
Setelah selesai pekerjaan kantor natali mengunjungi toko kue
"Hallo pembantu baru"
"Ngapain loh kesini?"
"Wah wah wah ada yang baru miskin nih"
"Apasih masalah gw sama loh nat?"
"Suttt jangan berisik nanti arslan tau"
"Gw ganyangka sama kelakuan loh"
Natali langsung memutar suara arslan yang membuat hati risla hancur lalu meneteskan air mata
"Jangan nangis dong mer,, gw udah pernah bilang arslan itu bukan tipe loh"
"Gw masuk islam bukan karena dia!"
"Oh ya?, gw tau loh itu keras kepala gaakan mungkin loh nyerah karena gabisa dapetin arslan"
"Gw ga peduli!"
Natali pergi dari toko kue itu lalu risla mengusap air mata nya karena risla faham situasi diposisi arslan
"Arslan"
"Iya nat?"
"Tipe cewek loh kaya gimana?"
"Loh inget kan waktu cewek cadar kekampus kita"
"Em inget?"
"Itu tipe gw"
"Cielah mana gw bisa nyari cewek kaya gitu"
"Haha lagian loh kaya gaada waktu aja"
"Kalau loh punya pacar gw bisa ajak loh"
"Kemana?"
"Hari kamis gw sama key mau honeymoon"
"Hah?"
"Astaga slan loh itu labil apa gimana sih"
"Udah lah sayang mana faham arslan kaya begituan" Key
"Haha loh mau ikut ga?"
"Nanti aja lah lagian kan gw belum punya calon"
"Cewek dibali banyak loh tinggal milih"
"Cuman ucapan gw yang berubah tapi perilaku gw tetap kaya dulu"
"Haha dasar anak kutu buku"
Setelah selesai pekerjaan nya arslan pulang dari kantor lalu melewati rumah risla
"Jangan lupa sholat sepertiga malam" Ucapan lembut dari risla
Arslan melirik nya lalu terseyum dan dilihat oleh aisyah
"Ehemkkk" Aisyah
"Astaghfirullah aisyah" Arslan
"Mata kemana jalan kemana"
"Astaghfirullah aisyah apa-apaan sih"
"Ingat tuh apa teh risla"
__ADS_1
"Iya bawel awas ah"
"Assalamu'alaikum abi umi"
"Waalaikumsalam abang udah pulang"
"Aisyah ko ga sekolah?"
"Dia ngambil libur karena kan kamu 2 hari lagi mau tunangan"
"Ehemkk abang akhirnya bisa tunangan sama delisha tapi nikah nya sama teh risla"
"Astaghfirullah aisyah jaga ucapan kamu!" Abi
"Udah-udah jangan ribut pamali"
"Gaada yang tau soal jodoh abi, kalau itu takdir nya abang emang abi mau ngelanggar?"
"Kamu tau kan apa kesalahan kk kamu?"
"Aisyah faham aisyah juga ngerti tapi kita itu cuman manusia biasa ga luput dari dosa, aisyah tau abang ngelakuin ini karena abang sayang sama abi umi"Langsung pergi kekamar
" Aisyah mau kemana kamu"
"Perkataan aisyah itu benar seharusnya arslan bertunangan dengan perempuan pada pilihan nya"
"Abi rasa kamu harus melaksanakan sholat dulu"
"Iya abi"
"Yaudah yuk kita istirahat"
Setelah semua orang tertidur risla dan juga arslan bangun untuk melaksanakan shalat sepertigaan malam
Disaat mata lain terpenjam malam ku tetap terjaga Disaat yang lain terdiam malam ku berbicara
Tentang seluruh duka, luka, kesepian, dan juga cinta
Aku tidak memaksakan takdir mu namun aku selalu bermimpi tentang indah bersamanya
Yaallah tunjukanlah atas apa yang aku doakan
"Astaghfirullah" Arslan
"Astaghfirullah" Risla
Terbangun secara bersamaan lalu keluar juga secara bersamaan
"Risla?"
"A-arslan"
"Ka-kamu belum tidur?"
"Aku tadi sholat sepertigaan malam terus habis sholat langsung tidur dan aku mimpiin kamu"
"Aku juga mimpi kamu"
"Ko bisa?"
"Aku cuman ingin tau jodoh ku siapa dan dari mimpi itu aku melihat dirimu"
"Aku sholat karena aku ingin tau siapa jodoh ku sebenarnya jiga itu bukan kamu"
"Mimpi kita sama"
"Tapi takdir kita berbeda"
"Aku harus bertunangan dengan perempuan lain tetapi aku rasa hati ku di kamu"
"Apa itu artinya?"
"Iya risla, kamu sudah meluluhkan hatiku"
Rasanya senang mendengar ucapan indah dari arslan kemudian arslan mencium kening risla
"Semoga allah mentakdirkan kita" Risla
__ADS_1
"Aamiin" Langsung masuk kerumah
Perjuangan risla dari zaman kuliah sehingga masuk agama islam itu membuat risla sadar bahwa arslan bisa diluluhkan, namun risla juga tidak ingin terlalu mencintai tanpa ada kepastian
"Abang?" Aisyah
"Astaghfirullah aisyah kamu?"
"Habis dari mana bang?"
"Kamu kenapa bangun?"
"Aku pengen minum"
"Oh pengen minum, Em tadi abang nyari udara segar"
"Sholat nya udah?"
"Alhamdulillah udah dong"
"alhamdulillah"
Pagi telah tiba dimana persiapan acara tunangan untuk hari rabu
"Abang gimana tadi semalam?"
"Alhamdulillah"
"Terus?" Umi
"Abang ga mimpi"
"Tentang jodoh kamu?"
"Iya umi"
"bagaimana ini?" umi
"Yaallah aku harus bagaimana" Hati arslan
"Abi tidak yakin"
"Tidak yakin bagaimana abi?" Tanya umi
"Abang seperti melihat sesuatu namun tidak menceritakan nya kepada abi maupun umi"
Arslan tidak mendengar perkataan abi terlihat lagi melamun memikirkan mimpi nya
"Abang!" Ucap aisyah
"Astaghfirullah aisyah"
"Kenapa abang nih?"
"Aa a abi sejujurnya abang memimpikan orang lain"
"Apa?, orang yang kamu kenal atau bukan"
"Orang yang aku kenal"
"Siapa itu?"
"Dia adalah seorang perempuan yang berbeda agama nya dengan kita dan dia juga ikhlas jiga dirinya di buang oleh keluarga nya demi memasuki agama kita"
"I iitu kan amerisla?"Ucap umi
"Iyah umi, aku tidak tau mengapa aku memimpikan dia"
"Tidak usah khawatir sholat Istqoroh itu bukan hanya satu kali melainkan 1 bulan jika km memimpikan nya sekali bukan berati besok kamu memimpikan nya lagi" Ucap abi
"I I iya abi, aku harus bertanggung jawab apa yang aku lihat, aku sudah berdosa melihat wanita yang terlanjang dan aku harus siap menikahi nya"
Risla mendengar ucapan dari arsla bertapa sakit nya berharap kepada manusia yang bukan berati jodoh kita, hanyalah Allah yang tau jodoh kita maupun maut kita
"Mulai hari ini kamu jaga delisha"
"Iya abi"
"Jaga martabat kamu menjadi seorang laki-laki, abi suka kamu ketika km mejaga pandangan nya dari wanita lain!"
__ADS_1
Apalah daya arslan yang tidak mampu berkata apa-apa, Mungkin delisha bukan jodoh nya namun arlsan sudah menghacurkan harga dirinya