
Setelah liburan 2 hari kini arslan dan risla pulang kerumah namun di mobil nya sudah ada delisha
"Del kamu ko naik mobil aku?" Tanya risla
"Emang nya suami kamu gabilang soal herlambang kemarin?
"Soal apa sayang?" Tanya risla menatap wajah arslan
"Astaghfirullah jangan-jangan herlambang nitip delisha" Hati arslan
"Yang ko diem sih"
"Nanti kita bicarain ini dirumah"
Setelah sampai rumah, delisha langsung ketempat tidur nya lalu
"Sayang maaf aku kira herlambang nitip barang/baju tapi nyatanya dia nitip delisha"
"Emang herlambang kemana?"
"Herlambang dia pulang ke Turky"
"Apa?"
"I-iya sayang"
"Aku bingung harus bilang apa soal ini ke ibu kamu"
"Yaudah kita jangan bilang"
"Apa nanti kata orang-orang?"
"Yaudah biar aku yang bilang sama umi"
Arslan menuju rumah umi dan abi
"Assalamu'alaikum"
"Waalaikumsalam alhamdulillah anak abi abis pulang dari bali"
"Alhamdulillah abi hehe"
"Gimana di sana?"
"Em gagimana-gimana, Em abi umi kemana?"
"Ada tuh dikamar lagi nungguin kamu"
"A-abi mau kemana?"
"Abi mau keluar dulu sebentar"
"Ya sudah abi hati-hati"
"Iya assalamu'alaikum"
"Waalaikumsalam"
Ketika abi pergi keluar, lalu kemudian Arslan masuk kekamar umi
"Assalamu'alaikum umi"
"Waalaikumsalam, risla mana?"
"Risla ada dirumah umi"
"Em gimana dibali"
"Alhamdulillah lancar, umi apa boleh arslan nitip delisha disini"
"Hah delisha??"
"I-iya umi, kita ke bali bareng delisha"
"Ko risla ga bilang ke umi?"
"Mungkin risla mau menghargai aku, tapi jujur hari ini arslan bingung"
"Bingung kenapa?"
"Herlambang pulang keturky untuk melihat istrinya yang mau lahir, sedangkan delisha sendiri disini"
"Umi gamau nyakitin hati risla, yasudah kamu sewa apartemen atau kontrakan untuk sementara waktu"
"Tapi umi bagaimana jika delisha disana kesusahan, apa sebaik nya delisha nginep aja dirumah arslan?"
__ADS_1
"Astaghfirullah arslan kamu itu yah, inget kamu bukan mahromnya delisha dan kamu harus menghargai istri sah kamu, apalagi gabaik masukin istri orang di rumah kamu sendiri, bagaimana jika nanti ada hal yang tidak diinginkan"
"Ya sudah umi arslan akan mengikuti arahan umi, arslan akan membawa delisha ke kontrakan"
"Ya sudah"
Arslan pulang dari umi lalu menceritakan semuanya
"Ya udah ayang hari ini udah malem, biar delisha istirahat dulu disini"
Hari sudah malam kini arslan dan risla tidur nyenyak Namun sudah menjadi kebiasaan delisha bangun tengah malam
"Hem aku seperti nya harus pergi besok"
Tiba-tiba delisha menitip kamar arslan dan risla
"Seperti nya kamu sudah melupakan aku, aku pernah menunggu mu namun allah mentakdirkan aku dengan laki-laki lain"Ucap delisha
Seperti nya delisha masih ada rasa sayang kepada arslan sehingga delisha tidak bisa melepaskan arslan, begitu jahat sekali delisha
Pagi telah tiba dimana delisha sudah menyiapkan makanan untuk risla dan arslan
"Humm harum nya" Ucap risla
"Eh risla sini"
"Wah kamu pagi sekali masak"
"Iya alhamdulillah untuk kamu"
"Ini untuk aku?"
"Iya risla karena kamu sudah baik untuk menempatkan aku dirumah ini"
"Sebenarnya hari ini mas arslan akan mencarikan mu apartemen"
"Masya allah itu gausah risla, biar aku sendiri aja"
"Gaboleh, kamu harus diantar suami aku, lagian cuaca hari ini lagi ga bagus"
"Ya sudah"
Setelah mereka makan kini arslan mencarikan apartemen untuk delisha
"Iya delisha?"
"Mau di apartemen aja?"
"Iya biar aku ga khawatir sama kamu"
"Yasudah"
Di perjalanan cukup macet Arslan mengunakan baju kameja putih, Sedangkan delisha menggunakan baju hitam
"Ah cukup panas, apa masih lama?"
"Ini sih lumayan lama"
"Yaudah aku mau ganti baju tidur dulu"
"D-disini?"
"Dimobil belakang"
Delisha melompati mobil belakang lalu membuka baju hitam nya dan mengantinya baju putih sedikit sexy
"Akhirnya nyaman juga"
Tiba-tiba
"Assalamu'alaikum sayang kamu udah sampe mana?" Pesan istriku
"Waalaikumsalam dijalan macet sayangku"
"Coba pap?"
"Arslan pap foto sendiri lalu"
"Delisha nya mana?"
"Bentar"
"Del istri aku nanyain km"
__ADS_1
"Yaudah foto bareng"
Arslan mengirim foto bersama delisha
"Alhamdulillah hati-hati yah ayang"
"Iya"
Setelah sampai apartemen
"Selamat sore, kalian baru nikah yah?"
"Sore, Em ga ini saya mau anter temen saya"
"Eh tuan ini suka malu-malu"
"Yaudah mana kartu nya"
"Ini"
Setelah itu delisha dan arslan sampai kamar
"Kamu suka?"
"Tapi slan aku takut"
"Kamu takut kenapa?"
"Em gajadi deh"
"Kamu gausah khawatir semua ormag yang ada disini bisa bantu kamu"
Lalu tiba-tiba diluar hujan kencang sehingga arslan berteduh di apartemen delisha
"Kamu mau makan?"
"Gausah repot-repot del"
"Yaudah aku tidur duluan yah"
"Iya"
Delisha duduk dikasur dengan kaki dinaiki satu, rasanya delisha terlihat sexy didepan arslan, cuaca membuat arslan menarik perhatian nya sampai nya arslan mendekati delisha
"Em?"
"Del aku-aku"
"Aku kenapa?"
Delisha memegang rambut arslan sehingga arslan mencium tangan delisha
"Kamu mau?" Tanya delisha
"Mau apa?"
"Kamu pertama kali nya melihat seluruh tubuhku sebelum suami ku, namun sayang kamu telah menikahi perempuan yang belum kamu kenal"
"Maksud mu risla?"
"Iya siapa lagi?, aku tau kita ga mungkin bersama tapi aku siap di dua"
"Apa?"
"Iya slan aku masih sayang sama kamu, kamu boleh jadikan aku istri kedua aku, aku siap"
"Astaghfirullah"
Arslan menjauh dari delisha
"Ya sudah kamu tidur disofa, biar aku tidur dikasur"
Delisha lalu tidur dikasur kemudian arslan menelepon risla
"Assalamu'alaikum sayang"
"Waalaikumsalam, kamu dimana?"
"Aku sudah mengantarkan delisha ke apartemen, ini aku sedang tidur dimobil karena hujan"
"Masya allah suami aku kesian nya, yaudah kamu istirahat yah dimobil, cuaca hari ini tidak baik sayang"
"Iya sayang"
__ADS_1
Hati risla cukup mulia ia tidak merasa khawir ataupun cemburu dengan keberadaan arslan yang sebenarnya, apakah arslan akan berpaling dari istri nya?