
Setelah sarapan sore kini mereka pun melaksanakan solat berjama'ah Lalu delisa merasa gelisah karena melihat arslan mecium kening risla
"Kenapa degan ku ini, hatiku terasa sesak melihat mereka berdua" Hati delisha
"Sayang yuk ke kamar" Ucap herlambang
"Iya" Ucap delisha
Herlambang dan delisha pergi kekamar nya dan
"Sayang kamu gapapa mereka nginep disini?" Tanya arslan
"Emang nya kenapa?" Ucap risla
"Ya secara delisha kan"
"Sayang dengerin aku Delisha itu masa lalu kamu dan aku istri kamu, mana ada aku cemburu ngeliat kalian bisa bertemu lagi"
"Pokoknya kamu bilang ya kalo kamu gasuka mereka ada disini"
"Iya ayang, yaudah yuk kita tidur"
"Yuk"
Setelah mereka tertidur pulas kini delisha terbangun untuk mengambil minum
"Huh ini jam berapa"
Mata delisha masih merasa ngantuk sekira nya ini sudah jam 8 pagi
"Oh udah siang"
Kemudian delisha duduk dibangku sambil mata tertidur
Tiba-tiba arslan melihat ada wanita yang sedang duduk di bangku, kemudian arslan memegang rambut wanita itu sehingga wanita itu terbangun
Delisha membuka matanya lalu melirik wajah arslan yang memegang rambut delisha
"A-arslan?"
"Delisha kamu ngapain tidur di kursi"
"A-aku tadi ketiduran"
"Baju kamu sampe basah gini"
"Iya baju aku tadi ketumpahan air minum"
Delisha membuka satu kancing nya didepan arslan Sehingga delisha bediri dan terjatuh
"E-eh kamu gapapa?" Tanya arslan
Posisi mereka kini saling bertatapan sehingga arslan melihat baju kancing delisha yang terbuka, kini arslan memegang tangan delisha dan mencium bibir nya
"Ahh"
******* delisha membuat hasyat arslan terpancing namun
"Astaghfirullah apa-apan ini" Ucap arslan yang melepaskan nya
"Ma-maaf"
Delisha menjauh dari arslan lalu masuk kedalam kamar, arslan duduk sendiri
"Astaghfirullah apa yang aku lakukan tadi, inget slan kamu harus menjaga harsyat kamu dari wanita lain"
Arslan masuk kedalam kamar lalu duduk dan menatap wajah istrinya
Kemudian risla terbangun dan memegang rambut arslan
"Ka-kamu belum tidur?"
"Hei sayang udah bangun?"
"Kamu kenapa bangun?" Tanya risla
"A-aku tadi ngambil air minum"
"Em gitu, ini masih malem ayang"
"Iya yuk tidur"
Arslan memejamkan mata nya namun masih merasakan ******* dari delisha sehingga membuat arslan tidak bisa tertidur
Keesokan paginya mereka akan pergi ke bali bersama, delisha dan arslan saling bertatapan dengan datar
"Nih slan buat lo"Ucap herlambang
"Apa nih?"
"Baju tidur samaan"
"Aduh kamu tuh yah bang ada-ada aja" Ucap risla
"Sekali aja lah yah"
"Iya-iya, yaudah yuk berangkat"
"Aku izin dulu sama orangtua ku"
"Yaudah"
Arslan dan risla menuju rumah umi untuk meminta izin pergi ke Bali
"Assalamu'alaikum umi abi aisyah"
"Waalaikumsalam, eh udah rapih mau kemana?" Tanya abah
"Aku mau pamit pergi ke bali"
"Sama siapa?"
"Sama herlambang dan juga delisha, mereka juga semalam menginap" Ucap risla
"Apa?" Ucap umi
"Iya umi cuman satu kali aja"
"Risla umi perlu bicara sebentar sama kamu"
Lalu risla mengikuti umi kekamar dan
"Risla dengerrin umi, delisha masa lalu arslan dan mereka menjalankan hubungan lebih dari satu taun apa kamu gatau?"
"Aku tau umi, Arslan udah menceritakan nya semua"
"Lalu kenapa kamu izinkan wanita itu masuk dalam hidup arslan"
"Umi delisha itu cuman masa lalu arslan"
"Walaupun itu masa lalu arslan tapi yang namanya cinta itu gaada yang tau, apalagi delisha mengharapkan arslan sebagi suami nya tetapi allah malah mentakdirkan kalian"
"Aku gamau saouzon sama suami aku sendiri"
"Janji yah setelah pergi dari bali kamu gaboleh bawa delisha lagi"
"Iya umi, aku kebali cuman 2 hari"
"Yaudah hati-hati yah"
"Iya"
__ADS_1
Setelah mengobrol dengan umi, risla dan arlan pergi ke bali untuk berbulan madu
"Sayang apa kata umi?" Ucap arslan
"Umi mau setelah pulang dari bali kita punya anak"
"Masya allah amin"
"Tuhkan umi aja ngarepin kita punya anak" Ucap herlambang
"Duh herlambang udah ah cukup"
"Haha bercanda"
Perjalananpun berlangsung selama 1jam50menit , pemandangan yang begitu indah dan juga mewah
"Ini kamar kita ayang" Ucap arslan
"Iya ayang"
"Yaudah yuk mandi berdua"
"Ayok"
Seketika itu arslan dan risla mandi berdua
"Sayang kamu mau punya anak berapa?"
"Aku sih ngikutin kamu aja"
Lalu
"Arslan sama risla dimana yah" Tanya herlambang
"Tadi mereka masuk kamar"
"Yaallah baru juga sampe masa udah digass aja"
Herlambang membuka pintu kamar arslan dan risla
"Hei"
"Astaghfirullah" Ucap arslan
"Lo enak-enakan ya baru juga kita nyampe"
"Ya lo kalo mau ikutan dong sama delisha"
"Dih gw ga kaya lo ya"
"Yaudah sana-sana ganggu aja"
Herlambang pergi dari kamar mereka berdua sehingga delisha mendengar keromantisan nya
"Kamu kenapa?"
"Em gapapa abi"
"Yaudah yuk kita makan"
"Iya ayang"
Delisha merasa iri karena orang yang dicintai nya menikahhi wanita lain, mesti delisha tau itu sudah menjadi takdir allah
"Aku ini kenapa, aku sudah menikah Namun hatiku terasa sakit ketika melihat orang yang pernah singgah dihati kita kini bersama perempuan lain"
"Sayang" Ucap herlambang
"I-iya bi"
"Kamu kenapa?"
"Hari ini aku mau nikmati kebersamaan ku bersama dirimu Sebelum aku pergi ke turki"
"A-apa?"
"Hanya 1 bulan disana"
"Aku gabisa ikut?"
"Kamu tau sendirikan, kalo kamu ikut pasti ada keributan"
"Berati aku dirumah sendiri?"
"Aku bakalan titipin kamu sama arslan"
"Sayang aku lebih baik dirumah sendirian dari pada harus nginap dirumah orang lain"
"Suttt ini kewajiban aku sebagai seorang suami harus menjaga istriku"
"Bagaimana bisa aku tinggal dirumah orang yang aku cinta selama ini" Hati risla
Malampun tiba dimana mereka menikmati masa-masa dibali kini herlambang ingin berbicara dengan arslan
"Slan"
"Hem?"
"Gw mau ngomong sama lo"
"Ngomong apa?"
"Tapi nga disini"
"Yaudah"
Arslan mengikuti jejak herlambang setelah itu
"Slan kalo lo izinnin gw buat menitipkan sesuatu apa boleh?"Tanya herlambang
"Astaghfirullah bang kamu ini kaya aku ini orang lain aja, rumah ku selalu terbuka untuk mu"
"Alhamdulillah makasih yah slan, aku mau nitip"
"Sutt udah yuk kita nikmati malam kita bersama istri kita"
"Tapi aku mau"
"Udah cukup bang, masa kamu ga percaya sama sahabat kamu sendiri?" Tanya arslan
Herlambang terseyum tipis tanpa arslan menanyakan apa yang di titipan herlambang pada arslan
APAKAH PERNIKAHAN MEREKA AKAN DIUJI?
Menikah, adalah suatu keputusan yang dibuat atas kesepatakan kedua belah pihak, laki-laki ataupun perempuan. Dalam pernikahan, kesetiaan dan cinta akan diuji dengan berbagai ujian rumah tangga dari beragam aspek.
Bukanlah hal yang mudah untuk menjalani sebuah hubungan rumah tangga, apalagi untuk membuatnya selalu harmonis.
Selalu ada saja hal yang membuat hubungan suami istri ini menjadi penuh dengan persoalan.
Pada tahun-tahun awal inilah biasanya kesetiaan dan cinta dari masing-masing pasangan akan diuji
Ujian pernikahan bisa jadi bukan karena cinta saja tetapi?
1.Masalah finasial
Finansial adalah satu hal yang akan sangat membedakan ketika kamu masih dalam masa berpacaran dan sudah menikah.
Kini, segala sesuatu yang menyangkut pemasukan dan pengeluaran akan menjadi milik dan tanggung jawab bersama.
Nah biasanya, proses adaptasi ini kerap menjadi ujian rumah tangga yang diperdebatkan.
Mulai dari bagaimana cara mengatur keuangan, tabungan, pembagian keuangan yang adil untuk orang tua masing-masing, dan beragam masalah lainnya.
__ADS_1
Sebenarnya hal ini tak sepatutnya menjadi masalah, kuncinya hanya keterbukaan dan komunikasi satu sama lain.
Semuanya dapat dikomunikasikan, begitu pula soal tanggung jawab masing-masing.
Sejak awal pernikahan bahkan menjelang pernikahan, sudah harus ada kesepakatan tentang masalah keuangan.
2.Kebiasaan buruk yang menganggu
Kebiasaan yang kamu miliki saat sebelum menikah mungkin tak sepenuhnya dapat diterima oleh suami, begitu pula sebaliknya.
Kebiasaan, menjadi bagian dari ujian pernikahan dan ini biasanya tak menyangkut hal-hal besar, seputar kebiasaan menjaga kebersihan diri, kebiasaan makan, maupun tidur.
Meski terlihat sepele, hal-hal seperti ini biasanya kerap menjadi perdebatan yang berulang-ulang.
Ketika telah menjadi pasangan suami istri, kamu dan suami sudah harus membuka pintu pengertian dan pintu maaf selebar-lebarnya
Karena ujian rumah tangga yang terkecil sekalipun akan berdampak fatal apabila tidak dapat dikomunikasikan dengan baik.
Pola asuh anak
Sebagai orang tua baru, kamu dan suami tentunya akan memerlukan banyak sekali pembelajaran bagaimana menjaga dan membesarkan Si Kecil.
Pasalnya, menjadi orang tua tidak ada sekolahnya. Maka dari itu, pola asuh anak kerap menjadi ujian rumah tangga di awal 5 tahun pernikahan.
Proses pembelajaran inilah yang terkadang memicu perdebatan terlebih biasanya kamu dan suami masih membawa pola asuh yang diterapkan orang tua masing-masing.
4.Konflin dari mertua
Tak jarang pasangan baru mungkin akan tinggal dengan mertua untuk sementara waktu.
Hal ini biasanya kerap menjadi masalah dan menjadi salah satu ujian rumah tangga berikutnya.
Karena mungkin ada saja hal yang tidak cocok antara kamu atau suami dengan mertua maupun sebaliknya.
Jangan langsung melayangkan emosi, jangan pula menyudutkan suami karena sebenarnya adalah pilihan sulit bagi mereka untuk menengahi antara sang istri dan si ibu.
Komunikasikan saja semuanya secara perlahan untuk mencari jalan tengahnya. Berikan juga pengertian pada suami apa hal-hal yang membuat kamu tidak nyaman.
Ujian pernikahan yang satu ini memang harus dihadapi dengan kesabaran penuh dan komunikasi yang baik dengan mertua.
5.Rasa jenuh
Kemungkinan untuk jenuh dalam sebuah hubungan akan semakin besar ketika sudah berumah tangga, karena setiap hari bertemu dan melakukan rutinitas yang sama.
Jangan biarkan rasa jenuh menjadi pemicu hubungan yang tidak harmonis, temukanlah hal-hal yang dapat membuat hubungan semakin menyenangkan.
Buatlah rutinitas sederhana dengan suami, misalnya dengan menghabiskan waktu berdua setiap akhir pekan layaknya orang pacaran.
Atau sesekali pergilah liburan berdua untuk membuat hubungan semakin hangat. Cobaan atau ujian rumah tangga ini memang biasa dialami bagi pasangan muda.
6.Berhubungan yang tidak berkualitas
Berhubungan dengan pasangan muda pernikahan merupakan bagian yang menyenangkan.
Hubungan ini dapat menjalin keintiman, pereda stres dalam hubungan, serta tempat untuk kamu dan suami untuk saling memberikan kesenangan satu sama lain.
Namun tak jarang, melakukan hubungan ini menjadi salah satu ujian rumah tangga di 5 tahun pertama.
Biasanya hal yang menjadi perbedebatan seputar frekuensi ****, kualitas hubungan seksual, serta kebosanan pada gaya seksual yang itu-itu saja.
Ujian rumah tangga ini bisa diatasi dengan cara komunikasi dengan pasangan.
Ajaklah pasangan diskusi apa yang masing-masing sukai saat **** agar kedua pasangan tidak merasa jenuh atau bosan.
Dengan komunikasi, ujian pernikahan pada hubungan seksual dapat diatasi dan semakin memberikan kedekatan intim antara kamu dan suami
7.Manajemen waktu yang tidak pas dan imbang
Ketika kamu berpikir dengan menikah akan menyederhanakan hidup dan menghemat waktu, kamu salah.
Menikah, selain mengikuti jadwal diri sendiri, juga harus memahami jadwal pasangan masing-masing.
Mulai dari waktu untuk bekerja, mengurus anak, mengejar pendidikan, waktu sendiri, serta merawat rumah dan hewan peliharaan.
Meski terlihat sepele dan mudah, waktu adalah salah satu hal yang sering diperdebatkan dan menjadi ujian rumah tangga dalam pernikahan.
Kebanyakan pasangan suami istri baru berjuang untuk menyeimbangkan keluarga dan pekerjaan.
Mengukir waktu berkualitas untuk kamu atau suami akan membutuhkan pengorbanan, seperti mengurangi hobi pribadi atau waktu dengan teman.
Jadi, alangkah lebih baik untuk mengomunikasikannya dan membagi secara adil agar bisa melewati ujian rumah tangga ini yang sering terjadi di awal pernikahan.
8.Tugas pekerjaan rumah tangga yang tidak terbagi adil
Hal lain yang kerap menjadi ujian rumah tangga di awal pernikahan adalah pembagian tugas di dalam rumah.
Ingatlah bahwa pasangan suami istri adalah tim yang bahu membahu membangun keluarga harmonis termasuk dalam mengerjakan pekerjaan rumah.
Pekerjaan rumah bukan tugas istri saja tetapi juga suami. Oleh karena itu, di awal pernikahan sebaiknya sepakati bagaimana pembagian kerjanya.
Dengan begitu, satu sama lain tidak akan merasa si A bekerja lebih banyak dari si B.
Stress dan beban moral
Stres memang kerap dialami hampir setiap orang. Namun, ketika kamu atau suami sedang stres, hal ini dapat memperburuk masalah yang sudah ada.
Ketika salah satu pasangan mengalami hari yang buruk, mereka akan membawa situasi tidak menyenangkan ini ke rumah dan membawa suasana tidak nyaman.
Ujian rumah tangga ini terjadi pada saat kita tidak dapat mengontrol stres dengan baik. Akibatnya, baik istri atau suami melampiaskan emosi negatif ini ke pasangan.
10.Karakter kebersamaan
Dengarkan ini,menikah bukan berarti meninggalkan rasa sayang kita pada keluarga lama, lho.
Menikah itu juga menyatukan dua keluarga yang berbeda. Dengan kata lain, ujian rumah tangga yang kerap dialami tak jauh dari masalah keluarga.
Karena ini, kamu dan suami perlu menyatukan dua keluarga dengan dua kebiasaan dan budaya yang berbeda.
Kerja sama antar suami istri dibutuhkan untuk saling memahami kebiasaan orangtua dan anggota keluarga masing-masing.
Selalu membiasakan diri untuk menjaga dua keluarga, tentu akan jauh lebih mudah dalam menjaga keharmonisan pernikahan.
Menerima dan beradaptasi dengan keluarga pasangan memang bukan hal mudah. Namun, perlahan tapi pasti Kamu dan suami pasti bisa melakukannya.
11.Perbedaan prinsip hidup
Jika pasangan memiliki perbedaan prinsip atau pandangan dalam hal-hal krusial, hal ini menjadi ujian pernikahan yang cukup serius.
Tak jarang ada yang memiliki perbedaan pendapat besar tentang agama atau kebiasaan apa yang harus diajarkan kepada anak-anak mereka.
Perbedaan lainnya termasuk cara mendisiplinkan atau mengasuh anak, tindakan benar dan salah, atau konflik etika lainnya.
Setiap orang tidak tumbuh dengan nilai, moral, atau tujuan yang sama. Tentu ada banyak perdebatan tentang benar dan salah.
Jika pasangan suami istri tidak dapat belajar untuk menyesuaikan diri dengan nilai-nilai yang berbeda, kehidupan rumah tangga yang dijalani tentu akan sulit.
12.Kecemburuan!!
Siapa sangka, ujian rumah tangga juga bisa dari hal kecil seperti kecemburuan, lho.
Kecemburuan dapat membuat pernikahan menjadi tidak harmonis, terutama jika muncul perasaan cemburu yang tidak beralasan.
Seseorang yang cemburu bisa menjadi berlebihan dalam bersikap dan tidak dapat mengendalikan emosi.
Jika kamu pernah merasa cemburu, temui konselor pernikahan untuk memutuskan apakah ini perasaan yang normal atau tidak.
Ujian rumah tangga yang sedang dialami mungkin perlu didiskusikan dengan konselor yang lebih ahli dalam bidang ini.
Kewajiban ini tentunya harus dibarengi dengan kewajiban suami terhadap istri, atau pemenuhan hak istri atas suami, saling take end give,” ujarnya.
__ADS_1