Sayang, Aku Kembali

Sayang, Aku Kembali
Perubahan Stella


__ADS_3

Tidak menunggu perintah dua kali Stella keluar membawa semua tumpukan berkas itu bersamanya. Lucas dan lainnya hana diam melihat banyaknya berkas yang bertumpuk diatas meja Stella.


“Aku yakin dia ingin balas dendam padaku” kesalnya lalu menumpu kepa diatas meja mentaap banyaknya tumpukan diatas mejanya.


Sementara didalam ruangan Boy.


“Lain kali jaga batasanmu” ucapnya pada mantan tunangannya, Ia berdiri dan kembali ke kursinya.


Melihat itu Ivana juga ikut berdiri, memeluk Boy dari belakang sehingga pria itu tidak meneruskan langkahnya.


“Aku merindukanmu” katanya menempelkan wajah dibalik punggunh Boy.


“Jangan melewati batasmu, Ivana,”


“Batasan apa? Kita sudah bertunangan,”


“Kau lupa kalau kita sudah sepakat membatalkannya?”


“Tapi kau juga lupa bahwa aku tidak pernah menyetujui ide gilamu, kau sudah berjanji pada Ayahku, dan sekarang aku mewakilinya, menuntut janji itu”


Boy membalik diri, melihat kerah Ivana yang juga menatapnya penuh memuja.


“Aku tidak bisa menikahimu, dan tidak akan bisa” tekannya menatap malas Ivana


“Karena gadis tadi? Kau mau merebut kekasih adikmu, Boy kau tidak gila?”


Mendengar itu Boy melangkah kekursinya, entah sejak kapan Ivana mengetahuinya, yang pasti dia tidak perduli.


“Ternyata benar? Apa istimewanya dia sampai kau juga berniat memilikinya?”


Ivana sudah berdiri didepan Boy mematiskan apa yang dia fiirkan salah, tetapi setelah dia melihat hatinya tenu saja kecewa karena melihat memang Boy mencintai kekasih adiknya.


“Kau sadar Boy, dia kekasih Jack adikmu, kau tega menusuk adikmu dari belakang?


Boy tidak memberi jawaban apapun, dia menyingkar Ivana dari jalannya dan mulai duduk di kursinya


dengan menyandarkan badan pada sandaran kursi.


“Keluarlah, aku harus mengerjakan pekerjaanku”

__ADS_1


Ivana berdecak, Ia meraih tasnya dan meninggalkan ruangan itu. Tidak dia sangka penantiannya selama ini masih saja tidak membuahkan hasil.


“Gadis kecil itu, aku tidak akan membiarkannya memiliki Boy, tidak akan!”


Ivana meninggalkan gedung tinggi itu dengan perasaan yang dongkol. Empat tahun lalu, ia tidak tahu apa alasan Boy tiba-tiba saja membatalkan pertunangan mereka, hingga suatu saat dia melihat foto seorang gadis yang berada diantara selipan buku dikantor Boy.


Dan kebenaran lain terungkap bahwa Jack juga memiliki foto yang sama di wallpaper ponselnya yang tidak sengaja terlihat, dan dari Jackah dia tahu bahwa gadis itu memang memiliki hubungan lebi dari sahabat dengan Jack.


Kembali pada Stella yang diberikan tugas oleh Boy.


Seperti yang diminta Stella mempelajari semua dia akan bertanya langsung pada Lucas jika ada yang tidak dia pahami, sehingga rekan nya yang lain melihatnya dengan tatapan tidak suka, karena seperti sengaja merayu Lucas.


Stella mendengar mereka tetapi tidak akan gunannya meladeni mereka tujuannya memang datang belajar agar pantas mengantikan Daddy nya nanti. Lagi, dengan kesibukannya dia yakin akan bisa melupakan wajah Jack.


“Sudah waktunya makn siang, Nona” kata Lucas berdiri dia juga sangat lelah, Ia tidak mengerti kenapa bosnya memberikan tugas itu untuk Stella.


“Tuan bisa makan siang dulu, nanti setelah tuan kembali dan saya masih kurang paham, tolong ajarkan saya kembali” ucapnya tetapi masih dengan mata tertuju pada tulisan panjang didalam keras itu.


“Ikutlah bersama kami, tidak akan enak jika makan sendiri” ucap Lucas lagi, tetapi Stella tidak juga menghiraukannya.


Setelah lama membujuk dan juga karena sudah merasa lapar, akhirnya Stella ikut bersama Lucas dan beberapa rekan kerjanya yang lain.


Mereka memilih restaurant yang lebih dekat, dengan ruangan yang lebih luas karena ini pertama kalinya bagi mereka pergi bersama dan mereka akan mengabadikannya di ponsel mereka masing-masing.


“Bos, kemarilah masih ada tempat yang luas disini” kata Lucas yang melihat Boy yang baru saja datang. Inikesempatan Lucas untuk membuat tuannya membayar semua makanan mereka nannya.


Membayangkan itu saja Lucas sudah bahagia, artinya gajinya akan aman.


Boy melangkah kearah mereka yang menatapnya dengan tatapan menghormati, kecuali Stella gadis itu hanya menunduk dan menikmati makanan pembuka mereka. Pudding manga.


Karena kursi kosong hanya berada disamping Stella, tampa segan dia duduk bersebelahan membuat yang lain senyum-senyum canggung.


Mereka makan dengan canggung sekarang karena Boy sejak tadi tidak mengelarkan satu katapun. Stella pun sama dia tidak pernah mengeluarkan suara sejak tadi, hanya saat bertanya pada Lucas saja dia bersuara.


Hingga makan siang itu selesai, Stella lah yang lebih awal kembali ke kantor, dia harus menyelesaikan pekerjaannya, dia memang sengaja menyibukkan diri agar bayangan Jack.


Boy yang melihat itu menahan diri untuk tidak mendekat, walau dia sangat ingin. Dia sudah berjanj tidak akan membawa perasaan saat bersama Stella. tidak atau gadis itu kembali mogok ke kantor.


Dan benar saja sampai jam kantor selesai Stella masih tidak mengatakn apa-apa, hanya sesekali berbicara saat yanya jawab dengan Lucas, selebihnya dia lebih fokus dengan semua lembar kertas didepannya.

__ADS_1


Masih ada setengah tumpukan dan matanya sudah sangat lelah, Stella juga ingin membaringkan tubuhnya diatas kasur. Terlalu lama duduk membuat tulang pinggangnya serasa memendek.


“Tuan Lucas, apakah saya bisa meneruskan ini dirumah?”


“Tentu saja, dan biarkan saya membantu sampai dimobil.” Stella mengangguk dia tidak akan mampu membawa semuanya sampai dilantai bawah, setidaknya Lucas bisa membatu, itu memudahkannya.


Lucas sudah memasukkan berkas-berkas itu didalam mobil Stella, setelah mengucapkan terima kasih Stella membawa mobilnya keluar dari parkiran. Boy hanya melihat itu dari kejauhan. Lalu mendesah pelan.


“Stella, apakah kau sengaja melakukan ini? Apakah ini caramu melupakan Jack?” gumam Boy yang sudah berada didalam mobilnya. Dia masih dilemma dengan perasaannya, apakah dia jahat karena bahagia melihat adiknya putus?


Sementara itu dirumah sakit, Jack yang baru saja keluar dari ruang pasien melihat kerah ponselnya, nama Anggi tertera dengan huruf besar disana, tidak menunggu lama Jack memberi jawaban, sambil berjalan keruangannya.


Terlihat senyumnya tersungging, dia tidak menyadari bahwa apa yang dia lakukan terlihat jelas oleh Joshua. Pria berkaca mata itu hanya diam saja. Dia seperti tidak mengenal temannya sekarang.


Dia memang tidak terlalu mempercayai Stella, karena wanita cantik sulit dipercaya, tapi melihat kedekatan Jack dan Anggi membuatnya tidak suka, bukan karena dia masih menukai Anggi tetapi karena dia merasa kasihan dengan Stella.


Dia berniat akan mengunjungi teman lamanya nanti setelah jam kerjanya selesai. Dan disinilah dia sekarang, dikediaman Stella, Joshua datang disaat yang sangat tepat. Saat makan malam akan dimulai.


“Aku merasa tidak enak karena datang disaat tidak tepat” katanya merasa tidak enak.


“Jangan mengatakan hal tidak baik didepan makanan pak dokter” gurau Stella, gadis itu menggunakan piyama seperti akan tidur tetapi saat dia menemukannya gadis itu diruangtamu, gados itu tengah sibuk dengan kertas-kertas diatas mejanya.


Setelah makan malam selesai, Joshua kembali mengikuti Stella keruang tamu dengan membawa cemilan.


“Sepertinya aku memang datang disaat waktu yang tidak tepat” kata Joshua.


Stella yang mendengar itu hanya tersenyum lembut.


“Tapi aku senang kau datang, aku ada teman mengobrol” katanya masih dengan mata yang tertuju pada kertas-kertas didepannya.


“Apakah kau bahagia?” Tanya Joshua. Stella yang mengerti dengan pertanyaan itu langsung mengangguk.


“Tidak ada alasan aku tidak bahagia,” jawabnya masih dengan mata tertuju pada berkas-berkas didepannya.


“Aku tidak ingin ikut campur urusan pribadimu dengannya, tetapi melihatnya seperti itu aku-”


“Dia akan baik-baik saja. 4 tahun yang lalu juga dia bisa hidup dengan baik”


“Stella..” Joshua ingin menyela tetapi Stella lebih dahulu berbicara.

__ADS_1


“Jangan hawatirkan temanmu itu, sama seperti 4 tahun lalu, ada Anggi yang akan menemaninya, dan mungkin saja sekarang dia sadar bahwa bukan aku yang seharusnya dihatinya tapi Anggi.”


Joshua yang mendengar itu merasa tidak enak pasalnya dia juga mengatakan hal sama pda Jack tentang Anggi. Stella megerti kediaman Joshua dia hanya tersenyum lalu melanjutkan kegiatannya.


__ADS_2