Sendiri Tampa Lie dan Lin yang cerewet dan menyebalkan itu, ia hanya ingin pergi sendiri, Tampa ingin di ganggu, ia perlu waktu privasi dan perlu ketenangan.
"Apakah para budak sudah di berikan tempat tinggal?" Ucap Ming Hui pelan,
Mereka baru saja membeli budak, tentu saja harus mempertanyakan keadaan mereka, malam itu ia terlalu terburu buru untuk pergi sehingga melupakan tempat si budak miliknya
"Sudah tuan, kami meletakan mereka di toko yang kami beli beberapa hari lalu" Jawab Lie pelan,
Mereka memiliki begitu banyak uang, jelas mereka tak bisa menyimpannya di kediaman ye karena hanya akan membuat kediaman ye di salah pahami,
__ADS_1
Dari itu ia harus mencari tempat yang baik, ia juga harus memastikan jika semuanya aman dan di gunakan dengan baik
"Kalian melangkahi ku?" Ucap Ming hui tak habis pikir, bahkan mereka tak mengatakan hal ini sebelumnya,
Ia adalah tuanya lalu mengapa ia tak tau kapan lie dan Lin membelikan toko?, kapan?, mengapa ia yang terakhir di beri tahu?
"Kami tidak berani Tuan, hanya saja kita memerlukan ini untuk bertahan di kota ini, aku dan Lie berfikir untuk membuka bisnis, kita tak bisa terus mengandalkan keluarga Ye ini, seharunya kita memiliki persiapan bukan" Ucap Lin dengan tenang, ia sudah menduga hal ini dan ia hanya perlu menjelaskan saja,
Mendengar ucapan keduanya hanya bisa menganggukkan kepalanya pelan, keduanya terlalu lugas hingga dengan mudah memutuskan hal yang ingin di lakukan
Ia tak marah sama sekali, keduanya juga bukan Seornag budak, memiliki pendapat dan jalan pemikiran sendiri dan sebagai tuan Ming Hui tak akan menekan mereka dengan kejam
Selain bawahan keduanya adalah keluarganya orang yang telah menemani Ming Hui sedari muda dan tentu saja sudah mengerti apa yang di inginkan antara satu dan lainya
"Kalian benar benar cerdas, lalu bisnis apa yang akan kalian buat?" Ucap Ming Hui dengan rasa penasaran, Toko dan bisnis seperti apa yang sedang di jalani oleh kedua gadis ini?, apakah akan menguntungkan?, apakah ini tak akan menarik perhatian publik,
"Restoran serba ada, masakan khas Padang rumput yang lezat, dengan begitu kita tak akan terlalu sedih jika sewaktu waktu ingat dengan kerajaan Yifan, hal terpenting adalah kita bisa mendapatkan informasi, kita bisa berbisnis dan menjalankan misi dalam satu waktu, kita perlu banyak informasi mengenai teratai hitam itu" Ucap lie dengan senyuman lebar
Mereka hanya memiliki keahlian bertarung selama ini, namun ia yakin jika bersungguh sungguh bisnis akan dapat di jalankan dengan baik
"Kalian memiliki pemikiran yang begitu brilian, memang tak sia sia aku memiliki kalian dan membawa kalian ke kota kekaisaran, restoran adalah tempat untuk pengumpulan berita terbesar" Ming Hui berucap
Mereka memang telah mengumpulkan cukup banyak informasi mengenai teratai hitam itu, namun itu belum cukup, mereka butuh informasi lebih banyak lagi, saat mengetahui banyak hal maka ia akan tau kemana ia akan melangkah dan apa yang akan ia lakukan untuk meminimalisir sebuah kegagalan
"Tentu saja, aku adalah lie yang cantik, selain kuat aku juga sangat pintar, kita juga sudah mendapatkan izin secara resmi" Lie berucap dengan penuh bangga
"Kau ini di puji sedikit saja sudah mau terbang ke langit tinggi"
__ADS_1
"Bukankah itu boleh tuan?, Apa salahnya menjadi berbangga diri"
"Kalian ini, ya sudah lakukan saja seperti yang telah di rencanakan, biarkan para budak itu bekerja di restoran, setidaknya hasil dari bisnis itu bisa menghidupi mereka" Ucap Ming Hui pelan,
Benar ia baru membeli 10 budak, untuk menjadi orang orangnya, ia juga memerlukan banyak uang untuk menghidupi mereka, dan setidaknya toko itu akan menjadi identitas baru mereka
"Terimakasih tuan kau memang tuan terbaik yang pernah ada di dunia ini"
"Dia hanya merayu mu tuan, jangan terjebak dengan bujuk rayu mahluk ini"
"Kau, kau fikir aku apa?, Seenak jidat mengatai ku mahluk, aku adalah manusia, tulen, bukan tiruan apa lagi bahan bajakan"
"Kalian ini selalu saja ribut jika membuka suara"
"Karena Lie begitu membanggakan dirinya"
"Kau yang tak memiliki kemampuan malah menyalahkan ku"
"Tuan, lihatlah dia ini"
"Sudah sudah, jangan terlalu ribut, Lie kau bisa urus mereka sedangkan Lin kau segera siapkan air mandi, tubuh ku terasa sedikit lengket, gunakan uang secukupnya, bagai manapun mencari uang tidak mudah, kita harus berhemat, aku tau kau sangat pandai bernegosiasi" Ucap Ming Hui meletakan mangkuknya dan beralih mengambil gelas dan menuang minuman perlahan
"Mematuhi tuan" Ucap keduanya dan segera bergerak meninggalkan tuan,
Melakukan tugas mereka masing masing, Lie berbakat ke kota untuk mengurus persiapan pembukaan restoran dan Lin mengambilkan air untuk sang tuan mandi
Ming Hui menghela nafas pelan dan membenahi penampilannya
__ADS_1
"Teratai hitam itu, baik lah, aku harus masuk istana terlebih dahulu, aku harus memeriksa keadaan dan setelahnya baru mengatur rencana untuk mencari teratai itu" gumam Ming Hui pelan, ia tak boleh terlena, ingat tujuan utamanya, ingatlah apa yang membawa mereka ke kota kekaisaran ini