
Waktu berlalu begitu saja, dan semuanya bahkan masih berjalan di tempat, masih begitu buntu, mereka tak menemukan jalan dan petunjuk pasti perihal tumbuhan itu
Mereka sudah menghabiskan banyak waktu di sini, dan pencarian malah berujung sia
Sudah terhitung dua minggu ia berada di kota Kekaisaran ini tetu saja sembari menikmati segala keindahan yang tersaji di depan mata mereka,
Awalnya ia begitu percaya diri akan menemukan tumbuhan langka itu, hanya saja ia lupa dengan istilah barang berharga akan di jaga dengan baik oleh pemiliknya, orang lain tentu saja juga mengincar tumbuhan itu
"Tuan, bagai mana langkah kita selanjutnya?" Lie berucap pelan
Pagi sudah menyapa, dan saat ini mereka sedang membantu tuan muda mereka untuk mandi, dan sambil mandi tentu saja bisa mengobrol
"Apa lagi?, kita hanya bisa menyelidiki semua tempat di sini, bagai mana dengan orang yang telah kau sebarkan?" Ming Hui berucap pelan
Lie memiliki bawahan yang cukup berkemapuan, dan penyelidikan mereka tak bisa di anggap remeh
"Bawahan masih mencari nona, beberapa tempat sudah di cari hanya saja tumbuhan itu belum di temukan juga" Lie berucap
Selama 2 Minggu orangnya mencari keberadaan tumbuhan itu, hanya saja sepertinya tumbuhan itu di sembunyikan dengan begitu baik hingga membuat mereka menjadi kesulitan mencari
"Itu adalah hal yang wajar lie, tidak mungkin kita bisa mendapatkan tumbuhan itu dalam waktu sesingkat ini, baru dua Minggu berlalu, dan pencarian yang belum menujukan hasil adalah hal yang wajar" Ming Hui berucap
"Hm, lalu bagai mana rencana tuan selanjutnya, apakah tuan akan melakukan hal lain?"
"Hanya bisa melakukan penyelidikan saat ini, kita belum bisa bergerak karena kota kekaisaran begitu berbahaya, jangan sampai terjebak oleh mereka"
"Hm baiklah"
"Ngomong ngomong, sup buatan Lin sudah tercium, sekarang bantu aku berpakaian, aku ingin menyantap sup kelinci ku"
"Tuan, kau sedang menjadi seorang tuan muda bagai mana bisa kau bersikap imut seperti ini, akan kerepotan jika ada pria yang menyukai mu"
__ADS_1
"Menggelikan, kau fikir aku apa?, jika pria menyukai ku, berati dirinya memiliki kelainan, dan itu bukan salah ku"
"Jadi tuan, berhentilah bersikap terlalu imut"
"Aku hanya sedang mendalami karakter, saat aku di anggap tak berguna oleh orang orang maka mereka tak akan mewaspadai ku, dan aku bisa bergerak dengan bebas, kau ini seperti tak kenal kehidupan bangsawan saja, mereka akan takut jika ada orang yang memiliki kemapuan di atas mereka, dari itu mari berpura pura tidak tau apapun, agar memiliki kehidupan yang aman damai dan sentosa" Ming Hui berucap dnegan nada ringan
Sikap berandalan yang selama beberapa waktu ini ia tunjukan adalah cara agar ia tak di manfaatkan, ia adalah kponakan keluarga Ye keluarga yang berpengaruh,
Orang orang pasti akan menganggapnya lawan mencari waktu menghancurkannya, ia terlalu bosan dengan kehidupan seperti itu, jadi ia ingin terlihat bodoh saja
Jika seseorang melihat kponakan tuan Ye yang bodoh mereka akan menganggap jika ia tak bisa di andalkan, dan keberadaanya tak akan mempengaruhi keluarga Ye
"Hmm, melelahkan sekali, setelah menempuh perjalanan begitu jauh malah begitu sibuk melihat lihat, untung kau datang dengan makanan yang akan mengisi daya ku" Ming Hui berucap dengan penuh semangat
Lin hanya terkekeh pelan sembari menyiapkan alat makan untuk sang tuan
"Tuan ada hal yang ingin ku sampaikan" Lin berucap dnegan ragu, kali ini mungkin ia sudah melewati batas hanya saja ia mencoba melakukan yang terbaik untuk menjaga tuannya
"Katakan saja" Ming Hui yang menyantap sup kelinci hanya menjawab dengan nada ringan
"Maaf sebelumnya jika aku mendahului mu, ku fikir keberadaan kita disini terlalu berbahaya dan kita hanya memiliki beberapa orang bawahan" Ming Hui berucap dengan rasa bersalah,
Ia tau jika dirinya telah melakukan kesalahan, hanya saja demi apapun semua ia lakukan murni hanya untuk menjaga tuan mereka saja
"Lalu?" Ming Hui menjawab dengan singkat,
"Aku mengambil keputusan sendiri untuk membeli budak" Lin masih tertunduk, kesalahannya mungkin tak bisa di maafkan, ia akan dengan senang hati menerimanya
"Berapa orang yang telah kau miliki?" Ming Hui mendongak menatap Lin, gadis ini membeli budak,
Meskipun terdengar tak berguna, namun budak memiliki peran yang cukup penting saat berada di negri orang seperti ini, mereka bisa mengumpul kekuatan untuk melindungi diri, dengan begitu keselamatan akan lebih terjamin,
__ADS_1
Ming Hui tau jika Lin tak akan menghabiskan uangnya hanya untuk membeli orang orang yang tidak berguna, ia yakin Lin susah memilik dengan baik para budak itu
"Sekitar lima puluh pasukan kuat, budak budak yang sudah di berikan racun jantung, jika memiliki khayal untuk berkhianat maka jantungnya akan meledak dengan menyedihkan" Lin berucap pelan
Begini cara mereka mengikat seseorang, para budak adalah manusia, mereka memiliki pemikiran dan keinginan di dalam hati mereka, dan jika ada yang tak setia dan memilih untuk memberontak maka biarkan mereka mati karena ketidak kesetiaannya
"Kau benar benar gadis yang mengerikan Lin, racun jantung adalah bahan yang langka dan kau memberikan mereka?"
"Tuan, beginilah cara kita hidup, manusia memiliki keinginan dan keserakahan, racun jantung akan segera meledak setelah si penderita memiliki pemikiran buruk dan bahkan mereka akan meledak hanya karena berfikir untuk berkhianat" Lin berucap, manusia memiliki sifat serakah, jika tak di hadapi dengan baik maka hanya akan merugikan di masa depan
"Kau ini, benar bisa di andalkan" Ming Hui berucap sembari tersenyum begitu lebar, Lin mengambil budak, ia tak merasa keberatan akan hal itu, ia tau bagai mana Lin dan tau kemampuan yang Lin miliki, ia tak akan mengambil orang secara sembarangan
"Anda tidak marah?" Lin berucap pelan
Bagaimanapun ia hanya Seorang bawahan, kali ini ia sudah melakukan hal yang keterlaluan dengan melakukan hal Tampa sebuah perintah dari sang tuan
"Tidak, sejak kapan aku membatasi pemikiran kalian?, apakah selama ini di mata kalian aku adalah seorang tuan yang kejam" Ming Hui berucap pelan
Selama ini ia tak pernah membatasi pemikiran siapapun, ia bukan tuan yang kejam yang akan tak mau mendengar kritik dan saran dari orang lain ia selalu menghargai pendapat dan pemikiran bawahanya
"Tidak tuan, anda adalah tuan yang sangat baik, yang ada di seluruh dunia" Lin yang salah berbicara hanya bisa menyengir
Selama ini mereka memang tak dibatasi untuk melakukan hal, hanya saja sebagai bawahan tentu saja harus tau diri, saat bawahan melakukan hal tampa instruksi dari sang pemimpin maka itu adalah sebuah kesalahan dan pantas menerima hukuman
"Lin, lie, kalian berdua adalah orang yang sudah berada di sisi ku sedari muda, kalian memiliki pemikiran sendiri dan aku juga tau kalian juga gadis yang cerdas"
"Anda terlalu memuji kami tuan, kecerdasan bawahan tergantung kemapuan sang tuan" Lie dan Lin berucap dnegan nada pelan
"Baiklah, Aku sudah selesai makan, bantu aku mengenakan mantel udara dingin di Yifan bahkan tak seekstrim ini" Selama dua Minggu ini ia memang suka mengeluh dengan udara dingin kota kekaisaran ini
"Tentu saja tuan, kita adalah gadis Padang rumput yang kuat, perubahan cuaca seperti ini tak akan membuat kita gagal bukan?" Lin berucap
__ADS_1
"Tentu saja, hanya saja cuaca ini terlalu ekstrim jika cuaca ini berjalan lama maka kita akan mati membeli di sini"
Perbedaan cuaca di negri Yuan jin dan Yifan benar benar membuat mereka sedikit kewalahan