Sayang, Aku Kembali

Sayang, Aku Kembali
Bab 31


__ADS_3

“Jack ….” Panggil Anggi dari arah belakang,membuat Jack yang masih mematung melihat air mata Stella berbalik, melihat gadis yang di bawanya berlari ke arahnya. Stella yang melihat itu langsung berbaik dan berniat pergi terlalu muak rasanya melihat dan mendengar drama sepasang kekasih.


Tetapi dari arah belakang Boy juga memanggil Stella, membuat Jack tidak suka karena kakaknya seolah datang sebagai pahlawan.


Stella yang sudah berdiri di pinggir jalan menunggu taksi tidak memperdulikan ketiga orang disana.


“Jack, kita pulang bersama,” ucap Anggi yang mulai tidak nyaman.


“Tunggu, aku akan bicara dengan Stella dulu,” ucapnya melepas pegangan Anggi di lengannya.


“Tapi ….” Lirihnya.


Jack tidak mendengarkan Anggi dia sudah berjalan kea rah Stella dan kakaknya, terlihat di sana Stella yang menolak untuk pulang bersama bosnya.


“Tidak! Bapak tinggallah tidak enak dengan nona Ivana,” Ucapnya masih menoleh ke kiri dan kanan menanti taksi yang tidak biasanya tidak ada yang lewat.


“Stella …. Kak, biar aku bicara dengan Stella, kakak masuklah. Kak Ivana pasti mencari kakak,” putus Jack. Dia tahu kakaknya tidak akan menolaknya. Dia harus bisa bicara dengan Stella, sudah sebulan dan dia belum bisa menjelaskan semuanya.


Boy hanya mengangguk, walau hatinya tidak rela. Menghela napas pelan. Boy meninggalkan Stella dengan berat hati, mengabaikan Anggi yang juga memasang wajah masamnya.


“Pergilah, kekasihmu menunggmu,” ketusnya karena Jack terus saja membujuknya untuk bersamanya.


“Sayang, maafkan aku. Aku bisa jelaskan semuanya.” Jack merendahkan suaranya. Dia tidak akan membiarkan Stella bebas kali ini.


“Mau jelaskan apa?” Stella menghela napas pelan menghadap kearah Jack, dia sangat kesal karena tidak juga ada taksi yang lewat sejak tadi.


“Sekarang jelaskan!”


“Tidak di sini, ikutlah bersamaku, hem.”


Jack meminta supir yang membawanya tadi, mengantar Anggi pulang lebih dulu, sementara dia menggunakan mobil Boy untuk kembali, dia tahu kakaknya akan pulang larut seperti biasanya.


Anggi menolak karena, dia tidak ingin pulang tanpa Jack tetapi tatapan Jack membuatnya mengerti dan mau tidak mau mengangguk, membuat Stella tersenyum hambar melihat intraksi keduanya yang membuat dirinya semakin muak.

__ADS_1


Mereka menggunakan mobil Boy, menuju apartemennya, dan meminta keamanan mengembalikan mobil kakaknya di mana Boy sekarang berada, Stella yang tidak paham di abwa ke apartemen merasa tidak suka.


“Kenapa datang kemari? Kau bisa bicara sekarang.” Stella masih bicara di depan lift dan enggan untuk ikut bersama mantan. Mantan yang masih di sayangnya tetapi akan segera dia lupakan.


“Kau ingin mendengar penjelasan? Maka ikut bersamaku.” Jack menarik tangan Stella masuk lift dan menekan nomer dimana unitnya berada.


“Bagaimana kabarmu?” tanya Jack karena Stella membentengi dirinya denga aura yang sangat dingin.


Karena mengerti Jack tidak bertanya lagi, dia akan menjelaskan semuanya di atas. Jack mengira bahwa dalam seminggu atau dua minggu Stella akan bisa di sentuhnya lagi, tetapi kenyataannya sudah sebulan lebih wanita ini semakin jauh darinya.


Dan untungnya kak Ivana mengundangnya, tetapi sialnya dia mengajak Anggi yang pasti akan membuat Stella semakin salah paham padanya.


Sesampainya mereka di depan pintu tempat tinggal Jack. Stella masih memasang wajah datar karena tidak mengerti kenapa dia harus di bawa kesini.


Sampai di depan pintu, Jack langsung membawa Stella masuk ke dalam, mendudukkannya di sofa dan meninggalkannya beberapa saat untuk membawa beberapa minuman untuk kekasihnya.


Jack akan tetap mengangga Stella kekasihnya.


“Sayang, jangan terlalu galak, maafkan aku.” Jack menggenggam tangan Stella nemahannya agar tidak terlepas.


“Jangan ke kanakan Jack, sudah tidak ada lagi yang harus kita bahas. Mengertilah, jangan keras kepala,”


“Bagaimana tidak aku keras kepala, sementara kau tidak ingin mendengarkan penjelasan apapun dariku. Kau salah paham.”


Stella sudah merasa jengah. Mereka sudah membahas ini berulang kali. Dan tetap saja Stella yang merasa terluka. Bagaimana bisa dia berpikir positif saat kekasihnya menginap di kamar wanita yang sejak lama menyukainya.


“Baiklah, sekarang jelaskan, jangan mengundur waktu karena setelah ini aku tidak akan bisa memaafkanmu, kau mengambil waktuku.”


Tentu saja ucapan Stella mmebuatnya kecewa, tetapi Jack sadar dia memang salah. Untuk itu dia menaham kekesalan yang memang di sebabkan olehnya.


“Malam itu aku memang menginap di apartemen Anggi, kau tahu dia aru saja mengalami musibah, dan aku—,”


“Kau menemaninya sepanjang malam.” Jack menghela napas pelan. Dia memang melakukannya.

__ADS_1


“Lanjutkan.”


“Hanya itu, aku memang menginap disana karena dia terus mencoba menyakiti dirinya sendiri, dan aku tidak mungkin membiarkannya.” Stella hanya mengagguk. Tetapi Jack bisa menangkap arti anggukan Stella yang semakin terlihat sangat keceewa.


“Sudah?” tanya Stella dan Jack mengangguk. Memang hanya itu sampai Stella menelponnya dan mendengar suara Anggi memanggilnya. Setelah itu Jack semakin di sibukkan dengan pekerjaannya sehingga tidak bisa langsung menjalelaskan kepada Stella.


“Baiklah, aku sudah mendengar semuanya, aku akan kembali.” Stella sudah berdiri dan akan berbalik tiba-tiba pintu terbuka dan menapilkan seseorang disana.


“Jack sayang ….” Anggi mengecilkan suara pada kata terakhir karena melihat sosok siapa yang berada di depannya.


“Stella … aku, kau salah paham.” Anggi mendekat ingin menjelaskan tetapi Stella melewainya begitu saja dengan wajah dinginnya.


Jack mengabaikan Anggi yang memelas minta maaf padanya, ia mengejar Stella yang semakin jauh melangkah memasuki lift.


“Sayang, tunggu.”


Stella menutup mata karena sudah lelah mendengar Jack memanggilnya sayang, sementara dia tinggal bersama Anggi. Kebohongan apa lagi yang akan Jack berikan Jack sekarang.


“Sayang.”


“Jack, STOP!! Kau membuatku muak, jangan memanggilku sayang, aku tidak menyukai semua yang keluar dari mulutmu.” Stella terisak, dia kesal karena lift tida juga terbuka sementara dia sudah tidak tahan dengan Jack.


“Sayang ….” Lirihnya. Di bisa melihat tatapan kecewa Stella padanya.


“Hentikan aku mohon, jangan menggangguku lagi, aku mohon, hiks ….” Stella luruh, diaterisak sambil berjongkok, hatinya sangat sakit sekarang, karena belum bisa melupakan Jack yang mengkhianatinya.


“Sayang, aku bisa jelaskan,” Jack memeluk Stella yang luruh di bawah, memeluknya erat. “Jangan menangis, hem. Aku mencintaimu.” Jack terus meminta maaf dan mengucapkan cintanya dalam isakah Stella yang tidak berhenti sampai Stella tidak menyadari bahwa lift sudah terbuka, Jack tetap memeluk kekasihnya semakin erat, mengabil beban yang di rasakannya selama ini. Sampai dia mendengar napas teratur Stella.


Jack yang tahu Stella tertidur, langsung mengangkatnya dan membawanya kembali masuk ke dalam kamarnya. Anggi yang melihat Stella di angkat oleh Jack mencoba mennaykan apa yang terjadi tetaoi Jack tidak menjawabnya sebelum meletakkan Stella di Dallam kamarnya dan membuatnya nyaman.


“Jack maafkan aku, aku tidak tahu kalau Stella ada di sini.” Ucapnya separuh jujur.


“Tidak mengapa, aku bisa menjelaskannya setelah dia sadar, ada apa?” Jack bertanya karena tidak baisanya Anggi datang malam ke apartemennya.

__ADS_1


__ADS_2