
Persaingan seperti ini tentu saja sudah sangat biasa di hadapi, pebisnis yang akan menganggap mereka saingan dan akan dengan mudah menyusun siasat untuk mencelakai, ia tak akan membiarkan siapapun menganggu mereka
"Tenang saja tuan, Lie dan Lin adalah gadis cantik yang hebat, identitas kita tak akan terbongkar dan kita tidak akan di rugikan oleh siapapun" Ucap lie dengan nada pelan, setiap kehidupan tak akan indah tampa drama mereka hanya perlu menikmati itu,
Saat memiliki tekad untuk membangun sebuah bisnis maka harus siap dengan sebuah kegagalan, harus bisa menerima betapa kejamnya dunia bisnis
"Aku mempercayai kalian berdua" Ming Hui berucap dengan nada pelan
Selama ini bisnis restoran di urus oleh Lin dan Lie, mereka sudah mengerti banyak hal tentang itu, banyak pesaing yang berbuat licik untuk menjatuhkan
Namun mereka hanya perlu menemui mereka dalam diam dan menghancurkan dengan mudah, mereka bukan orang yang akan diam bila di tindas, mereka hanyalah gadis kasar, menyakiti atau bahkan membunuh bukan hal yang istimewa bagi mereka
"Baiklah tuan, jika tidak ada hal lain Lie dan Lin tak akan menganggu tuan"
"Hm"
Ming hui hanya diam melihat kepergian kedua pelayannya, semua menjadi semakin sibuk akhir akhir ini
"Kakak sepupu"
"Ah nona Ye"
"Kakak sepupu" gadis ye itu tersenyum dengan wajah yang memerah
Seluruh kebidanan ye tau jika nona ketiga keluarga Ye begitu tertarik pada sepupunya, hanya saja sang sepupu sepetinya tak memiliki keinginan untuk itu
"Akhir akhir ini kau terlihat begitu sibuk, dan hari ini aku membuatkan camilan khusus untuk kakak sepupu"
"Adik sepupu, kau terlalu sungkan, karena kau telah berniat baik maka tak sopan jika menolak, terimakasih" Ming Hui berucap pelan, membiarkan pelayan mengambil kue yang di bawa oleh sang adik sepupu
"Kakak sepupu, ayah mengatakan jika kalian akan masuk ke istana dalam beberapa hari kedepan"
"Benar"
"Kakak sepupu, aku hanya mengingatkan mu, meskipun istana itu indah namun harus berhati hati, jangan sampai membuat diri menjadi rugi"
__ADS_1
"Adik sepupu, kau sangat pandai bergosip"
"Ye Lan adalah gadis yang polos dan murni, Ye Lan hanya tak ingin kakak sepupu di rugikan, begitu banyak bahaya, setelah masuk kakak sepupu akan menarik banyak perhatian, dan itu akan membuat orang merasa di saingi oleh keberadaan kakak sepupu"
"Adik sepupu tak perlu kahwatir, aku akan menjaga diriku dengan baik"
"Jika demikian Ye Lan merasa tenang, baiklah, Ye lan tak akan menganggu kakak sepupu"
"Baiklah"
Setelah kepergian Ye Lan Ming Hui menghela nafas pelan, gadis ini
Ia begitu naif dan polos, dari yang ia ucapkan selama ini terlihat dengan jelas jika dia tak memiliki ambisi untuk masuk ke istana
Ini juga lebih baik, kehidupan di istana kekaisaran itu keras, dan ia tak ingin melihat saudaranya berada dalam lingkungan yang kejam itu
Ming Hui menghela nafas pelan sembari mengigit kue yang baru di berikan
"Rasa yang cukup lezat"
Mentari pagi kini telah kembali bersinar di langit biru, dedaunan hijau nampak begitu segar dengan ditemani kritikan embun di pagi hari.
Burung burung bernyanyi dengan ria di iring dengan desiran angin dan gesekan dedaunan yang membuat susana pagi terasa begitu indah
Ming Hui duduk di pinggiran jurang, di dalam hutan bambu yang terletak tak jauh dari kediamannya
Semenjak hari itu ia menetapkan bahwa hutan bambu ini adalah tempat favoritnya, tempat yang akan ia kunjungi saat merasa kesal dan frustasi,
"Ahh aku sampai kapan aku ditempat ini, semua semakin tak jelas, orang orang yang ku sebarkan tak kunjung memberikan tanda tanda untuk mendapatkan petunjuk, huh"
''Tuan kereta anda sudah siap" Ucap Lie yang berada di belakang Ming Hui,
Ming Hui perlahan berdiri, berjalan mendekati Lie yang sedang berdiri tegak,
Hari ini tepat pada bulan Juni dan hari jamuan di istana kekaisaran, karena telah di undang maka ia harus datang,
__ADS_1
Ia harus menemani tuan tua Ye menyelesaikan para pejabat yang suka menggertak itu, melakukan hal yang akan menarik perhatian
Ia akan masuk ke istana namun bukan sebagai teman belajar putra mahkota, ia tak ingin terlibat hubungan apapun dengan orang orang kekaisaran
Jamuan ini akan ia gunakan untuk memasukan orang orangnya ke dalam istana, biarkan mereka mencari dan ia akan mengawasi dari luar
"Tuan, kau yakin kami tak ikut?, Istana begitu berbahaya, jika lengah akan memiliki akibat yang begitu fatal" Ucap Lin, berbisik pelan
Di dalam istana begitu berbahaya, jika di biarkan maka sebuah bahanya akan menghalangi tuan mereka
"Tentu saja, kalian tidak ingin ikut masuk ke istana?"
"Tentu saja ingin, istana kekaisaran begitu berbahaya, aku takut jika hal buruk menghambat rencana anda tuan"
"Kau ini terlalu bersemangat, baiklah jika demi kian kau dan Lin akan ikut, aku ke istana, namun tidak sebagai seorang pelayan ku, kalian masuk sebagai menyelinap beberapa tempat harus di periksa dengan baik, ingat jangan sampai melakukan hal yang ceroboh, kita hanya memiliki kesempatan yang begitu tipis, kita hanya bisa bertaruh dengan keadaan saat ini"
"Anda sudah mengaturnya dengan baik, lalu bagai mana dengan sang putra mahkota?"
"Ia tak akan pernah memilih ku untuk berada di sampingnya, aku tak akan mengorbankan diri ku dengan menjadi teman belajar putra mahkota yang cabul itu"
"Benar tuan, anda harus melepaskan diri dari putra mahkota, mengingat kau yang akan berada dalam bahaya besar membuat kami begitu cemas, putra mahkota seorang pria yang begitu mengerikan, jangan sampai mendekat ke arahnya, karena ia adalah mahluk menjijikan yang menyukai pria ataupun wanita"
Lie berucap, hanya beberapa orang yang mengetahui ini, istana menutupi kebusukan ini dengan begitu baik
Di dalam istana terdapat harem yang begitu mengerikan, ia tak memiliki niat untuk bergabung dengan para pelacur rendahan itu
"Lakukan saja pekerjaan mu dengan baik, pasti ada cara untuk masuk ke istana Tampa harus melibatkan keluarga Ye dan putra mahkota menjijikan itu, banyak cara lain yang bisa di lakukan dan kita hanya mencarinya"
"Kami berharap jika tuan bisa keluar istana dengan keadaan utuh, jangan rugikan diri sendiri, jika terjadi masalah berikan isarat agar kami bisa menyelesaikannya"
"Jangan terlalu berlebihan, mereka tak akan melakukan hal buruk pada ku, aku tak terlalu pintar dan tak akan mungkin terpilih menjadi teman belajar sang putra mahkota"
"Hm baik lah" Ucap Lie dan Lin mengguk pelan,
Keduanya di minta untuk mengawasi beberapa tempat, tak masalah, mereka akan mendengarkan instruksi tuan mereka, dan mereka juga yakin jika keputusan yang di ambil sang tuan sudah tepat.
__ADS_1