
Aku dan James memutuskan untuk bolos sekolah setelah pelajaran matematika berakhir. Aku berpura-pura sakit dan meminta izin pada wali kelas kami untuk pulang lebih awal dan James berperan sebagai pengantar ku. Benar-benar anak yang biadap! Hahah.
Akhirnya kami tiba di sebuah mall yang berada di kota, jaraknya dari tempat kami sekitaran 12-15 Km. Namun itu bukanlah hal yang penting, karena kami akan menghabiskan waktu seharian di tempat ini.
James membukakan pintu mobil untuk ku dan kami bergandengan tangan sambil berjalan masuk ke dalam mall yang menurutku salah dua mall terbesar yang berada di wilayah ini. The Wings Mall nama dari gedung besar yang kami kunjungi saat ini, atau biasa orang-orang sini menyingkat nya TWM.
Kami pun berjalan-jalan mengitari toko-toko yang unik dan menarik yang tersedia di mall ini.
"Hari ini aku akan menuruti semua keinginan kamu babe". Bisik James kini yang membuat ku tergelitik sekaligus senang.
"Sungguh? Kau tidak bercanda kan?".
Tanyaku memastikan sambil terus berjalan bergandengan tangan.
James mengangguk sambil mengedip nakal kearah ku. Aku mencubit pelan pinggang nya, dan kami berdua tertawa.
James mengajak ku makan di salah satu restoran Jepang yang ada. Kemudian kami berbelanja beberapa pakaian, tepatnya James membelikan ku beberapa gaun yang cantik. Lalu kami bermain di zona main anak, dan itu benar-benar memalukan sekaligus lucu, karena hanya kami orang dewasa yang bermain di sana. Aku benar-benar merasa sangat senang hari ini.
Aku melirik jam tangan, ketika waktu sudah menunjukkan pukul 17.00. Kami sedang menghabiskan waktu di sebuah cafe yang juga tersedia di dalam mall ini. Well, kurasa semua tempat yang kami inginkan ada dalam satu bangunan besar ini. Itulah mengapa mall ini merupakan mall terbesar yang ada di wilayah tempat kami tinggal. Tentu saja masih ada satu mall lagi, tapi kami lebih memilih tempat ini, karena suasananya yang nyaman.
Ting!.
Sebuah pesan menghentikan senda gurauku pada James. Aku menarik handphone ku dan membukanya. Sebuah pesan dari Ibu.
Nak, ibu hari ini lembur. Jadi kunci pintu depan dengan benar. Ibu akan menelpon jika sudah tiba.
Aku tersenyum kecut melihat pesan Ibu dan membalasnya singkat.
"Ada apa?". Tanya James menyadari perubahan raut wajah ku.
"Malam ini Ibu pulang telat". Jawabku tak bersemangat.
__ADS_1
"Ooh. Jadi kamu sendirian lagi?". Tanya James lagi.
Aku menanggapinya dengan anggukan sambil menyeruput minuman rasa strawberry kesukaan ku.
"Tenanglah, aku akan menemani mu sampai Ibu pulang, bagaimana?". Ucap James kini membuatku terkejut.
"Apa Ibumu tidak akan khawatir?". Balas ku dengan hati-hati.
"Aku bisa mengatasi itu, kamu tidak usah memikirkannya". Ucap James.
James meraih tanganku sambil menatapku dengan senyumnya yang hangat. Aku jadi tersipu di buatnya.
"Bagaimana kalau kita akhiri ini dengan nonton sebuah film?". Tanya James kemudian membuatku mengangguk bersemangat.
Kami memesan dua buah tiket film horor yang sedang booming. James mengambil nomor kursi paling belakang. Walaupun aku takut, tetap saja aku penasaran untuk menonton film itu.
"Kau takut?". Ucap James berbisik kearah ku ketika kami sudah berada di dalam bioskop.
"Kalau kamu takut, lihat aku saja babe". Bisik James kembali menggoda ku.
Bang!.
Suara bas dari speaker yang tiba-tiba muncul itu membuat seisi ruangan ini langsung menjerit, tidak terkecuali aku. James hanya tertawa melihat kelakuan ku. Suasana pun menjadi gelap, dan suara rintihan seorang wanita kembali terdengar. Aku meremas tangan James sambil menutup mata dan telinga dengan tangan yang lain.
Perlahan suara James terdengar dalam di telinga ku.
"It's okay babe, come here". Ucap James pelan sambil mengusap lengan ku pelan.
Aku perlahan membuka mata dan melihat kearah James. Wajahnya yang tersenyum manis dalam cahaya minim ini malah membuatku jadi makin berdebar. James mencondongkan wajahnya kearah ku.
"Kamu takut?". Tanya James lagi tepat di depan wajahku.
__ADS_1
Aku mengangguk pasrah. Aroma mint yang keluar dari napasnya sedikit membuatku tenang.
Cup.
Akhirnya bibir James menempel di bibirku. Kini rasa takut itu perlahan mulai menghilang digantikan dengan sentuhan lembut dari James. Suara teriakan para penonton pun mulai terdengar samar-samar di telinga ku.
"Mmh.. " Aku mende sah pelan ketika James mulai memasukkan lidahnya kedalam mulut ku.
"Sshh... Jangan terlalu keras babe". Ucap James melepas ciuman kami.
Aku terkekeh dan menekan tengkuknya lagi dengan kedua tangan ku yang entah sejak kapan sudah melingkar di leher James. Kami melanjutkan adegan ciuman ini tanpa menghiraukan film dan penonton yang saling berinteraksi satu sama lain.
Suasana pun kembali gelap. Perlahan-lahan lampu mulai di nyalakan. Aku yang menyadari jika film nya sudah selesai kemudian melepas ciuman panas kami. James terkekeh dan itu membuat ku benar-benar malu.
Kami keluar dari bioskop sambil tertawa. Akhirnya kami memutuskan untuk pulang setelah membungkus beberapa fast food yang di jual dalam mall ini. James masih menggandeng tangan ku mesra dengan tangan yang satunya membawa belanjaan kami.
Setibanya di parkiran, aku masuk terlebih dahulu kedalam mobil sedangkan James menyimpan belanjaan kami di dalam bagasi. Aku menarik sebuah kaca dan memperlihatkan bibirku yang membengkak karena ulah James tadi. Aku tertawa kecil ketika ingatan itu kembali lagi.
"Ada apa babe?". Tanya James yang kini sudah duduk di kursi kemudi.
Aku menggeleng sambil menutup bibir ku yang memerah dan bengkak.
James menarik tangan ku, dan sepersekian detik kemudian membuat posisi kami saling menempel. Aku memejamkan mata, menyambut kembali bibir James yang juga masih memerah. Adegan dalam bioskop tadi belum mampu memuaskan hasrat ini. Kami pun saling memagut kembali.Tangan kami mulai menjelajahi tubuh satu sama lain.
"Ngghh.." Desahku lagi ketika tangan James kini mer emas bokong ku.
Kepalaku jadi kosong ketika tanganku menemukan ereksi James yang sudah mengeras dibawah sana. Ciumannya pun perlahan turun ke leherku. Aku hanya bisa menikmati perlakuannya, dan melakukan hal yang sama padanya.
Tok! Tok! Tok!.
-Awne Cn
__ADS_1