Sayang, Aku Kembali

Sayang, Aku Kembali
Bab 9 | Tidak akan melihatmu


__ADS_3

Di indonesia ..


Setelah makan siang Jack kembali keruangannya, dengan pakaian resmi dan sneli di lehernya membuat semakin terlihat gagah. Jika dulu Jack pemuda yang mudah menebar senyum tdidak dengan yang sekarang. Laki-laki ini sudah tepat di nobatkan sebagai pria tampan dan gagah seperti yang biasa kita ketahui. cuek dan datar.


Mamasuki pintu dan duduk dengan mata terpejam dia sangat lelah sebanarnya. Dan sekarang dia mengantuk saat sudah merasa kenyang. Kebiasaan yang belum berubah.


Dia merasa baru saja menutup mata, pintunya kembali diketuk dari luar.


"Masuk"..


"Hai Jack".


Melihat siapa yang datang membuat Jack tidak suka. Dia kembali memejamkan mata.


"Kenapa kau terlihat malas melihatku? Tadi kau menyuruhku masuk?" protesnya dan langsung duduk dipangkuan Jack.


"Apa yang lakukan?" Jack berteriak karena merasa terkejut. Dia berdiri dan membuat wanita itu terjatuh.


"Kau kasar sekali". Anggi bangun dan menepuk-meouk bokongnya yang sedikit


"Seharusnya sebelum kau masuk sudah ku buat keamanan menyeretmu keluar".


"Sayang...".


"Anggi Stop". Dia menatap kearah Anggi, sahabatnya yang dulu masih lugu.


"Jack..aku tidak ingin putus dari mu". Teriaknya frustasi sudah sebulan ini dia merayu agar Jack mau kembali menjadi kekasihnya tetapi selalu saja gagal. Ingin rasanya dia pura-pura sakit lagi agar Jack mau bersamanya. Walaupun selama dua minggu Jack harus menahan diri. Dan setelah tahu ternyata Anggi menipunya dia sangat membenci wanita ini.


"Terserah kau saja. Yang harus kau ingat adalah Aku tidak pernah mau bersamamu, seandainya saja kau tidak menjebakku dengan penyakit sialanmu itu aku tidak akan buang-buang waktu menjadi kekasih palsumu".


"Apakah karena Stella? Tanya nya yang tidak mendapat jawaban dari Jack.


"Sadarlah! Dia tidak akan kembali, aku sudah yakin dia sudah memiliki kekasih disana". Katanya duduk dikursi depan.


"Dan andikan dia tidak kembalipun aku tidak akan melihatmu". Sinisnya melihat Anggi yang difikirnya sangat berubah.


Yah setelah kejadian beberapa tahun lalu, Anggi yang biasanya selalu bersama Stella, mendapatkan teman baru dikampus dan sialnya salah satu dari mereka mambawa Anggi ke Club dan membuatnya tidak sadar. Anggi yang sudah tidak berdaya karena diberi obat. Memberikan dirinya sendiri dilecehkan. Dan sialnya lagi Jack dan Joshua terlambat menemukan Anggi.


Karena insiden itu Anggi trauma, dan meminta Jack melindunginya dan memintanya menjadi kekasihnya. Tidak tahunya Anggi memang yang merencanakan itu untuk menjebak Jack agar mau bersamanya.

__ADS_1


"Dia pasti akan kecewa melihatmu seperti sekarang".


"Aku tidak perduli". Jawabnya acuh. "Aku hanya menginginkanmu"


"Dan aku tidak ingin" Jawab Jack dengan nada datar.


"Coba sekali saja kau melihatku, apa kurangnya aku? Aku dan Stella sama-sama wanita"


"Benar kalian sama-sama wanita, tetapi bukan wanita murah sepertimu". Anggi yang mendapatkan hinaan itu mengepalkan tinjunya. Dia tidak terima selalu saja dibandingkan dengan Stella. Sudah bagus dia pergi jauh jadi dia ada kesempatan mendapatkan Jack.


Tetapi ternyata dugaannya salah. Jack tetap tergila-gila padanya walaupun dia pergi jauh. Dan salah satu caranya adalah menjabak Jack. Tapi sialnya sandiwaranya harus terbongkar.


"HENTIKAN". Kau boleh saja menolakku sepuasmu tapi jangan mengatakan aku murahan BRENGSEK".


'Bug


'Bug


Anggi berteriak dengan tangan memukul lengan Jack berulang kali. Dia sangat marah karena Jack terus saja menuduhnya.


Ya dia salah karena merencanakan pelecehan atas dirinya sendiri tetapi tidakkah Jack percaya bahwa dia hanya berpura-pura yang artinya dia masih suci.


"Kau yang berhenti". Kini Jack yang berteriak dengan memegang kedua tangan Anggi yang terus memukulnya.


"Dengarkan aku, aku masih menganggapmu temanku jadi ku mohon bentikan legilaanmu". Dia kembali menghembuskan nafas pelan. Emosinya masih bergemuruh "Aku tidak pernah menyukainmu dari dulu dan sampai saat ini, aku tidak bisa melihat sesuatu padamu, aku mohon jangan membuat aku semakin membencimu".


Jack melepas pegangan tangannya yang mengenggam lengan Anggi lalu mengangkat kedua tagan dekat kepala tanda menyerah.


"Kembalilah.. aku ingin istrahat sebelum menjenguk pasienku". Mendengar itu hati Anghi semakin tersayat-sayat. Dia sangat sedih. Bagaiman mungkin dia selalu kalah dengan Stella.


Dia melajukan mobilnya kembali kerumah. Dia akan istrahat. Kepalanya sangat sakit. Jack selalu menolaknya.


Hari-hari berlalu dengan begitu cepat dua hari lagi Stella akan kembali ke Indonesia tentu saja itu adalah kabar bahagia untuknya selama empat tahun dia tidak melihat tanah kelahirannya dan memutuskan kontak dengan semua yang ada disana.


Stella sengaja mengganti kartu dan semua yang bisa menghubungkannya dengan Indonesia termaksud menonaktifkan sosial mediannya.


Namun beberapa minggu lalu dia membuka sosial medianya dan mencari nama Jack. Walaupun sahabatnya itu mengganti foto. Tapi Stella tahu itu akun yang Jack punya karena masih terdapat percakapan mereka didalam.


Karena sudah sangat merindukan sahabatnya itu Stella hanya memberi kabar bahwa dia akan kembali ke Indonesia setelah itu dia mematikan kembali sosial medianya.

__ADS_1


Dia tidak ingin terlalu jauh mencari.


Dia juga sangat malu mengingat dirinya pernah mengatakan cinta pada gurunya.


"Wah. Dulu aku sangat tidak tahu malu". Ucapnya bergidik ngeri mengingat kelakuannya yang sangat tidak tahu malu.


"Pak Boy mungkin sudah memiliki anak, aku penasaran anaknya setampan apa?" Dia hanya tersenyum geli lagi-lagi mengingat gurunya yang sangat suka menghukumnya dengan alasan yang tidak masuk akal.


Besoknya di Indonesia Jack sudah membuat kerusuhan pagi-pagi dimansion, lagi-lagi membuat Boy hanya mengerutkan kening melihat aneh pada adiknya.


"Kau kenapa? Pasienmu kenapa?


"Ah kau mengagetkan ku kak, Tidak, bukan pasien aku sudah serahkan jadwalku pada Joshua dia akan menangani semua pasienku" dengan terus memperbaiki tatanan rambutnya berulang kali.


"Tumben, ada apa? Kau akan kencan?" Pancing Boy karena masih sangat bingung.


"Hum, bisa dikatakan begitu, baiklah aku kelaur dulu". Setelah mengatakan itu Jack berlalu dengan menaiki mobilnya.


"Kencan katanya". Boy berdecak kemudian keluar menuju mobil dan meninggalkan mansionnya ke kantor. Ada rapat penting hari ini dan dia harus menyiapkan semuanya dengan baik.


Jack melajukan mobilnya dengan perasaan berdebar. setelah empat tahun dia akan melihat kembali wanita pujaannya. Dia sudah menyiapkan hadiah untuk menyambut anak manis itu. Banyak coklat dan kelelompok mawar merah muda kesukaan Stella.


"Kenapa jantungku berdebar, Ayolah Stella kau harus tenang". Ujar Stella setelah terlihat keluar bandara. Sementara Mommy dan Daddy sudah berada di depan. Daddy nya harus segera bertemu kliennya. Dan untuk itulah Stella punya waktu ikut.


Dia berdiri dengan kepala kekiri dan kekanan mencari seseorang yang tadi mengatakan akan menunggu di parkiran.


"Dimana dia?". Gerutunya dia sudah sangat lelah.


"Stella..." panggil seseorang dibelakangnya setelah memepuk lundaknya pelan..


"Ya ka-" Stella menyipitkan mata setelah itu memeluk Jack.


"Jack, aku merindukanmu". Stella langsung memeluknya erat, setelah dia terpana dengan ketampanan pria yang sudah membuat jantungnya berdebar.


"Aku juga" melepaskan pelukan mereka dan memberikan bunga mawar dan coklat yang tadi dia siapkan.


"Kau manis sekali".


"Kau banyak berubah, apakah kau bahagia disana? Kenapa kau mengganti nomer dan sosial mediamu juga hilang?" Cerca Jack dengan terus melihat tangannya yang terus digenggam Stella.

__ADS_1


"Hum, aku bahagia setidaknya selama disana tidak ada yang mengutarakan perasaannya padaku". Sindir Stella melirik ke arah Jack yang menurutnya semakin tampan saja.


"Ck aku tidak percaya". Mendengar itu Stella tertawa karena berhasil melihat wajah kesal Jack. Setelah tawanya berhenti dia menyandarkan kepalanya di dada bidang itu. Dada bidang kekasihnya.


__ADS_2