
Kewajiban suami-isteri itu adalah membangun rumah tangga bahagia yang sakinah (tenang) dan tenteram, sehingga rumah tangganya betul-betul memenuhi sabda Nabi Muhammad SAW, yaitu “Baitii Jannatii” (Rumah tanggaku adalah surgaku), kedua belah pihak merasa betah dan bahagia di dalamnya. Al-Qur’an Surah Ar-Rum ayat 21
Artinya :Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.
Hadits Nabi SAW :
عَنْ عَبْدِ اللهِ بِنْ مَسْهُوْدٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ لَنَا رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ: يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ مَنِ سْتَطَاعَ مِنْكُمُ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ فَاِنَّهُ اَغَضُّ لِلْبَصَرِ وَاَحْصَنُ لِلْفَرْجِ. وَ مَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ فَاِنَّهُ لَهُ وِجَاءُ (متفق عليه)
Artinya : “Dari Abdullah bin Mas’ud r.a, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda kepada kami: Hai kaum pemuda, apabila diantara kamu kuasa untuk berumah tangga hendaklah ia kawin, sebab kawin itu lebih kuasa untuk menjaga mata dan ********. Dan barang siapa tidak kuasa hendaklah ia berpuasa, sebab puasa itu jadi penjaga baginya.” (HR. Muttafaqun alaihi)
Maka untuk menjaga keutuhan dan mempertahankan rumah tangga itu oleh suami-isteri, keduanya wajib melaksanakan beberapa kewajiban. Secara rinci kewajiban itu diantaranya:
1.Mengetahui dan menyadari tugas, kewajiban, dan kedudukan masing-masing.
2.Saling mempercayai, hormat menghormati, menyayangi satu sama lain, tidak boleh berdusta, mudah cemburu, mudah marah.
3.Bermusyawarah dalam menghadapi soal-soal penting.
4.Bersabar dan rela atas kekurangan dan kelemahan masing-masing.
5.Menghormati orangtua dan saudara-saudara kedua belah pihak.
6.Memimpin anggota keluarga ke jalan yang baik agar mendapat kebahagiaan dunia dan akhirat (kewajiban suami).
7.Memberi nafkah menurut kemampuan (kewajiban suami).
8.Mendidik anggota keluarga (kewajiban suami).
Membina rumah tangga sebaik-baiknya (kewajiban isteri).
9.Mentaati segala perintah suami, kecuali dalam hal melanggar hukum (kewajiban isteri).
Suami-isteri mampu menegakkan nilai-nilai keimanan dan ketaqwaan kepada Allah.
Berdasarkan Keputusan Menteri Agama RI Nomor 3 Tahun 1999 ditetapkan pada tanggal 8 Januari 1999 tentang Gerakan Keluarga Sakinah, pada Bab III Pengertian Keluarga Sakinah, Pasal 3 menyebutkan keluarga sakinah adalah keluarga yang dibina atas perkawinan yang sah, mampu memenuhi hajat hidup spiritual dan material secara layak dan seimbang, diliputi suasana kasih sayang antara anggota keluarga dan lingkungannya dengan selaras, serasi, serta mampu mengamalkan, menghayati dan memperdalam nilai-nilai keimanan, ketaqwaan dan akhlak mulia.dari beberapa uraian yang bersumber dari Al-Qur’an dan Sunnah Rasul Nabi Muhammad SAW serta beberapa aturan yang berlaku yang ada hubungannya dengan judul yang penulis bahas, maka dalam hal ini disarankan kepada kaum muslimin dan muslimat:
1.Marilah dimulai untuk berumah tangga itu dengan niat yang tulus ikhlas mengharap keridhaan Allah karena melaksanakan berumah tangga (perkawinan itu adalah separoh dari melaksanakan perintah agama Islam (sumber: Hadits Nabi Muhammad SAW).
2.Kemudian sesudah itu marilah kita jalankan rumah tangga itu dengan penuh tanggung jawab baik terhadap diri sendiri, keluarga maupun kepada Allah SWT, dalam segala hal lini kehidupan karena suami itu sebagai pemegang amanah yang harus dipertanggungjawabkan dunia dan akhirat.
KUNCI RUMAH TANGGA BAHAGIA ADALAH?
Mewujudkan rumah tangga bahagia adalah tugas sepanjang hidup yang mungkin tidak mudah bagi sebagian pasangan.
1.Komunikasi yang baik adalah fondasi penting dalam rumah tangga harmonis. Komunikasi bukan hanya tentang menyampaikan apa yang Anda inginkan, tapi juga mendengarkan apa yang pasangan Anda butuhkan. Jagalah komunikasi yang terbuka dengan pasangan Anda lewat obrolan-obrolan secara rutin. Bagikan pendapat dan perasaan Anda dalam obrolan ini supaya pasangan Anda bisa memahaminya.
2.Romantisme merupakan faktor penting terciptanya rumah tangga bahagia. Carilah waktu luang untuk berdua saja. Kegiatan ini tidak hanya mampu melepas penat dari semua masalah rumah tangga, tapi juga akan memperkuat perasaan dan komitmen pada satu sama lain.
__ADS_1
Selain itu, Anda dan pasangan juga berhak memiliki waktu untuk diri sendiri. Misalnya, menjalankan hobi atau bertemu teman-teman. Saat kembali bersama pasangan, Anda akan lebih menghargai satu sama lain.
3.Sebagian orang mungkin merasa tidak perlu atau canggung untuk mengungkapkan pada pasangan betapa bersyukurnya Anda memilikinya.Padahal, memberi tahu pasangan bahwa Anda sangat bersyukur atas keberadaannya dan berterima kasih untuk apa yang telah dilakukannya, akan dapat meningkatkan kebahagiaan satu sama lain.
4.Setelah menikah, keluarga pasangan akan menjadi keluarga Anda juga. Sudah barang tentu, Anda perlu menjalin hubungan baik dengan mereka. Sebisa mungkin kenal nama supaya tidak salah saat bertemu mereka.
Anda boleh bertanya kepada pasangan tentang seluruh keluarga besarnya. Mungkin ini bisa jadi topik obrolan menarik saat berdua. Bertanya tentang keluarga pasangan juga tanda Anda peduli dengannya.
Kunci rumah tangga bahagia adalah menjaga komunikasi yang lancar dengan pasangan. Dibutuhkan juga saling terbuka untuk selalu harmonis sampai tua. Semua orang yang telah menikah tentunya ingin memiliki rumah tangga bahagia. Kunci rumah tangga bahagia tentunya harus dilakukan oleh dua belah pihak.
Tips dan Trik Membina Rumah Tangga agar Tetap Akur
Menjaga Komunikasi yang Baik
Jaga Kepercayaan di Dalam Rumah Tangga
Rumah Tangga Harmonis Tanpa Kata-kata Menyinggung
Menyelesaikan Masalah dengan Kepala Dingin
Saling Menguatkan Satu Sama Lain
Selalu Luangkan Waktu untuk Keluarga
Berhenti Saling Membandingkan.
Membina rumah tangga sakinah mawaddah warahmah merupakan dambaan bagi setiap pasangan suami dan istri.
Inilah 9 dosa suami terhadap istrinya:
1.Seorang suami wajib mengajarkan ilmu agama pada istri dan anak-anaknya sebab kewajiban suami adalah memelihara diri dan keluarganya dari pedihnya azab kubur dan siksa api neraka.
Allah berfirman dalam al Qur'an surah At Tahrim ayat 6 artinya
”Hai orang-orang yang beriman peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkannya kepada mereka.”
2.Pada saat berumah tangga sifat cemburu sangat diperlukan. Sifat cemburu dari suami juga bisa menjaga keluarganya dari sifat dan sikap kurang terpuji. Namun cemburu pada pasangannya tidak boleh berlebihan yang membawa perselisihan dan keretakan rumah tangga.
Rasulullah bersabda dalam sebuah hadits yang artinya, ”Ada tiga golongan yaitu Allah tidak akan melihat mereka pada hari kiamat yaitu seseorang yang durhaka kepada orang tua, wanita yang menyerupai lelaki, dan Ad Dayyuts.” (HR An Nasa’i)
3.Tidak memberi nafkah istri
Sebagaimana dalam hadits Rasulullah bersabda yang artinya
”Seseorang cukup dipandang berdosa, bila ia menelantarkan belanja orang yang menjadi tanggung jawabnya.” (HR Abu Daud nomor 1442, Muslim, Ahmad dan Thabrani)
4.Istri yang bekerja untuk suaminya
__ADS_1
Apabila seorang suami tidak bekerja karena malas dan menyerahkan semua kebutuhan ekonomi kepada istri maka suami yang seperti ini akan dilaknat oleh Allah di dunia.
Dalam sebuah hadits Rasulullah bersabda yang artinya
”Tidak akan beruntung suatu kaum yang dipimpin oleh seorang wanita.” (HR Ahmad nomor 19612, Bukhari, Tirmidzi, dan Nasa’i)
Dari hadits tersebut di atas dijelaskan bahwa yang seharusnya memegang penting untuk kelangsungan hidup keluarganya adalah suami.
5.Memilili rasa benci terhadap istri
Rasulullah dalam hadits bersabda yang artinya
”Janganlah seorang suami yang beriman membenci istrinya yang beriman. Jika dia tidak menyukai satu akhlak darinya, dia pasti meridhoi akhlak lain darinya.” (HR Muslim)
Maka suami tidak boleh memiliki perasaan benci kepada istri sebab tidak semua sifat dan sikap yang ada pada istri selalu buruk
6.Tidak mau membantu dalam pekerjaan rumah
Para suami walaupun sebagai kepala rumah tangga dan pemimpin rumah tangga, hendaknya membantu meringankan pekerjaan rumah tangga dari istrinya.
Sebagaimana dalam hadits Riwayat Bukhari artinya
”Rasulullah membantu pekerjaan istrinya, dan jika datang waktu shalat beliau keluar untuk shalat.”
Menyebarluaskan aib istri
Aib seorang istri merupakan aib keluarga, maka tugas keluarga adalah menutup aib tersebut supaya tidak menyebar sampai ke masyarakat.
Apabila seorang suami menyebarluaskan aib istrinya kepada orang lain maka dalam ajaran Islam tidak dibenarkan.Rasulullah bersabda dalam sebuah hadits artinya
”Sesungguhnya diantara orang yang paling buruk kedudukannya di sisi Allah pada hari kiamat adalah seseorang yang menggauli istrinya dan istrinya menggaulinya, kemudian dia menyebarkan rahasia-rahasia istrinya.” (HR Muslim)
8.Menyakiti istri secara fisik
Dijelaskan dalam hadist Rasulullah bersabda yang artinya
”Hendaklah engkau memberinya makan jika engkau makan, memberinya pakaian jika engkau berpakaian, tidak memukul wajah, tidak menjelek-jelekkannya.” (HR Ibnu Majah)
9.Meremehkan kedudukan istri
Diharapkan para suami tidak meremehkan kedudukan istri dalam berumah tangga sebab kedudukan istri adalah ibarat tiang dalam sebuah bangunan yang tidak boleh dirobohkan atau diremehkan.
Apabila dalam keluarga saling membantu, saling menutupi aib keluarga, saling menghargai satu sama lain. Insya Allah akan terbina keluarga sakinah mawaddah warahmah juga berkah
__ADS_1
Untuk kalian yang sudah berumah tangga jangan lupa selalu bersyukur kepada Allah dan untuk para suami, janganlah engkau menyakiti istrimu