Sayang, Aku Kembali

Sayang, Aku Kembali
Kembali ke kantor


__ADS_3

Disinilah mereka sekarang, ditaman rumah Stella, gadis itu masih duduk bersidekap dada dan menatap tajam kearah pria yang datang setengah jam yang lalu. Menghela napas pelan dan mengusap wajahnya lalu melihat kearah Jack. Mantan kekasihnya.


“Kamu kesini hanya untuk diam, kalau memang tidak ada yang ingin dibicarakan, aku akan kekamarku” Stella sudah berdiri dan melewati Jack yang masih diam sejak tadi, namun tangannya ditahan, Jack menoleh dan juga berdiri.


“Maafkan aku” Dia memeluk Stella


Tidak ada perlawanan, karena Stella juga merindukannya, namun mereka bukanlah sepasang kekasih lagi, ada Anggi yang harus Jack utamakan.


“Hm, aku memaafkanmu jauh sebelum kamu minta maaf” katanya melerai pelukannya dan tersenyum kearah Jack.


“Benarkah? Artinya kita masih-”


“Tidak. Sudah tidak ada hubungan lagi diantara kita. Kita sudah berakhir” berat rasanya mengatakannya, namun itulah yang harus dia lakukan.


“Aku mohon jangan mengatakan itu, aku bisa jelaskan”.


“Tapi aku tidak membutuhkannya Jack, aku tidak butuh penjelasan apa-apa darimu” katanya yakin.


Jack masih berusaha membuat Stella mengerti alasannya menginap namun semakin Jack mencoba menjelaskan semakin kesal juga Stella.


Stella memang tidak mudah untuk percaya, jika menurutnya dia benar. Dan kesalahan Jack adalah tidak menjaga kepercayaan Stella yang hanya setipis belahan tissue.


Jack sudah kembali kerumah sakit dua jam yang lalu dan Joshua sebagai sahabat sudah mendengar semuanya, pria berkaca mata itu juga tidak tahu harus mengatakan apa. Dia juga ikut merasa bersalah karena tidak percaya dengan Stella.


Baginya wanita cantik adalah mahluk yang tidak boleh dipercaya.


“Kalau memang dia sudah tidak igin kembali ya sudah” namun sedetik kemudian polpen melayang dikeningnya tampa bisa dia hindari.


“Aku berkata benar, wanita jika terus dikejar akan merasa besar kelapa, dia akan mempermainkamu” tatapan Jack membuat Joshua kembali mendengus dan melanjutkan makan siangnya yang tertunda.


“Sebenarnya aku juga heran padamu, selama Anggi masuk rumah sakit sikapmu padanya juga berubah, apakah kau memikrkan perasaannya, aku lihat dia memang tulus padamu, bahkan semenjak sekolah saat kau tergila-gila pada Stella”


“Jika kau tidak berhenti bicara, kembalilah ke ruanganmu”.


Joshua kembali berdecak, bicara salah tidak bicara juga nanti dikatakan teman tidak peka.


Sekembalinya Joshua ke ruangannya, ponsel Jack bordering, panggilan masuk dari Anggi, tampa menunggu lama Jack menjawab dan mereka terlibat obrolan yang panjang. Hingga jam tugas Jack selesai.

__ADS_1


Dia akan pulang ke mansionnya karena belakangan dia jarang ulang dengan alasan menginap dirumah Joshua, untungnya temannya itu mau saja di ajak kerja sama.


Disinilah dua saudara yang sama-sama tampan, yang satunya tampan dan berwibawa, satunya lagi cool, orang yang tidak mengenal Jack tidak akan percaya bahwa dia adalah dokter yang kompeten, terlihat dingin diluar namun siapa sangka dia hangat kesemua paiennya.


“Aku kira kau tidak akan pulang lagi”


“Aku juga merindukan kakakku” tawanya membuat Boy hanya menghela napas.


“Jangan berbohong, aku tahu selama ini kau tinggal dipartemen yang kau beli” katanya santai namun Jack melotot karena tidak percaya kakaknya tahu.


“Aku yang menjagamu dari masih kecil, bagaimana bisa aku tidak tahu dimana kau selama ini” Jack hanya mendengus, dia baru ingat siapa kakaknya,bahkan dulu kakaknya sampai harus menjadi gurunya disekolah.


“Jadi bagimana hubunganmu dengannya?” pertanyaan Boy membuat Jack mengehntikan suapannya, dia menghela napas lalu memasukkan kembali makanan ke mulutnya.


Melihat itu Boy tidak lagi membahas masala Stella.


Dua saudara itu melanjutkan obrolan mereka kembali di balkon kamar Boy, sudah lama mereka tidak melakukannya, semenjak kepulangan Stella ke Indonesia.


“Bagaimana dengan Anggi?” Tanya Boy dia tahu kasus yang menimpa sahabat adiknya itu.


“Dan kau mendukungnya?” Jack mengangguk.


“Tidak ada yang dia percaya selain aku, bahkan kakak tahu bagaimana orang tuanya, Joshua tidak akan mau melakukannya, lebih-lebih Anggi dia tidak akan mau jika Joshua mendekatinya”


Boy hanya mengangguk.


“Aku dokternya, dan aku bertanggung jawab atas kesembuhan pasienku”.


Tidak adalagi pembahasan setelah itu, karena Boy tidak akan membahas Stella karena tidak akan aman untuk hatinya, dan Jack tentu saja dia tidak akan membicarakan Stella di depan kakaknya lagi.


Mereka berdua larut dalam pikiran mereka sendiri tentang bagaimana membuat Stella nyaman. Boy tahu bahwa mereka sudah putus karena Anggi.


Untuk itu dia mencoba keberuntungan, walau nanti hasilnya dia kan kalah lagi, maka dia akan menerima, sekarang dia hanya akan bersaing secara sehat.


Keesokan harinya di ‘BJgroup’wanita canti dengan setelan modis dan seksi terlihat keluar dari lift dan melangkah masuk kedalam ruangan yang begitu besar dengan banyak layar monitor disetiap biliknya.


Stella berjalan dan duduk di biliknya, teman-teman kerjanya yang lain melongo melihat kedatangannya yang tiba-tiba pasalnya mereka sudah yakin bahwa waktu Stella sudah keluar dari perusahaan.

__ADS_1


“Wah, anak baru kita suda seperti kesayangan bos saja, datang dam pergi sesukanya”Stella masih tidak memperdulikannya, dia harus menerima, dia memang salah karena berniat keluar namun sekarang dia berakhir di sini.


Karena diabaikan membuat mereka jengah dan melanjutkan pekerjaannya, karena jika Lucas melihat mereka maka akan berakhir buruk.


Semua berjalan seperti biasa tidak ada yang terlalu sulit hanya saja sebagian diantara mereka masih tidak suka dengan kehadiran Stella, tapi mereka memilih diam, mereka tahu akibatnya jika menganggu karyawan yang lain.


“Nona Stella, anda diminta keruangan oleh Bos”


Stella berdiri dan menghela napas, dia melangkah melewati Lucas yag tersenyum padanya dan mengabaikan yang lainnya karena mulai bergosip


“Jangan berani-berani bergosip, kalian tidak melihat cctv dan pengeras suara itu?"


Sontak mereka berdecak lalu duduk kembali ditempat ,mereka masing-masing.


Saat dipersilahkan masuk, Stella tidak hanya melihat Boy didalam tetapi juga ada Ivana yang bergelayut manja disampig Boy.


“Anda memanggil saya tuan?”


Boy mengangguk, dia tidak suka dipanggil tuan namun dia tidak akan melarangnya bisa-bisa Stella kabur lagi dan itu merepotkan.


“Kau lihat tumpukan diatas meja?” netra Stella kea rah dimana Boy katakan, dia melihat banyak tumpukan disana. Dan melihat kearah Boy meminta penjelasan.


“Bawa bersamamu, pelajari dan jika ada yang tidak dipahami kau bisa bertanya padaku atau Lucas”


Stella berjalan kearah meja dan melihat satu persatu tumpukan itu, dia menggelang dan mendadak kepalanya sakit.


“Tuan yakin ini semua harus saya pelajari?”


“Kenapa tidak? bukankah seharusnya kau bawa saja dan tinggalkan kami berdua” Ivana yang menjawab, dia sudah jengah melihat Stella, bukankan bebeapa hari yang lalu dia sudah tidak berada disini, kenapa tiba-tiba bisa kembali.


“Diamlah Ivana, jangan ikut campur” Boy protes karena Ivana tidak bisa menjaga ucapannya.


Melihat itu Stella membawa tumpukan itu bersamanya, dia tidak akan terlibat urusan dua orang ini.


Namun sebelum dia benar-benar keluar dia menoleh pada Ivana, usia mereka memang terpat jauh, tapi jangan salahkan Stella yang tidak suka dengan ucapannya.


“Stella kembali keruanganmu”

__ADS_1


__ADS_2