Sang Putri

Sang Putri
Ke istana


__ADS_3

Setelah membicarakan beberapa hal ketiganya melangkah menuju gerbang, seperti yang telah di rencanakan


Ming Hui akan berangkat ke istana hari ini, ia tak akan membiarkan tuan Ye di permalukan dengan begitu mudah


Anggap saja ini sebagai balasan untuk keluarga Ye atas kemurahan hatinya menerima mereka dengan baik dan hangat, tuan tua Ye juga begitu menyenangkan jika di ajak berbicara, jujur saja selama berada di kediaman ini Ming Hui sudah belajar banyak


"Tuan sepertinya kita sudah di tunggu oleh semua orang"


"Keluarga ini terlalu baik, meskipun bagus namun ini membuat ku sedikit tak nyaman, setelah aku pergi kalian carilah kediaman atau apapun yang bisa di tinggali, terlalu lama tinggal di kediaman ini juga tidak baik" Bisik Ming Hui sembari terus melangkah untuk segera mendekati orang orang yang telah menunggu mereka


"Baik tuan, lalu bagai mana dengan tugas yang di bicarakan sebelumnya"


"Istana sedang sibuk, dan perjalanan ku juga cukup jauh, kalian bisa melakukan beberapa hal sebelum menyelinap" Ming Hui berucap lagi


Tinggal di kediaman Ye malah menjadi beban berat dalam hidupnya, ia tak ingin merepotkan keluarga Ye lagi ia tak ingin jika suatu saat keluarga Ye terseret salah masalah yang pastinya akan mereka buat


"Tuan, kediaman Ye lebih nyaman, mengapa bersikeras untuk pergi"


"Kita tak bisa melibatkan mereka dalam misi kita, jadi jangan banyak bertanya, lakukan sesuai perintah" Ucap Ming Hui pelan


"Mematuhi" Keduanya berucap bersamaan, jika sang tuan mengatakan mereka harus pindah maka hanya perlu pindah


Kediaman Ye memang indah dan nyaman namun yang di katakan sang tuan adalah kebenaran, jika mereka melakukan kesalahan maka akan menyeret keluarga Ye, lebih baik pergi sebelum Maslaah datang.


Langkah terhenti saat keduanya berada di depan gerbang kediaman keluarga Ye, di depan sana sudah berdiri tuan Ye bersama istri serta para putrinya,

__ADS_1


Tak lupa sebuah kereta kuda yang terlihat sangat mewah, Ming Hui hanya menatapnya dengan malas, mereka hanya melakukan kunjungan ke istana, bukan menikah, mengapa harus semeriah ini


"Paman, Ming Er menyapa paman, maaf telah membuat paman dan semuanya menunggu lama" Ucap Ming Hui berucap sembari menyatukan tanganya dan membungkukkan tubuhnya pelan sebagai salam hormat pada orang yang lebih tua


Keluarga Ye sudah begitu baik kepada mereka, menerima mereka dan bahkan memberikan mereka pelayanan yang sangat baik, Ming Hui bukan orang yang tak tau rasa terimakasih


"Tak perlu sungkan Ming er, kita adalah semua adalah kerabat, jangan terlalu menjaga jarak, ini mungkin akan merepotkan Ming Er, paman berterimakasih atas ke besaran hati Ming er" Ucap tuan tua Ye pelan,


"Paman, masuk ke istana bukan hal yang seberat itu, Ming Er merasa jika paman terlalu melebih lebihkan" Ming Hui berucap pelan, meskipun tidak bersama dengan tuan tua Ye ia akan tetap masuk ke istana


"Kakak sepupu" Suara itu membuat Ming hui beralih untuk menatap ke arah gadis 16 tahun di hadapannya,


Ye Lan lagi?, Gadis yang begitu keras kepala pada perasaanya, karena saat ini Ming Hui menempati kediaman Ye maka ia harus berusaha seramah


"Hari ini anda masuk ke istana, ini adalah pertama kali bagi sepuluh, mungkin akan sedikit gugup, tapi tenanglah aku telah membuatkan kue kering untuk menemani perjalanan sepupu Ming dan ayah, aku akan menjamin jika memakan kue ini gugup yang ada pada sepupu Ming akan menghilang" Ucap Ye Lan dengan wajah merona,


"Terimakasih atas perhatian mu sepupu muda, kue anda terlihat lezat, kami akan menyantapnya saat di perjalan" Ucap Ming Hui yang hanya di balas dengan anggukan antusias dari Ye Lan,


Sedangkan Tuan tua Ye hanya bisa ikut tersenyum, putri kecilnya terlalu nakal, bahkan dengan begitu terang terangan menujukan ketertarikannya


Untung pria yang di inginkan oleh Ye Lan adalah Ming Hui, ia telah melihat kedua permata Yifan itu tumbuh, Ye Lan Tak akan menderita jika suatu saat takdir mempersatukan mereka


"Kau terlalu memuji sepupu Ming, jika demi kian Ye Lan tak akan menganggu perjalanan ayah dan sepupu" Ia tersenyum dengan wajah nan bersemu merah, ia tak menyangka jika ia akan mendapatkan pujian ini dari sang kakak sepupu


Melihat wajah imut Ye Ling Ming Hui tak bisa hanya menahan tawa, namun ia tak tau harus bertindak seperti apa, entah bagai mana perasaanya nanti saat tau jika pria yang sangat ia sukai adalah seornag gadis

__ADS_1


"Baik lah" Ucap tuan tua Ye pelan,


Setelahnya melangkah masuk ke dalam kereta, ia tak ingin membuat sang putri semakin melakukan hal yang memalukan,


Ming Hui adalah seorang putra mahkota dari kerajaan Yifan, dan ia untuk alasan yang tak di ketahui ia tak bisa melepaskan putrinya ke negri yang jauh dari kota kekaisaran


"Berhati hatilah kakak sepupu Ming, saya berharap anda dapat kembali dan bersenang senang" Ucap Ye Lan pelan,


Ming Hui tersenyum lembut sembari menggukan kepalanya pelan, dan setelahnya meneruskan perjalanan menuju kereta, kereta itu perlahan menghilang,


Ye Lan masih diam di tempatnya sembari menatap kereta yang kian menjauh, ia sangat menyukai sikap ramah Ming Hui, lagi pula ini bukan salahnya,


Ia hanyalah gadis naif yang tidak tau apa apa, ia jelas tak akan mampu mengabaikan seorang pria yang bersinar di sisinya,


Pria yang selalu di dambakan oleh orang orang di luaran sana, dan dirinya di beri kesempatan untuk berada di sekitarnya, tentu saja Ye Ling tak akan melepaskannya


"Ah nona muda, nyonya jika tidak ada hal lain lagi, kami pun harus mohon pamit pada kalian semua, beberapa hal yang harus di lakukan, dan terimakasih telah menerima kami di kediaman Ye ini, kami merasa sangat beruntung karena menjadi salah satu tamu kalian" Lie dan Lin membungkuk beberapa derajat sebagai salam hormat pada sang pemilik kediaman


"Kesatria, apa yang anda berdua katakan?"


"Ye Lan" Nyonya Ye berucap dengan nada pelan, putrinya ini masih terlalu polos hingga tak mengerti maksud keduanya


"Baiklah kesatria Lin dan lie, kami hanya bisa berdoa semoga perjalanan dan kalian menyenangkan" Ucap nyonya Ye dengan nada ramah, keduanya adalah gadis yang di bawa oleh Ming Hui, pria yang di cintai oleh putrinya,


Karena sudah berpamitan pasti Ming Hui juga akan berpamitan untuk segera meninggalkan kediaman, sebagai tuan rumah merek atak bisa menghalangi, saat tamu datang mereka telah melakukan tanggung jawab dan telah menyambutnya dengan baik

__ADS_1


"Kami mohon diri" Dan setelahnya benar benar bergerak untuk meninggalkan kediaman Ye nan megah ini


__ADS_2