Sang Putri

Sang Putri
Gadis dan bandit


__ADS_3

Hari beranjak  siang, Ming Hui masih duduk diam di depan jendela,


"Huh benar benar membosankan ternyata, berada di kerjaan lain hanya bisa duduk dan menikmati hidup, andai aku masih di kerajaan Yifan, aku akan menghabiskan waktu dengan berlatih di pelatihan militer, membosankan sekali" Ucap Ming Hui pelan,


"Lie kau sepertinya sedang senggang"


"Tuan, semua masih berjalan dengan baik, selain berhati hati maka hanya diam dan menunggu hasil"


"Karena kau tak terlalu sibuk, akan lebih baik jika kau membantu Lin, sepertinya toko akan sedikit sibuk, dari pada berdiam diri di sini" Ming Hui berucap dengan nada pelan


Ia ingin pergi bermain, tapi tak nyaman jika harus di awasi oleh Lie ini Lie atau Lin adalah gadis yang terlalu cerewet


"Tugas ku adalah menjaga anda tuan, jika lie pergi bagai mana jika hal buruk terjadi pada mu?" Lie berucap dengan cepat


Ia tak akan membiarkan tuanya sendirian, mereka pendatang di kota ini, tak boleh lengah, begitu banyak hal buruk yang akan terjadi"


"Kau ini, terlalu bersemangat menjaga ku"


"Menjaga tuan adalah tugas ku, jika kesalahan terjadi maka Lie tak bisa memaafkan diri"


"Aku bukan tuan muda lemah yang harus di jaga 24 jam Lie, lagi pula aku ingin pergi berburu, kau ke kota lah, temani Lin menyelesaikan pekerjaan"


"Ah baik tuan"


Lie pergi begitu pun dengan Ming Hui yang berjalan untuk meninggalkan kediaman, ia sedang ingin berburu  namun tak ada satupun hewan buruan yang ia dapat kan,


Karena kelelahan ia memilih untuk duduk di pinggiran jurang sambil menikmati keindahan yang ada di kota ini,


Pikirannya melayang memikirkan saudara kembarnya yang terbaring tak berdaya di kerajaannya, teratai hitam itu harus segera di temukan, dengan begitu bisa menyembuhkan saudaranya yang malang


"Tolong"


Suara teriakan datang mengusiknya, ia hanya bisa mengabaikannya,  namun tak begitu lama setelahnya memilih untuk bangkit dari duduknya


"Di kota yang ramai ini masih saja ada kejahatan yang begitu meraja Lela, menyebalkan sekali" ia segera bergerak menuju asal suara

__ADS_1


Ia Menag terlahir sebagai putri nakal, hanya saja ia bukan orang yang tak berperasaan, seorang gadis sudah hampir di rugikan dan ia akan datang untuk menolong dan menjadi seorang pahlawan yang keren


Tak beberapa lama ia melihat seorang garis yang begitu tergesa, ia juga di ikuti oleh beberapa pria berpakaian kumuh, dalam sekali lihat identitas mereka bisa di kenali dengan mudah


"Bandit hutan Lao memang cukup meresahkan, menganggu ku saja" Batinnya pelan


Gadis malang yang berurusan dengan mereka, kematian akan datang dalam sebuah penghinaan yang kejam, di tangan bandit gunung tak akan ada sebuah kematian yang terhormat


Selagi ada yang bisa di ambil maka mereka akan mengambil apapun yang mereka bisa, entah harta atau hasrat mereka yang harus di puaskan oleh mangsa yang bernasib malang


"Hey, nona jangan lari, Menyerahlah, jangan bersikeras, tak akan ada yang datang meskipun kau sudah berteriak sampai hampir mati" Ucap salah satu bandit itu sambil tertawa menjijikan  dan masih terus berlari,


"Benar, kau hanya melakukan hal yang sia sia" para bandit bahkan masih tertawa keras saat mengejar buruannya


Mereka hanya sedang bermain main,


Dan ingin melihat sampai kapan gadis cantik ini bisa bertahan


"Para pria menjijikan, kalian bahkan tak memiliki hak untuk berbicara dengan ku, dan saat ini bahkan dengan sengaja menyakitiku, aku tak akan mengampuni mu" Teriak si gadis


Benarnya ada beberapa sobekan di bajunya dan mengepos kulit mulus seputih susu miliknya, gadis yang begitu malang, karena berurusan dengan para peria menjijikan ini


"Aaaaa" Kakinya tersandung akar pohon ia sudah terlalu lelah dan tak memiliki tenaga untuk berlari lebih jauh lagi,


"Tuan, ku mohon tuhan bantu aku, aku tidak sudi di sentuh oleh orang orang mengerikan ini" Batinnya sembari  memejamkan mata pasrah


Tubuhnya sudah lelah, ia sudah tak bisa bergerak lebih lama, setidaknya ia sudah berusaha dengan tubuhnya yang akan jatuh ke tanah setidaknya ia sudah berusaha untuk melarikan diri,


Jika ia tertangkap mungkin memang dewi keberuntungan tak berpihak padanya,


Setelah menunggu beberapa detik sang gadis tak kunjung merasa jatuh, ia tak merasakan sakit saat tubuhnya menimpa tanah,


Dengan sedikit ragu ia membuka matanya dengan  perlahan, namun yang terjadi di luar dugaannya,


Hal yang pertama kali ia lihat adalah sosok pria tampan dengan hidung mancung mata bulat dan susah di jelaskan pokonya paket komplit deh, ia tersenyum kearah pria malaikat yang membantunya itu,

__ADS_1


Rasanya ia ingin waktu berhenti di sini saja, agar ia puas memandang wajah dan rupawan itu, menatap wajah indah nan sempurna hasil maha karya dewa dewa surgawi


"Kau tidak apa apa nona, apakah kau baik baik saja?, Nona?, Mengapa kau hanya diam nona?" Ucap Ming hui yang membangunkan gadis itu dari  lamunannya,


Ia menggeleng dan perlahan kembali berdiri melepaskan pelukan di leher pria itu, Ming Hui tentu saja melepaskannya dengan begitu lembut,


"Maaf kan saya" Ucapnya dengan nada yang begitu lembut dan jangan lewatkan wajah yang bersemu merah, khas gadis yang senang merasa malu, Ming Hui hanya tersenyum ramah


"Tidak apa nona, apakah nona baik baik saja?, tenang lah, jangan takut"


Ia hanya gelengan pelan ia hanya tersenyum sembari terus menerus mengagumi wajah tampan milik Ming hui


"Hey, siapa kau berani sekali ikut campur urusan kami" Ucap salah satu bandit itu menunjuk Ming hui dengan pedangnya,


"Kalian bandit gunung Lao oh, orang yang katanya begitu bringas, ternyata hanya sekelompok sampah saja"


"Pria kecil, katakan nama dan asal mu, agar di masa depan kau tidak mati penasaran"


"Mengajukan sebuah pertanyaan, itu adalah hak mu, dan tidak menjawab adalah hak ku, pergilah kali ini aku akan melepaskan kalian"


"Dasar sombong, kau hanya mahluk kecil, dengan tubuh seperti ini yakin lah bisa mengalahkan kami, dengan satu gerakan saja dengan mudah melumpuhkan mu"


"Kau yakin?, Jika belum yakin maka dengarkan saran ini, kalian pergi atau setelah hancur baru bisa pergi, aku memberikan kesempatan terserah mau menerima atau tidak"


"Bos jika di lihat lebih jauh bukankah pria ini terlihat jauh lebih cantik dari nona muda mangsa kita?"


"Kau benar benar tau melihat hal yang cantik, tapi ia adalah pria"


"Bos, pemimpin tak akan keberatan, ia adalah pria yang begitu indah, jika kita membawanya ke hadapan bos maka kita akan membuat bos merasa senang"


"Kau benar, hey tuan kecil, kami bisa saja melepaskan nona muda itu, namun kau harus menyerahkan diri mu pada kami"


"Mengapa aku harus mengikuti keinginan kalian?, Aku tak akan mengorbankan diri ku untuk orang lain"


"Jika tidak pergi sekarang maka tak ada lagi kesempatan untuk sebuah penyesalan"

__ADS_1


__ADS_2