SANGPENGGODA

SANGPENGGODA
Pertemuan Arslan dan delisha


__ADS_3

Pagi telah tiba dimana arslan ada jam kosong dikelas jadi dia memutuskan pergi untuk kekampus siang, seketika itu


"Gimanaa bang"


"Abang masih belum mimpi siapa jodoh abang"


"Jangan diniatkan akan diperlihatkan jodoh tapi juga berkah serta rezeki untuk abah dan juga abang"


"Itumah pasti doa abang dan juga aisyah"


"Emang aisyah doa seperti apa?"


"Itu rahasia"


"Adakah doa untuk abang?"


"Pasti nya ada apalagi teh delisha"


"Aisyah pasti udah sayang banget sama teh delisha"


"Iya umi, karena teh delisha itu baik dan juga suka ngajar aisyah alqu'an"


"MashaAllah beruntung sekali yang bisa mendapatkan delisha" Kode abah


"Abah jangan bikin abang ragu"


"Abah ingin delisha jadi calon abang walaupun abang belum mimpi delisha karena abah menikah dengan umi tanpa sholat istiqo'roh"


"MashaAllah bagaimana cerita nya abah?"


"Aisyah kasih tau tidak yah"


"Aisyah kan sudah smp abah umi"


Cerita singkat pernikahan abah sama umi yaitu ketika abah pergi ke mekah dengan niat agar barokah dalam kerja dan juga memiliki istri yang cantik serta sholat waktu itu abah tidak sengaja melepaskan tasbih abah, abah ingat waktu abah mau pergi wudhu dan diperjalanan ucap hati abah jika yang menemukan nya seorang laki-laki makah laki-laki itu akan menjadi adi kandung abah tetapi jika seorang wanita akan menjadikan seseorang istri, abah terus berjalan mencari tasbih itu dan bertemu seorang laki-laki


"Assalamu'alaikum"


"Waalaikumsalam"


Tanpa mengucapkan kalimat lagi seorang laki-laki itu memberikan abah cadar, abah berpikir akan menggunakan nya jika abah menemukan seseorang istri dan disitulah umi ada


"Assalamu'alaikum maaf apa abang yang mencari tasbih?"


"Waalaikumsalam iya"


Waktu abah melihat wajah umi, mashaAllah abah ingat dosa dan menghapus ucapan abah tadi tapi allah sudah mentakdirkan kita, umi bilang


"Apa kamu seorang laki-laki yang mencari istri sholeha agar bisa mendidik anak-anak mu nanti"


Disitu abah langsung memakai kan umi cadar dan mengucapkan


"Anna hubika fillah"


Umi terseyum dan mengatakan dalam hati jika tasbih ini seorang laki-laki akan menjadi suaminya walaupun seorang laki-laki itu memiliki istri tetapi allah berkehendak lain, abah belum mempunyai istri dan istri satu-satunya adalah umi


"MashaAllah" Ucap teharus aisyah dan Arslan


"Sungguh mulia takdir Allah, sehingga mentakdirkan umi dan abah lalu mempunyai anak sholeh dan sholeha"


"Aamiin allah humaamiin, jadi menurut abah jika abang sudah yakin dengan delisha segera hallal kan"


"Abah atau abi yah aisyah manggil nya"


"Keduanya sangat baik dalam islam"


"Aisyah setuju abang menikah dengan teh delisha"


"Abang masih ingin sholat istiqo'roh sampe menemukan jodoh abang sendiri"


"Kesian delisha menunggu abang terlalu lama"


"Umi benar, jika abang belum yakin maka baliki tasbih itu kepada delisha"


"Iya abah umi, abang berangkat dulu"


Seketika diperjalanan menuju kampus terlihat cuaca hujan, dan


"Assalamu'alaikum arslan"


"W-waalaikumsalam delisha"



Arslan melindungi delisha dari hujan deras


"MashaAllah hujan nya sangat deras"

__ADS_1


"Iya aku pikir karena cuaca hari ini kurang bagus, mengapa kamu baru berangkat sekolah?"


"Hari ini aku sedang menceritakan tentang mu kepada abi dan juga umi, apalagi aisyah yang suka dengan mu"


"Alhamdulillah aku tau kenapa abi menyuruhku untuk melakukan sholat istiqor'oh karena abi ingin memiliki calon suami seperti mu dan juga keluarga mu yang baik"


Arslan bersipuh malu karena ucapan delisha sesampainya muka memerah


"Abi dan juga umi suka jika aku meminang mu tapi aku belum melihat wajahmu"


"Aku akan menunggu mu besok"


"B-besok?"


"Jika memang allah takdirkan kita pasti kamu juga akan mimpi tentang ku, maka dari itu aku sedang berpuasa untuk mu"


"Yaallah aku tidak ingin membuat mu menunggu tetapi insyaallah besok aku juga akan berpuasa"


"Aku akan menunggu mu selama 3hari tetapi jika kamu tidak bermimpi simpan saja itu tasbih dari ku"


"Iya, yasudah aku akan atar kan kamu kerumah"


"Tidak baik seorang laki-laki yang belum muhrim mengantarkan seorang wanita kerumah nya"


"Iya ini jaket ku, aku tidak bermaksud untuk melakukan nya namun ini sangat dingin


Delisha berjalan dengan perlahan tidak ingin memakai jaket sebelum halal, lalu pertama kalinya arslan memegang tangan delisha



"InsyaAllah jika kita berjodoh aku akan melamar mu besok"


Delisha melihat kearah arslan lalu terseyum tipis dan pergi


"Aku akan mengatakan "Anna hubika fillah" Di depan mu delisha"


Arslan berjalan menuju kampus dengan terseyum-seyum karena ingin segera melaksanakan sholat istiqor'oh


"Mer lihat wajah arslan"


Amerisla melihat wajah arslan yang kelihatan nya senang


"Ya sudah lah"


"Tu-tumben loh ga nanya"


"Oh jadi loh udah nyerah nih?"


"Haha seorang amerisla gaakan mungkin nyerah"


Disekolahan cralos menghampiri aisyah


"Aisyah mengapa kamu menjauh dari ku?"


"Aku tidak menjauh cralos tapi hari ini aku lagi puasa untuk kk ku"


"Hah puasa?"


"Em iya jadi abang ku ingin melamar seorang gadis cantik tetapi"


"Kenapa?, apa dia bukan muslim"


"Dia muslim tapi abang belum memimpikan nya"


"Di keluargaku tidak perlu ada nya puasa langsung nikah ajah, kemarin kk ku juga dikasih hadiah sana pacar nya"


"Hadiah apa?"


"Hadiah kantor nya aisyah"


"Wah itu kan mahal"


"Itu tanda sayang seorang laki-laki aisyah"


"Dalam islam tidak boleh menyentuh sebelum halal apalagi memberi barang, mungkin abang gapernah kasih barang"


"Walaupun kita beda agama kamu jangan menjauh dari ku ya"


"Iya cralos kita kan teman"



Cralos memegang tangan aisyah untuk masuk kelas seketika itu dikelas


"Cralos aku kan sedang puasa"


"Tidak apa-apa aisyah aku gamau kita telat masuk kelas"

__ADS_1


"Iya"


Setelah itu dikampus arslan berjalan menuju taman disana ada amerisla yang menatap wajah arslan lalu arslan pun melihat nya



"A-Arslan" Tersipuh malu


"Mengapa kamu selalu ada disinih?"


"Seterah aku dong"


"Ya sudah" Melanjutkan perjalanan


Amerisla mengikuti arslan


"Arslan dikelas ada yang membicarakan mu"


"Soal apa?"


"So-soal kamu terlihat dingin di depan teman"


"Aku menjaga padangan ku dari semua orang termasuk dirimu"


"Apa diriku?"


"Iya, pergilah aku tidak mau ada salah faham"


Amerisla yang kesal


"i-iiiiiiii kenapa sih arslan itu nyebelin deh!"


"Arslan gaaka mungkin melakukan nya" Ucap seorang wanita yang bercadar


"Siapa kau berani'nya masuk wilayah kampus ini"


"Ini juga kampus ku"


"Siapa kamu sebenarnya?"


"Aku calon istri nya arslan"


"WHATTTTTTTTTTTTT?"


"Ada apa?"


"Jadi arslan mau masuk agama dia omgggg" Hati amerisla yang mengira arslan kristen


"Kenapa diam?, apa kamu menyukai nya juga"


"Ya itu benar!


"Jika memang itu benar silahkan saja" Ucap delisha sambil pergi


"Eh dia kenapa sih anjir gajelas banget"


"HEH TUNGGU!"


Arslan mendengar teriakan amerisla yang mengucapkan kepada delisha


"Delisha?"


"Em arslan"


"Kamu kesini ada apa"


"Aku tau kenapa kamu belum bermimpi tentang aku"


"K-kenapa?"


"Karena dia udah mengatakan yang sejujurnya untuk memilikimu" Melhat arah amerisla


Wajah amerisla sangat memerah karena ini sangat memalukan bagi nya


"Astaga gw kan cuman bercanda" Ucap amerisla yang gugup


"Tolong delisha jangan salah faham aku ga mengenal gadis itu"


"Kamu tidak mengenal nya namun kamu melihat wajah nya"


"Astaghfirullah delisha aku selalu menjaga pandangan ku"


"Lalu tadi kamu melihat dia bukan?"


Delisha memberi tasbih itu kepada arslan lalu berjalan dengan sedih karena arslan tidak menjaga pandang nya


"Delisha tunggu!" Arslan yang mengejar nya

__ADS_1


"Jika malam ini kamu bermimpi tentang aku silahkan kamu kerumahku, Assalamu'alaikum"


__ADS_2