
Pagi telah tiba dimana arslan melaksanakan sholat subuh lalu mengatur aisyah kemudian berangkat kerja
"Pagi arslan"
"Pagi juga pak"
"Selamat bekerja yah"
"Iya pak"
"Arslan nanti kita makan siang bareng yuk" Raisa
"Insya allah raisa"
"Iya"
Setelah bekerja seperti biasa delisha menghampiri kantor suaminya, arslan sempet berhayal jika allah mentakdirkan nya mungkin delisha juga seperti itu lalu
"Astaghfirullah waidha qarat alquran jaealna baynak wabayn alladhin la yuminun bialakhirat hijaban mmasturana"
"Arslan kamu kenapa?"
"Gpp"
"Ternyata arslan seorang muslim"
"Emang kenapa dodol"
Terkejutnya semua orang karena sebagian nya dari semua orang hanya ada beberapa yang muslim, setelah jam istirahat
"Arslan!"
"Iya amer?"
"Ini kado nya"
"Oh iya"
"Maaf yah"
"Iya gpp, kamu mau mengikuti agamanya?"
"A-agama siapa?"
"Aku lihat key memeluk agama kristen"
"Arslan boleh aku meminta hadiah darimu?"
"Hadiah apa?"
"Kue ulangtaun, akan aku jawab pertanyaan mu nanti"
"Yaudah yuk aku emang bawa kue buat hadiah kamu"
"Iya"
Arslan memberikan kue nya kepada amerisla dan ternyata
Dan ternyata tak lagi sama, sama dalam aamin namun berbeda dalam doa
Terkadang pertemuan itu tidak harus saling memiliki namun juga berakhir karena tembok yang terlalu tinggi
"Maaf ya arslan aku sudah menipu mu"
"Astaghfirullah aku tidak merasa dibohongi"
"Aku tau kamu laki-laki yang baik tapi ntah mengapa hatiku tetap gelisah"
"Berdoalah kepada Tuhan mu"
"Apa kamu masih mau berteman dengan ku?"
"Iya tentu saja mengapa tidak?"
"Tapi jika memang kamu menjaga pandangannya aku ngerti"
"Iya"
Amerisla menujukan kalung salibnya dan juga Arslan yang memperlihatkan tasbih nya
"Janji kita akan sahabat?"
"Insya Allah"
Delisha melihat kalung yang dipegang amerisla lalu
__ADS_1
"Arslan maaf apa kamu sudah lupa dengan ajaran mu?" Delisha
"Aku tau, tidak baik jika dia mengambil tuhan nya dan tidak baik pula aku menyakiti tuhan nya"
"Lalu?"
"Aku sama amerisla hanya sahabat"
"Kamu tidak menjaga pandanganmu lagi?"
"Mungkin ini yang terakhir aku bersama dia, lagi pula dia udah diikat sama bos tuan muda pemilik perusahaan ini"
"Ka-kamu sudah bertemu key?"
"Sudah, aku pamit dulu assalamu'alaikum"
Arslan meninggal amerisla dan juga delisha lalu
"Arslan bener, gamungkin loh ngambil dia dari tuhan nya dan dia juga ga berhak buat nyakitin keyakinan loh mer" Natali
"Tapi hati gw sakit waktu arslan bilang kaya gitu nat"
"Gw seneng karena loh udah jujur sama arslan,lagian pula dia mau jadi sahabat loh"
"Tapi gw sayang sama arslan" Tedengar oleh delisha
"Astaghfirullah apa arslan tidak mengakui amerisla sebagai calon nya karena amerisla baru jujur soal agamanya" Hati delisha
"Pantas arslan pergi begitu saja, karena kamu telah menyakiti perasaan" Delisha
"Maksud loh?" Natali
"Amerisla baru jujur soal agamanya sedang kan arslan suka orang yang jujur"
"Argghhh perasaan apa ini ya tuhan, gw gabisa ngelepassin arslan"
"Astaga mer loh sadar ga sih posisi loh sekarang udah jadi milik orang lain!"
Delisha meninggal nya lalu pergi
"Dia siapa sih?" Natali
"Itu yang gw ceritain tentang arslan"
"Lah ko bisa dia kesini?"
"Ya mana gw tau, mungkin dia masih sayang sama arslan"
"Gw juga gatau nat, yaudah yuk ah pergi"
"Ini kue buat gw yah"
"Iya"
Setelah dikantor arslan merasa gelisah karena amer baru mengatakan yang sejujurnya, namun arslan tidak berkecil hati karena soal itu
"Arslan"
"I-iya pak?"
"Pak anderas mau bertemu kamu karena kerja kamu bagus"
"Alhamdulillah makasih yah pak"
"Iya, nanti saya dan juga amerisla ada disana"
"Baik pak"
Diruangan anderas ada key, herlambang, natali, amerisla dan
"Selamat pagi" Arslan memasuki ruangannya
"Iya selamat pagi" Pak anderas yang kembalikan badan nya
"Yaallah itukan laki-laki yang aku pernah tabrak mobil nya" Hati arslan
"Astaga!!, jadi kamu orang yang di bicarain sama key??"
"Ayah ada apa?" Amerisla
"A-aayah, ternyata itu ayah nya amer" Hati arslan
"Sayang kamu tau ga, mobil kesayangan kamu tuh sama dia!!"
"Astaga itu kan kado dari key?, loh sempet marah kan mer waktu itu" Natali
"Ma-maaf pak saya ga nyangka bakalan bertemu lagi disini, saya sebenernya sudah ingin mencari nya namu tidak pernah bertemu"
"Alah orang miskin seperti kamu tuh gabakalan pantes tau ga!"
__ADS_1
"Maaf Pak, itu kan kejadian nya sudah lama lagian pula aku sudah beli mobil yang baru" Key
"Tetap saja saya ga suka sama dia!"
"A-ayah udah lah lagian ini urusan kerja masa iya mau disamain sama masalah ayah?"
"Iya amer bener, lagian aku udah maafin kesalahan arslan"Key
"Pak key emang mobil itu beli dimana?, biar saya ganti" Arslan
"HAHA yakin mau diganti?, itu mobil beli nya di Turki mampu emang ke turki?"
"Astaghfirullah pak udah lah" Herlambang
"Sudahlah saya malas ada diruangan ini!" Keluar kantor
"A-arslan maafin ayah aku yah"
"Iya gpp nanti aku ganti"
"Udah lah slan lagian itu mobil udah gw ganti, iya kan sayang" Key
"Hah sayang?,bukan nya itu calon arslan"Hati herlambang
"Arslan aku perlu bicara sama kamu berusaha"Herlambang
" Iya Pak"
Setelah Arslan mengikuti ruangan herlambang
"Jujur sama saya sekarang bukan nya itu calon kamu?"
"Bukan pak, maaf sebelumnya saya sudah boong sama delisha dan juga pak herlambang"
"Itu gapenting, yang kamu harus tau aku setelah pulang ke turki niatnya mau bersilaturahmi malah dikira lamaran"
"Maksud nya?"
"Ya saya terpaksa nikah sama delisha karena abi nya delisha sudah menentukan tanggal pernikahan"
"Lalu mengapa kamu setuju?"
"Abi delisha bilang akan menunggu kamu hari ini tetapi siapapun yang datang lebih awal akan menikahi delisha gimana pun laki-laki itu"
"Ternyata abi delisha sudah menunggu ku tapi aku telat"
"Yah makanya itu saya kaget karena waktu kerumah delisha,,abi sempet salah nama, dikira nya kamu tapi ternyata aku"
"Aku juga bertemu delisha setelah sholat subuh,, dia kasih undangan pernikahan kalian berdua"
"Abi delisha sengaja sudah mempersiapkan nya, itu tadi nya tertulis nama kamu arslan"
"Mungkin sudah takdir abang menikahi delisha, saya belum pantas menjadi suami yang baik"
"Sebenarnya aku sudah memiliki istri di Turki tapi karena abi delisha terus memaksakan aku menikahi nya maka aku terpaksa menikah"
"Astaghfirullah bang, nikah karena paksaan itu tidak benar"
"Makanya itu aku bingung,, istriku sedang hamil dan aku harus pulang keturki"
"Lalu delisha?"
"Aku belum cerita tentang pernikahan aku tetapi jujur aku belum menyentuh nya arslan"
"Kenapa abang ga bilang sama abi delisha jika abang sudah menikah"
"Kamu tau kan delisha langsung memberikan surat undangan itu ke kamu karena abi tau kamu pasti akan sholat dimesjid"
"Apa bhubungan nya sama aku yang sholat dimesjid?"
"Sebenernya abi sudah menunggu mu dari lama Arslan"
"Apa abi menikahi delisha secara cepat supaya aku patah hati dan tidak menikah?"
"Mungkin seperti itu, aku tau kamu masih mencintai delisha"
"Tapi aku belum siap menikah,, delisha pasti memahami pernikahan mu"
"Maksudnya kamu, delisha akan menerimanya menjadi istri kedua?"
"Iya"
"Tapi jujur slan aku gabisa bersentuhan sama delisha,, walaupun delisha berusaha karena sudah menjadi kewajiban nya tapi aku ingat sama istri ku yang disana"
"Jujur aku juga bingung bang"
"Bagaimana jika abi tau, aku takut abi kecewa sama aku"
"Kejujuran tidak akan merugikan orang lain, sebagai abang bisa jujur maka berkata jujur lah"
__ADS_1
Herlambang merasa bersalah dengan pernikahan ini,namun harus bagaimana lagi ini sudah takdir dari allah