
Arslan berserah diri kepada allah agar semuanya dilancarkan namun apalah daya delisha yang harus bisa menerima nya
"Besok kamu harus siap yah" Abi
"Iya abi"
"Ya sudah aku pamit pulang dulu" Helena
Sungguh berat rasanya menerima keputusan ini tetapi el juga tidak mau ada perceraian dari salah satu istrinya
"Delisha maafkan aku"
"Gapapa mass"
Setelah itu el dan delisha pamit pulang dari rumah abi dan juga umi
"Abang gapapa kan?"Umi
"Ini sudah takdir abang jika harus siap menerima delisha"
"Abi setuju"
"Bagaimana nanti kita bilang nya abi"
"Allah akan selalu ada rencana untuk kita umi"
"Umi benar, maaf ya umi gara-gara abang, umi jadi jelek"
"Suttt gaboleh gitu, anak kiayi juga masih seperti anak biasa yang pasti nya tidak luput dari dosa"
"Assalamu'alaikum abi umi abang" Aisyah
"Waalaikumsalam kamu udah pulang?"
"Alhamdulillah udah"
Aisyah melihat ada yang terjadi sesuatu dirumah ini, keliatan dari wajah mereka yang khawatir tetapi aisyah tidak langsung menanyakan nya
"Abi umi"
"Iya aisyah?"Umi
"Aisyah tadi disekolah ada lomba tes ngaji dan alhamdulillah aisyah juara pertama"
"Alhamdulillah jangn karena juara nya tetapi karena allah"Abi
"Pasti nya abi, emm yaudah aisyah kekamar dulu ya mau bersihkan badan"
"Iya"
Setelah aisyah masuk kekamar
"Alhamdulillah untung aisyah ga curiga" Abi
"Iya abi, kalau aisyah nanya umi bingung harus jawab apa"
"Yaudah nanti setelah sholat magrib kita kerumah risla"
"Mau ngapain?" Arslan
"Kita harus memberitahu nya"
"Bukankan ini cuman keluarga kita saja?" Arslan
"Abang risla kan sudah menjadi bagian keluarga kita" Abi
Ntah perasaan apa yang terjadi pada arslan rasanya sakit jika melukai hati risla
Umi dan juga abi pergi kerumah risla tanpa ditemani aisyah dan juga arslan
"Yaudah kamu sama aisyah yah dirumah" Abi
"Iya lagian aisyah masih dikamar"
"Assalamu'alaikum"
"Waalaikumsalam"
Setelah umi dan abi keluar rumah kemudian aisyah menghampiri arslan
"Ada masalah apa ini bang?"
"A-aisyah kamu udah keluar?"
"Aku sengaja ga keluar rumah biar bisa ngobrol sama abang"
"Ini urusan dewasa kamu gaboleh tau"
"Ayolah bang aisyah liat muka abang sangat lesuh"
"2 hari lagi lamaran abang sama delisha"
"APA! astaghfirullah yang benar?"
"Sutt kamu tuh yah"
"Astaghfirullah ko bisa?"
"Bukannya kamu mau delisha jadi istri abang?"
"Tapi bang ini kan beda lagi sekarang teh delisha sudah menjadi milik oranglain"
"Istri pertama nya ga suka"
"Aku tau abang gasuka sama rencana tunangan ini"
"Kenapa?"
"Karena abang sudah mencintai teh risla"
"Abang belum tau"
"Iiiii punya abang gini amat sih, kalau suka yah perjuangngin!!"
"Udah lah abang ke kamar dulu"
"Pokoknya malam ini abang harus sholat istiqoroh"
"Emm kamu benar juga"
"Iya dong"
"Yaudah nanti malam abang sholat"
__ADS_1
"Bismillah semoga abang bisa dikasih petunjuk sama allah"
"Aamiin"
Setelah itu dirumah risla
"Assalamu'alaikum risla"
"Waalaikumsalam" Membuka pintu
"Eh abi umi mari masuk"
Abi dan umi masuk lalu
"Kamu sibuk ga besok?"Umi
"Em besok aku kerja" Risla
"Alhamdulillah kerja dimana?" Abi
"Ditoko kue abi"
"Alhamdulillah semoga kamu bisa yah"Abi
"Iya abi, Em emangnya umi ada apa besok?"
"Besok hari selasa yah?"
"Iya"
"Yaudah hari rabu kamu bilang ada acara keluarga"
"Emang nya acara apa?"
"Alhamdulillah arslan hari rabu sudah siap melamar" Umi
Bahagia nya hati risla karena arslan sudah siap menerima risla tetapi
"Melamar delisha" Abi
"Apa?" Risla
"Iya risla emm umi sama abi mau menyiapkan lamaran untuk delisha karena arslan"Umi
"Aku sudah tau tentang itu umi"
"Apa arslan menceritakan nya?"
"Bukankah manusia tidak bisa luput dari dosa?"
"Iya"
"Yaudah kami pamit pulang dulu semoga besok kamu berhasil"
"Makasih untuk doa nya"
"Assalamu'alaikum"
"Waalaikumsalam"
Setelah itu hati risla merasa hancur namun harus tetap tegar dan
"Bisa kita bertemu?" Pesan arslan
"Assalamu'alaikum risla" Arslan
Tidak ada jawaban
"Ngapain kamu dikosan risla?" Abi
"Emm emang nya risla kemana?"
"Dia kerja, bukannya kamu juga harus kerja"
"Kerja dimana?"
"Apasih peduli kamu arslan!! ingat yah 2 hari lagi kamu harus lamar delisha" Helena
Abi dan arslan terkejut karena helena sudah ada pagi-pagi
"Ini cincin untuk delisha"
"Aku sudah membelinya"
"Oh bagus!"
"Yaudah abi aku berangkat kerja dulu, assalamu'alaikum"
"Waalaikumsalam"
Setelah beberapa jam risla bekerja sangat keras ditoko kue sehingga bu arni sangat senang
"Alhamdulillah kerja kamu bagus"
"Makasih bu arni"
"Ini kunci nya yah, saya pulang dulu"
"Berati besok saya harus kesini pagi-pagi yah?"
"Iya risla"
"Baik bu"
Bu arni pulang dari tempat kue itu lalu key menghampiri nya
"Bu arni"
"Iya sebentar"
LALU
"Key?"
"Oh jadi loh kerja disini?"
"Mau beli apa pak?"
Tiba-tiba key memegang tangan risla dengan paksa
"Aww key sakit"
__ADS_1
"Itu akibatnya karena loh udah ninggalin gw!"
"Itu sebab nya allah ingin aku jauh dari kamu karena kamu laki-laki yang kasar!"
"Oh berani kamu?"
Key melepaskan jaket risla sehingga tersisa baju bewarna kuning yang terlihat aurat
"Key pergi!"
Tiba-tiba
"Pak ngapain sih?" Arslan
"Apa maksud loh?"
"Dia itu perempuan pak"
"Saya tau dia perempuan!"
"Udahlah pak jangan ganggu dia, lagian pula pacar bpk lebih sexy dibanding dia!"
"Gw baru tau sikap loh slan!" Menampar arslan
"Heh kalau bukan karena arslan loh udah gw"
"Sutt udah pak kita kerja"
"Yaudah saya duluan"
Setelah key pergi dari tempat kue kemudian arslan menyusuli risla
"Risla tunggu!"
"Ris"
"Lepassin gw!"
Arslan terpaksa memegang pipinya risla lalu
"Ka-kamu gapapa kan?"
"Aku gapapa"
"Ma-maaf yah soal percakapan aku yang bikin kamu marah"
"Selamat yah atas pertunangan mu"
"Aku gabisa menolak kemauan orangtua ku"
"Jodoh adalah cerminan hidup, hidup kamu dan delisha sangat dekat dengan allah beda dengan aku"
"Astaghfirullah aku juga bukan manusia yang sempurna"
"Iya"
"Malam ini aku akan melaksanakan sholat istiqoroh"
"Untuk apa?"
"Agar tau siapa jodoh ku"
"Bagaimana caranya"
"Itu rahasia"
Arslan pergi dan hati risla tau bahwa dirinya harus mencari nya sendiri, wanita seperti risla tidak mudah untuk menyerah begitu saja
"Pagi pak" Arslan
"Habis dari mana?" Natali
"Gw habis dari toilet"
"Astagaaa demi apa loh slan" Natali
"Iya dong nat, arslan sekarang beda dari arslan yang dulu"
"Haha gitu dong slan" Key
"Nat asal loh harus tau tadi arslan habis digampar amerisla"
"Loh serius?"
"Tanya aja dia"
"Iya itu karena gw ngebelain pacar loh nat"
"Haha emang key ngapain ketemu amerisla?"
"Cewek gausah tau" Arslan
"Ii arslan loh itu tetep nyebellin!"
"Gw harap loh ga deket-deket lagi sama amerisla" Key
"Lagian amerisla bukan tipe gw" Yang direkam natali
"Haha bagus lah, emang gw udah duga tipe loh pasti bukan amerisla"Natali
" Bodoh banget yah dia"Key
"Udah lah jangan dibahas gw muak" Arslan
"Siap"
Arslan sengaja mengucapkan seperti itu agar risla aman dan dilain itu arslan memberitahu nya tentang sikap arslan di kantor kepada risla
"Iya aku faham" Pesan risla
"Kalau natali atau key ngasih tau sikap aku ke km, aku harap kamu bisa ngerti"
"Iya"
"Alhamdulillah yaudah maaf ya kalau kata-katanya ngebuat kamu ga nyaman"
"Aku faham kamu ingin menjagaku"
"Assalamu'alaikum"
"Waalaikumsalam"
__ADS_1