SANGPENGGODA

SANGPENGGODA
Rasa kecewa abi dan juga umi


__ADS_3

Delisha meninggalkan herlambang dan juga arslan,, lalu herlambang membawa arslan sampai depan pintu


"Gw bakalan ngomong soal ini sama delisha"


"Gimana kalau abi nya delisha tau soal ini"


"Besok kita bakalan rapat keluarga"


"Yaudah, assalamu'alaikum"


"Waalaikumsalam"


Arslan terus memikirkan kejadian tadi sehingga sampe rumah arslan tidak mengucapkan salam karena ini sudah larut malam, arslan duduk disofa lalu


"Assalamu'alaikum abang udah pulang?" Umi


Arslan tidak menjawab salam dari umi, pandangan arslan tetap kosong


"Astaghfirullah arslan" Abi yang menepuk pundak arslan


"Yaallah abi bikin kaget aja"


"Abang lupa kalau kita masih hidup?"


"Astaghfirullah bi kenapa sih udah malem juga"


"Abang lupa ga salaman sama orangtua bahkan tadi umi menghampiri arslan"


Arslan tidak menjawab pertanyaan abi yang langsung masuk kedalam kamar


"Arslan!"


"Arslan buka pintu nya apa harus abi yang dobrak!"


"Astaghfirullah bi ini udah males istighfar"


"Lihat arslan umi, bahkan dia sudah lupa sama kita"


"Arslan tidak lupa sama keluarga nya tapi dia cuman cape"


"Secape-capenya kerja arslan tidak boleh gitu umi"


"Yaudah yu abi kita kekamar biar abang istirahat dulu"


Arslan merasa bahwa dirinya sudah kotor melihat kejadian tadi


"Assalamu'alaikum arslan loh masih mikirin tentang kejadian tadi?" Pesan herlambang


"Yaallah ampunilah dosa-dosaku"


Sesampainya arslan tidur dan terbangun di jam 3,arslan melaksanakan sholat tobat lalu abi menghampiri arslan


"Abi gasuka yah kalau abang kaya gini"


"Maksud abi apa?"


"Abang lupa semalem ga jawab salam dari umi?, bahkan abang ga cium tangan kedua orang tua abang!"


"Astaghfirullah abi maaf, abang kira abi sama umi tidur"


"Dimana sih pemikiran kamu itu!!"


"Ma-maaf abi abang ga sengaja" Mencium kaki abi


"Ada masalah apa sebenarnya bang?"


Arslan memeluk abi sehingga tidak mau lepas dari pelukan nya arslan terus mengatakan bahwa dirinya sudah kotor


"Astaghfirullah abang emang nya abang kenapa" Umi

__ADS_1


"U-umi abang udah berdosa sama delisha"


"Astaghfirullah apa abang ga sengaja melihat muka delisha?"


"Bukan melihat mukanya saja melainkan semuanya umi"


Abi langsung melepaskan abang dari pelukan nya lalu menampar wajah arslan


"Astaghfirullah abang!!, laki-laki macam apa kamu ini"


"A-aabang gasengaja abi"


"Abi malu punya anak seperti kamu!!anak seorang kiayi macam seperti itu astaghfirullah"


"Astaghfirullah abang kenapa abang ngelakuin hal ini?" Umi


"Abang gasengaja umi"


"Hari ini kamu ga perlu kerja kita ketemu sama keluarga delisha"


"Abi delisha kan sudah menikah"


"Umi pasti hati delisha sakit saat laki-laki lain mengetahui semua nya dibandingkan suaminya!"


"Abi sama umi harus tau bahwa bang herlambang belum menyentuh delisha"


"Astaghfirullah arslan kamu ini sudah mempermalukan abi bahkan diri kamu sendiri, kamu yang menjaga pandangan nya namun kamu juga yang menghancurkan nya" Umi


"Abi gasuka bila ada wanita yang ternodai apalagi sama anak abi sendiri, mulai sekarang kita harus pergi kerumah delisha"


"Yaallah maafkanlah aku yang belum bisa menjaga anakku, aku merasa bahwa aku gagal" Abi


"Astaghfirullah abi gaboleh bilang kaya gitu, umi tau abi pasti sakit hati"


"Bukan sakit hati lagi umi, ngeliat kelakuan abang kaya gitu"


Setelah itu abi umi pergi kerumah delisha, disana sudah ada orangtua delisha dan juga suami nya


"Assalamu'alaikum"


"Waalaikumssalam"Jawab semua orang yang ada didalam


Abi langsung mencium kaki sahabat nya yaitu orangtua delisha,, abi merasa malu karena sudah menghancurkan hati delisha


"la 'aerif madha 'aqul asf"


"laqad 'asbah hadha masir dilisha"


"Ma-maaf abi sebenernya herlambang sudah memiliki istri jadi kenapa delisha belum melakukan nya" Delisha melihat wajah abi arslan


"Apa memiliki istri?" Abi arslan


"Iya,, aku telah berdosa karena memaksakan pernikahan antara herlambang dan juga delisha"


"Tidak abi,, jika memang istri pertama herlambang sudah siap menerima kenyataan ini maka delisha akan dibawa keturki"


"Itu tidak perlu karena arslan akan menikahi delisha" Umi


"Iya umi benar,, selama ini mereka sudah menjaga pandangan nya selama 6tahun dan arslan sudah melihat nya"


"Berdosa sekali jika arslan tidak mau bertanggung jawab"


"Tapi herlambang juga sudah mengetahui wajah delisha apalagi pakaian delisha yang kurang pantas"


"Itu karena sudah kewajiban delisha sebagai istri"


"Disisi lain aku sudah menjadi suaminya delisha namun belum menyentuh nya Dan disisi lain seorang laki-laki asing sudah melihat seluruh tubuh dari wanita yang sudah beristri"


"Bukan laki-laki asing tetapi laki-laki yang sudah kamu percaya sehingga arslan langsung masuk kekamar mu untuk membawa ini" Abi yang memperlihatkan nya

__ADS_1


"Astaghfirullah herlambang apa-apan ini!" Abi delisha


"Bukankan seorang suami tidak perlu memakai perlalatan seperti itu walaupun sudah memeiliki istri diluar sana"


"Aku tau aku salah tapi aku juga mau delisha menjadi istri ke dua ku"


"Cobaan apa ini delisha sehingga kamu mempunyai laki-laki yang salah,, abi menyesal sudah menikahi mu dengan laki-laki yang kamu tidak cintai" Abi delisha


"Ini sudah takdir delisha,, delisha rela jika harus menjadi istri kedua"


"Jika delisha mau makah menikahlah dengan arslan" Umi


"Seperti nya arslan dan delisha harus mencari ilmu terlebih dahulu"


"Belajar lagi soal agama"


"Kita kirim mereka ke Universitas Kairo"


"I-itukan di mesir abi"


"Iya,, abi ingin sekali kalian mengulangi pelajaran agama nya"


"Itu percuma abi, karena delisha sudah menjadi milik orang lain"


"Apa harus delisha menutupi dosa-dosa ini yang sudah dilihat laki-laki lain selain suaminya sendiri??


"Manusia tempat nya salah, maka dari itu manusia selalu salah,, tidak ada yang sempurna melainkan allah yang maha sempurna" Arslan


"Arslan benar,, ini sudah takdir delisha lagian pula arslan sudah memiliki calon istri"


"Siapa?"


"Abang siapa itu?"


"Yang sudah memakai baju umi bahkan sudah masuk kerumah umi dan juga abi"


"Amerisla?" abi


"Hah amerisla??" Herlambang


"Iya suamiku,, tapi arslan terhalang oleh Tuhan nya"


"Abang apa itu benar?" Abi


"Aku belum memiliki calon istri,, itu hanya sahabat ku saja lagian pula amerisla itu sudah diikat oleh key"


"Lantas bagaimana delisha kamu masih mau sama Herlambang atau arslan?"


"Walaupun arslan sudah melihat seluruh tubuhku tetapi aku sudah menjadi suami herlambang,, pernikahan itu bukan mainan"


"Abi akan selalu nerima mu ketika kamu siap untuk menikah dengan arslan,, lagian pula herlambang belum memberitau tentang istri keduanya"


"Umi merasa salah jika delisha menolak permintaan abi"


"Delisha butuh waktu untuk menjawab pertanyaan abi maupun umi,, kalaupun istri pertama herlambang tidak menerima delisha, delisha siap untuk diceraikan"


"Masya allah delisha,, arslan pasti mau menjadi istri mu"


Arslan hanya terdiam dan mendengarkan perkataan umi maupun abi,, sudah menjadi kewajiban arslan menebus kesalahan ini


"Aku siap menikahi mu delisha" Arslan


"Alhamdulillah" Abi delisha


"Hari ini aku ingin ajak delisha ke turki jika delisha tidak keindonesia maka istri ku menerimanya"


"Iya,, diterima maupun tidak diterima aku siap menikahi delisha"Arslan


Delisha terseyum tipis karena sesungguhnya delisha ingin secepatnya menikah dengan arslan,, tetapi delisha juga tidak bisa bilang cerai sebelum suami nya yang mengatakan perceraian

__ADS_1


__ADS_2