
Saling menghargai dan menghormati satu sama lain
Setiap anggota keluarga harus saling menghargai dan menghormati satu sama lain, tidak peduli apapun latar belakang, usia, atau jenis kelaminnya.
Berbicara dengan bahasa yang sopan dan santun
Dalam berkomunikasi dengan anggota keluarga, sebaiknya menggunakan bahasa yang sopan dan santun, tanpa menggunakan kata-kata yang kasar atau menyinggung perasaan orang lain.
Mengucapkan salam kepada anggota keluarga
Mengucapkan salam merupakan tindakan yang sangat sederhana namun sangat bermakna dalam menjaga keharmonisan keluarga.
Menghadiri acara-acara keluarga
Menghadiri acara-acara keluarga, seperti perayaan ulang tahun atau pernikahan, merupakan salah satu cara untuk menjalin keharmonisan keluarga.
Membantu anggota keluarga yang membutuhkan
Membantu anggota keluarga yang membutuhkan, baik secara finansial maupun non-finansial, merupakan salah satu cara untuk menjaga keharmonisan keluarga.
Menghindari sikap egois
Menghindari sikap egois dan selalu berusaha memikirkan kepentingan orang lain merupakan salah satu cara untuk menjaga keharmonisan keluarga.
Berdoa untuk keluarga
Berdoa untuk keluarga merupakan salah satu cara untuk memohon pertolongan kepada Allah agar keluarga selalu dalam keadaan sejahtera dan harmonis.
Kehidupan rumah tangga harmonis dan bahagia adalah dambaan bagi setiap pasangan. Dalam Islam, umat Muslim telah diberikan tuntunan lengkap untuk dapat mewujudkan rumah tangga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah.
Salah satu kunci kebahagiaan rumah tangga dalam Islam adalah kesungguhan pasangan suami istri untuk saling memahami dan menghargai.
__ADS_1
Selain kesungguhan, ada beberapa hal lain yang perlu dilakukan demi tercapainya kebahagiaan rumah tangga. Kunci kebahagiaan yang dimaksud tentu sejalan dan sesuai dengan apa yang diajarkan Islam.
Bagi para pasangan yang penasaran dan ingin mempraktikannya, simak penjelasan mengenai kunci kebahagiaan rumah tangga dalam Islam berikut ini.
Menurut ajaran Islam, iman dan amal saleh merupakan pangkal dari seluruh kebahagiaan dalam rumah tangga. Pasangan suami istri yang sepakat untuk mewujudkan keimanan dan amal saleh dalam rumah tangga akan dilimpahkan kebahagiaan oleh Allah SWT.
مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِّنْ ذَكَرٍ اَوْ اُنْثٰى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهٗ حَيٰوةً طَيِّبَةًۚ وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ اَجْرَهُمْ بِاَحْسَنِ مَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ
Artinya: “Barangsiapa mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka pasti akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan akan Kami beri balasan dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. An-Nahl: 97)
Menghiasi rumah dengan dzikir
Faktor lain yang mampu mendatangkan kebahagiaan dalam rumah tangga adalah kebiasaan berdzikir yang dilakukan oleh pasangan suami-istri. Dengan memperbanyak dzikir, rumah tangga pasangan tersebut akan menjadi lebih tenang dan tenteram.
الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَتَطْمَىِٕنُّ قُلُوْبُهُمْ بِذِكْرِ اللّٰهِ ۗ اَلَا بِذِكْرِ اللّٰهِ تَطْمَىِٕنُّ الْقُلُوْبُ ۗ
Artinya: “(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’d: 28)
Menerapkan keseimbangan
Salah satu prinsip rumah tangga yang diajarkan Islam kepada setiap pasangan suami-istri adalah keseimbangan. Yang dimaksud dengan keseimbangan dalam hal ini adalah saling mengganti dan melengkapi.
Dalam surat Al-Baqarah ayat 228, Allah SWT berfirman:
__ADS_1
وَلَهُنَّ مِثْلُ الَّذِيْ عَلَيْهِنَّ بِالْمَعْرُوْفِۖ
Artinya: “Dan mereka (para perempuan) mempunyai hak seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang patut…” (QS. Al-Baqarah: 228)
Menjaga cinta dan kasih sayang
Cinta dan kasih sayang adalah hal yang wajib ada dalam interaksi pasangan suami-istri. Cinta biasanya berlangsung ketika pasangan masih berusia muda dan produktif, sedangkan kasih sayang muncul saat keduanya sudah lanjut usia.
Dengan cinta dan kasih sayang, seorang suami akan berusaha semaksimal mungkin untuk membahagiakan istrinya. Begitu juga sebaliknya, sang istri tentu akan melakukan yang terbaik untuk kebahagiaan suami.
Mendahulukan kewajiban daripada hak
Interaksi suami-istri dalam ajaran Islam harus dibangun dengan landasan yang benar, yaitu mendahulukan kewajiban daripada hak. Dalam hadits riwayat Imam Bukhari, Abu Darda digambarkan sebagai orang yang sangat serius dalam beribadah.
Ia tidak berdandan, tidak memperhatikan makan dan tidurnya, dan tidak memiliki hajat pada dunia sama sekali. Salman Al-Farisi kemudian menasihati Abu Darda dengan kalimat yang disetujui Rasulullah.
“Terhadap Tuhanmu ada kewajiban yang harus kau tunaikan, terhadap badanmu ada kewajiban yang harus kau tunaikan, terhadap keluargamu ada kewajiban yang harus kau tunaikan. Maka berikan hak kepada orang yang memiliki haknya.” (HR. Bukhari Muslim)
Dan menurut ku pribadi, bila seorang laki-laki sudah memilihmu itu berati sudah ada keyakinan untuk menetap di hatimu, tetapi ingat satu bulan sampe 5bulan ia akan berubah ketika ia lupa bahwa mendapatkamu saja sulit, maka dari itu jaga ucapan beri kasih sayang kepada suami, agar suami betah tidak keluyuran dirumah, memang pada dasarnya wanita itu orang yang cemburu
Namun ingat kecemburuan mu itu tidak pantas bila suami sudah berkata jujur, jika dirimu tidak percaya makah carilah bukti yang menjerumuskan bahwa suami mu memang berpaling dari mu, itu baru berhak kamu pertanyaankan kepada suami mu, menurut saya pribadi tidak baik jika cemburu berlebihan apalagi jika suami pulang telat, ingat surga ada disuami maka menjadi seorang istri harus tau mana yang harus diperjuangkan dan mana yang harus ditinggal kan
"Ria Andarista"
__ADS_1