
Arslan cukup sedih mendengar hal itu lalu amerisla menghampiri arslan
"A-aku minta maaf arslan"
"Bukan kah kamu sudah memiliki laki-laki lain?, mengapa kamu memfitnah diriku"
"A-aku tidak bermaksud untuk melakukan itu"
"Wanita seperti apa kamu ini tidak cukup satu laki-laki, aku menatap wajahmu bukan berati aku mengenal dirimu aku bahkan tidak tau namamu siapa"
Amerisla merasa terhina dengan ucapan arslan yang seperti itu, amerisla hanya terdiam juga menangis
"Mengapa kamu nangis, puas kah kamu melihat aku betekar?" Emosi arslan
"A-aku minta maaf arslan tapi aku akan berusaha bilang itu cuman bercanda"
"Sudah cukup aku bicara dengan mu untuk apa kamu mebantuku, aku tidak mengenal mu!"
Tanpa melihat wajah amerisla yang menangis arslan sudah mengeluarkan emosinya
"Amerisla loh kenapa?"
"Gw gapp ko"
"Gw tadi liat loh dimarahin sama arslan"
"Gw cuman ngungkapin perasaan gw tapi ternyata arslan udah punya calon"
"Whattttttttttt?, terus loh kenapa nangis"
"Gara-gara gw cewek nya sampe gamau nikah sama dia karena dia udah natap gw"
"Astaga itu cewek baperan amat sih"
"Cewek nya keliatan nya muslim"
"Apa arslan juga muslim?"
"Gw dikatain cewek ga cukup satu laki-laki sama arslan"
"Kurang ngajar!!!, ternyata dia diam-diam hati nya busuk"
Seketika selesai belajar arslan masuk kedalam mobil
"Stopp!!!!" Natali
Arslan keluar dari mobil
"Kenapa?"
"Loh udah bikin nangis sahabat gw!"
"Sahabat yang mana?"
"Loh mikir ga sih tadi ucapan loh bikin amerisla sakit hati!!"
"Apa wanita tadi, astaghfirullah tadi aku ngomong apa yah" Dalam hati
"Kenapa loh diam ajah hah!!!, loh gausah lagi deket sama sahabat gw"
Arslan langsung masuk kedalam mobil lalu pergi
"Arghhhh gw kesel sama dia!"
Seketika diperjalanan arslan mengingat ucapan tadi tetapi tidak mengingat nya dan setelah sampai rumah
"Assalamu'alaikum abi umi"
"Waalaikumsalam" Aisyah
"Kamu udah pulang?"
"Hari ini aku puasa untuk abang dan juga teh delisha jadi aku boleh pulang cepat"
"Masya allah kamu ga perlu puasa untuk abang karena abang gatau jodoh abang"
"Yaudah kamu istirahat semoga malam ini kamu mimpi delisha"
"Aamiiin" Aisyah
__ADS_1
"Abi sebenarnya tadi abang ga sengaja menatap wajah perempuan lain sehingga delisha salah faham"
"Astaghfirullah bang biasanya kan abang jaga pandangan abang" Aisyah
"Ga tau kenapa tadi abang gasengaja natap wajah dia sampe delisha marah"
"Gpp abang, zaman sekarang susah menjaga pandangan jika delisha memang jodoh abang insya allah hari ini bermimpi tentangnya" Umi
"Umi benar abang"
Malam tiba dimana arslan melaksanakan 3sholat yaitu tahajud, taubat, istiqor'oh, dan setelah melaksanakan sholat arslan melihat wajah delisha tetapi tidak melihat kearah arslan, arslan berfikir itu tanda bahwa arslan memang sudah ditakdirkan dengan delisha, pagi subuh arslan berjalan untuk melaksanakan sholat subuh di masjid dan mendengar suara lantunan ayat alquran dari delisha
"Masya allah apa ini yang ditakdirkan allah, cinta abang sama seperti abi bertemu dirumah nya allah"
Setelah melakukan sholat delisha berjalan diperjalanan arslan bediri di depan delisha
"hal tudiyn an tusbihi zawjati?"
"arslan limadha 'ant huna?"
"rubama qadar allah lana , 'uriduk 'an takun zawjati"
Ucapan indah arslan mengucapkan perasaan nya terhadap delisha sudah lama delisha menunggu ucapan itu dari arslan namun
"Maaf arslan mungkin kita belum berjodoh"
"Mengapa delisha apa karena kemarin?"
"Tidak arslan, manusia bisa mempunyai kesalahan dan aku harus memaafkan nya"
"Aku sudah bermimpi tentang mu"
Delisha menangis mendengar perkataan arslan namun delisha tidak bisa berbuat apa-apa
"Mengapa kamu menangis delisha, maaf jika aku belum bisa menjaga pandangan nya dari wanita lain"
"Aku memang beharap kamu menjadi suami ku tetapi teman abi melamar ku semalam dan abi setuju"
"A-apa?"
"Ma-maaf arslan mungkin abi bener kita belum berjodoh, jika saja kamu juga bermimpi tentang ku sejak aku memimpikan mu"
"Tidak apa delisha, maaf tadi aku mengucapkan perasaan ku"
"Assalamu'alaikum" Delisha
Sangat berat melepaskan delisha namun juga tidak berhak untuk memaksakan takdir Allah, arslan terus menangis dan dirumah
"A-assalammualaikum"
"Waalaikumsalam abang kenapa?"Aisyah
"Dimana umi abi"
"Kenapa abang?"
"Ini dari delisha"
Abi melihat surat udangan pernikahan delisha ternyata laki-laki itu teman dekat orangtua delisha, laki-laki itu sempat mengatakan cinta nya namun orang tua delisha tidak mengizinkan nya sebelum laki-laki itu belajar agama diturki mungkin laki-laki itu memang jodoh delisha
"Abi mengenal laki-laki itu sebelum kamu mengenal delisha"
"Iya delisha juga mengatakan itu, delisha dijodohkan"
"A-apa" Hati sedih aisyah
"Aisyah jangan sedih yah mungkin abang belum berjodoh dengan delisha" Umi
"Mungkin abang masih banyak dosa sama allah, makanya abang di uji"
"Apa kah ada hati seseorang yang abang lukai?" Abi
"Mungkin kemarin abang emosi sama wanita"
"Astaghfirullah abang inget yah abi gapernah ajarin abang buat ngelampiasi amarah keorang lain apalagi kecewek!" Abi
__ADS_1
"Abi ko jadi emosi, itu kan ada aisyah yang dengar"Umi
"Coba abang kalau aisyah dibentak sama laki-laki lain, emang abang terima?!"
"M-maaf abi abang kemarin emosi sampe abang gatau mengucapkan kalimat apa"
"Astaghfirullah abang!!" Hati abi yang merasa gagal mendidik arslan
"Sabar abi" Umi
"Yaudah aisyah pergi kekamar dulu yah" Ucap aisyah
"Bilang sama umi kenapa abang bisa ngeluarin amarah"
Arslan menceritakan nya kepada abi dan umi
"Cuman masalah delisha abang tega ngelampiasin hati abang ke perempuan itu?, bahkan abang tidak mengenal siapa namanya astaghfirullah dimana hati nurani abang sebagai laki-laki!!!" Abi
"Itu alesan delisha memilih calon dari ayah nya karena abang tidak bisa menjaga perasaan wanita lain" Umi
"Masih banyak kekurangan abang, abang minta maaf"
"Abi merasa gagal mendidik abang, abi gapernah marah sama umi maupun juga keluarga abi, abi marah kalau anak-anak abi tidak ada yang nurut"
"Dalam islam tidak boleh melampiaskan amarah apalagi terhadap wanita, hati wanita sangat lah lembut jadi mudah menangis"
"Abang akan meminta maaf abi umi"
"Ajak perempuan itu kerumah abi, biar abi yang berbicara"
"A-abi serius?, nanti apa kata orang bi"
"Abang lupa bukan apa yang dikatakan abang?"
"I-iya abi"
"Sebelum abang meminta maaf, ajaklah perempuan itu kerumah"
"Nanti apa kata orang-orang abi"
"Abi bisa menikahi kamu sama dia"
"Abi jangan terlalu keras sama abang, biar nanti umi yang bicara sama perempuan itu, lagian pula kamu sudah melukai hati nya"
"I-iya umi"
Arslan pergi kekamar lalu siap-siao untuk kekampus
"Aisyah" Ucap seorang laki-laki
"Abi itu siapa?" Arslan
"Iya masuk" Abi
"Hallo paham saya teman nya aisyah"
"Kamu cralos yah?"
"Iya paman, apa aisyah sering menceritakan soal aku?"
"Iya" Abi
"Silakan dimakan kurma sama air zamzam"
"Makasih ibu aisyah"
"Lain kali ucapan salam yah!" Arslan
"Em iya ka maaf" Cralos
"Bang inget jaga emosi, jangan lupa pulang dari kampus bawa temen perempuan kamu itu"
"Oh calon istri kk juga masih sekolah dikampus?"
"Tau dari mana saya punya calon?"
"Karena kemarin aisyah berpuasa untuk kk"
"Cralos kk nya aisyah tidak jadi menikah karena calon nya sudah menikah dengan laki-laki lain"
"Harus nya km aisyah lebih jenterlmen menghadapi perempuan"
__ADS_1
"Kamu itu yah!"
"Abang jaga emosi bang" Aisyah