Sayang, Aku Kembali

Sayang, Aku Kembali
Bab 10 | Kenapa Sayang


__ADS_3

Disinilah dua kekasih itu berada di Cafe kesukaan Stella, yah mereka berdua sudah resmi jadian tampa ada yang tahu selain mereka berdua. Empat tahun lalu saat di bandara.


Malam saat Stella mengabarkan akan ke London, Stella menerima perasaan Jack. Dengan mengizinkannya pergi. Tentu saja Jack senang dan juga sedih dalam waktu bersamaan. Untuk itu dia lebih baik meminta agar Stella tetap menolaknya walaupun dia juga sangat mengharapkan bersama dengannya asalkan dia bisa melihat gadisnya.


Dan perjanjiannya adalah setelah empat tahun berpisah jika Stella sudah merasakan sesuatu pada dirinya maka hubungan mereka akan berlanjut. Lalu bagaimana dengan ungkapan perasaan Stella ke Boy waktu itu?


Bagi Stella dia sudah cukup sadar, tidak seharusnya dia mengutarakan perasaannya, lagi mereka terpaut usia yang jauh. Dan tidak mudah memang menghilangkannya. Namun Stella yakin sesuatu yang memang tidak untuk kita berarti bukan yang terbaik.


"Kau tidak makan?" Tanya Stella karena hanya melihat Jack menatapnya lembut.


Jack hanya menggeleng dengan senyuman meneduhkannya, dia tidak menyangka Stella menerimanya, dan menempati akan kembali untuknya. Namun dia juga hawatir sekarang benarkan gadis manis ini mencintainya atau hanya sekedar kasihan.


"Kau di indonesia sampai kapan?" tanya Jack membuat Stella menghentikan makannya, Stella yang dulu dan sekarang sangat terlihat berbeda. Jika Stella yang dulu masih seperti anak manja beda yang sekarang yang terlihat sedikit dewasa. Sedikit tapi Jack bisa melihat perubahan itu.


"Kenapa?" Tanyanya dengan decakan kecil "Kau tidak suka kekasihmu datang? Atau kau sudah memiliki penggantiku?" Tannya nya meletakkan sendoknya dan melipat tangan di meja.


Dengan lembut Jack mengacak rambut Stella dan mendapatkan lototan karena perlakuannya.


"Jangan bicara omong kosong, kau yang mempermainkan ku selama empat tahun, kau menerimaku tapi meninggalkanku jauh". Menghela nafas panjang.


"Maafkan aku, tapi aku memang harus pergi waktu itu".


"Kenapa?" karena guru yang kau sukai tidak membalas cintamu?". pertanyaan Jack membuat Stella tertawa alih-alih diam karena terkejut.


Ya disini Stella belum tahu, Boy saudara Jack.


"Jangan merusak kebahagianku dengan menyebut orang menyebalkan itu".


"Hum kau benar, dia memang menyebalkan". Jack juga tertawa. Tetapi hatinya hawatir.


"Jangan terlalu tidak menyukainya, aku takut kau akan meninggalkanku lagi. Dan kali ini akan lebih sakit untukku". Jawabnya dengan senyum kecil.


"Tidak, aku tidak akan tergoda dengan siapapun Pacarku sangat tampan". Stella berkata jujur.

__ADS_1


"Oh bagaimana dengan Anggi?". Stella sudah mendengar pengakuan Jack, beberapa minggu saat dia mengabari Jack akan kembali. Jack mengatakan semua tampa ada yang dia tutupi mengenai hubungan mereka yang membuat Jack dijebak.


Stella tidak pernah menyangka Anggi melakukan hal itu. Tapi dia senang karena Jack jujur untuk tidak merusak kepercayaannya.


"Entahlah. Jangan menyebut namanya dia sudah menipuku"


"Karrna dia menyukaimu".


Menghela nafas panjang Jack berkata dengan memegang tangan Stella "Ayolah, ini pertemuan pertama kita setelah empat tahun semenjak kau menjadi kekasihku, jangan merusaknya, aku mohon". Kata Jack oanjang lebar, hari ini dia sangat bahagia, hawatir, dan kesal dalam waktu yang bersamaan


"Stella..."


"Hm, kenapa sayang..."


"Aku akan mati mendengar kata sayang itu, harusnya sejak awal kau menerimaku"


Stella twrtawa lagi, Jack yang ini bukan selerti Jack yang dulu yang selalu usil. Jack yang ini Jack yang menggemaskan bagi Stella.


Ditempat lain setelah rapat selesai Tuan Mattew ayah Stella mengundang Boy untuk makan malam dirumahnya malam nanti untuk merayakan kerja sama mereka. Tentu dengan senang hati Boy menerima dengan hormat.


Malam harinya Stella sudah mendapat izin orangbtuanya untuk keluar makan malam bersama Jack. Orang tua Stella sudah mengenal Jack sejak merekq masih sama-sama sekolah dulu, jadi tidak ada yang lerlu di hawatirkan, lagi Stella juga sudah mengatakan akan pulang cepat.


Tuan Mattew tidak bisa mencegah, kebahagiaan pitrinya jauh lebih berarti. Walau terbeait didalam hatijya akan mengenalkan Stella dengan Boy. Tapi selertinya ini akan sulit karena putrinya telah bersama Jack.


"Baiklah, Mom Stella berangkat, Jack sudah didepan" Ucapnya setelah mengecup pipi gembul mommy nya.


Beberapa menit setelah kepergian Jack dan Stella Boy datang, dengan gagahnya. Saat memasuki lorong perasaan Boy sudah tidak karuan. Bahkan saat memasuki gerbang rumah jantung semain berdebar. "Rumah Stella" batinnya.


Dia mengira Tuan Mattew adalah orang yang membeli rumah Stella setelah kepergiannya ke London dan dia yang paling menganggunya adalah mungkin saja Tuan Mattew Ayah Stella.


'Deg


Artinya Stella didalam? Atau, dia kembali mengingat Jack, melihat jam mahal di pergelangan tangan. Jack masih bertugas yang artinya memang Stella didalam.

__ADS_1


Jantung berdegup semakin kencang, terlihat ada senyum dibibirnya. Dia tidak tahu kenapa dia merindukan gadis manja yang mengusik hidupnya selama empat tahun.


Sudah dimeja makan mereka berbincang santai. Tetapi sesekali matanya mencari seseorang. Jantungnya semakin tidak bisa dikendalikan.


"Dimana dia?" Batinnya


Setelah makan malam selesai Tuan Mattew mengajak tamunya ke ruang tamu, mereka akan berbincang disana beberapa saat.


Boy semakin tidak sabar ingin bertanya, namun belum juga dia mengeluarkan suara. Suara seorang gadis yang masih dapat dia kenal memasuki ruang keluarga. Stella kambali.


Tatapan mereka beradu, Stella masih membeku di tengah ruangan hawa semakin panas.


"Kenapa dia disini". Batin Stella.


"Dimana Jack, Dia tidak masuk bersamamu?" Tanya Tuan Mattew pada putrinya, memutuskan tatapan mereka berdua.


"Oh itu, Dia harus buru-buru kerumah sakit pasiennya membutuhkannya". Terang Stella mendekat dan duduk disamping Daddy nya dan mengecup pipinya tamoa menghiraukan mata yang terus menatapnya tampa kedip.


Batin Boy saat melihat Stella tadi hanya ingin mengatakan bahwa Stella semakin cantik.


Langkah gadis itu anggun seperti sudah terlatih. Tubuh tegap dan kaki jenjang itu. "Apakah dia sengaja menggunakan rok sependek itu". Rutuk Boy dalam hati melihat rok sebatas lutut Stella.


Dengan rok ini jelas kaki jenjang yang putih dan mulus itu nampak indah.


"Dia menjadi Dokter?" Tanya Tuan Mattew lagi berbinar, sejak awal dia memang sudah melihat bagaimana masa depan sangat cerah baginya. Entah itu hanya feeling seorang yang lebih banyak amkan garamm


Stella mengangguk pasti dan tersenyum "Benar dia Dokter yang hebat, Daddy harus bangga memiliki menantu sepertinya". Kekeh Stella pelan terlihat sangat bangga.


"Tentu saja, asal kalian bahagia, Daddy mendukung, lagi sejak awal dia memang sudah terlihat sangat baik.


"Oh ayah sampai melupakan tamu kita, kenalkan dia Tuan Boy CEO di '** group' karena kerja sama dengan beliau kita ke Indonesia" Setelah mengatakan itu Tuan Mattew tertawa renyah karena berhasil membuat wajah Stella kesal.


Boy yang sejak tadi sudah merasa dadanya sesak saat mendengar bahwa Stella dan Jack sudah sangat dekat. Dan disini setelah mereka saling menjabat tangan untuk pertama kalinya, Stella gadis manja itu bersikap seolah tidak mengenalnya.

__ADS_1


__ADS_2