Sayangi Aku, Ibu Mertua!

Sayangi Aku, Ibu Mertua!
Oleh-oleh dari Anwar


__ADS_3

Sabar, sabar dan sabar. Mungkin itu adalah sesuatu yang harus Delima hadapi, dirinya berusaha untuk bersabar dengan sikap mertua dan saudara-saudara suaminya, berharap dirinya bisa meluluhkan hati ibu mertuanya. Karena Delima merasa akhir-akhir ini sang suami mulai perhatian kepadanya, dan ia pun berusaha untuk menjadi wanita kuat meskipun sebenarnya hatinya benar-benar sakit.


Suatu ketika, Anwar baru saja pulang dari luar kota, pria itu pulang dengan membawa oleh-oleh untuk keluarganya, kepulangan Anwar disambut dengan senang oleh sang ibu dan juga Adiknya. Sementara itu Delima yang senantiasa mendoakan untuk keselamatan sang suami, ia pun hanya menunggu kedatangan suaminya dari balik pintu dengan tersenyum.


"Anwar! Ya ampun kamu sudah pulang, Nak! Ibu kangen sekali loh sama kamu!" seru Bu Semanggi sambil mengambil tas Anwar yang berisi oleh-oleh dari luar kota.


"Iya, Bu! Anwar juga kangen sama Ibu, apalagi sama Delima, Oh ya? Kemana Delima?" tanya Anwar sambil menengok ke kanan dan ke kiri, mencari keberadaan sang istri.


Bu Semanggi dan Manggis pun hanya diam dengan tatapan sinisnya, sementara itu Anwar masuk ke dalam kamar. Di sana Ia melihat Delima yang sedang berdiri di belakang pintu dan sedang menunggu kedatangan sang suami.


"Ima! Kamu kok di sini?" tanya Anwar sambil memeluk suaminya.


"Kamu sudah pulang, Mas? Aku kangen banget sama kamu!" balas Delima sambil memeluk suaminya.


"Aku juga kangen sama kamu, ayo coba lihat! Aku membelikan mu oleh-oleh, kita keluar!" ajak Anwar kepada Delima untuk keluar dari kamar.


Delima pun mengikuti perintah sang suami, kemudian Anwar membuka tas yang berisi oleh-oleh, ada beberapa bungkus plastik yang berbeda, Anwar membelikan masing-masing untuk istri, ibu dan juga saudaranya. Anwar membelikan baju untuk semuanya.


"Anwar belikan ini untuk Ibu, dan ini untuk Manggis, ini untuk Mbak Cempaka, dan ini untuk Ima," seru Anwar dengan memberikan masing-masing kepada istri, ibu dan saudaranya.


"Wah!! Apa ini, Anwar?" seru Bu Semanggi yang langsung membuka bungkus plastik itu, terlihat sebuah baju berwarna hitam untuk ibunya, kemudian Manggis mendapatkan baju warna kuning, sedangkan Cempaka mendapatkan baju warna ungu.


Sementara itu, Delima belum membuka baju yang dibelikan oleh suaminya, dan Anwar pun menyuruh Delima untuk membuka oleh-oleh yang dibelikan khusus oleh suaminya itu.


"Dibuka dong, Ima! Mas berharap kamu suka, ya! Mas sudah beliin mahal-mahal, nanti kamu pakai, ya! Bukannya baju kamu udah pada jelek semua? Ini Mas beliin yang baru," ucap Anwar yang tiba-tiba saja kepikiran untuk membelikan baju istrinya.


"Terima kasih banyak, Mas! Iya aku akan buka," balas Delima. Kemudian ia pun membuka plastik pembungkus nya, setelah dibuka ternyata isinya baju berwarna pink cerah dan modelnya lebih bagus daripada baju yang dibelikan kepada ibu dan saudari-saudari Anwar, tentu saja itu membuat Bu Semanggi merasa tidak senang, apalagi Manggis.

__ADS_1


"Ihhh ... kok Mas Anwar belinya beda sih! Bajunya bagus punya Mbak Delima, lah punyaku warna kuning, hmm kayak warna eek saja!!" gerutu Manggis kesal.


"Iya nih, War! Kamu lihat ini? Baju ibu kok warnanya hitam sih, kamu pikir hati ibu berwarna hitam, suram dilihatnya, War!" sahut Bu Semanggi.


"Ho oh nih Dik Anwar! Masa kamu beliin Mbak warna ungu, mentang-mentang Mbak ini nggak pernah didampingi Mas kamu, jadi kelihatan kayak janda, padahal suami Mbak kan lagi di luar negeri cara nafkah," protes Cempaka yang mendapat warna ungu.


Anwar pun berkata kepada ketiga wanita itu. "Ibu, Manggis dan Mbak Cempaka, Anwar itu udah milih baju yang sesuai dengan usia kalian, Delima juga aku pilih kan sendiri, udah ya! Aku harap kalian memakainya, biar aku senang, ini baju nggak murah loh harganya, seratus ribuan satu setel, dan sekarang aku mau mandi dulu, badanku rasanya lengket semua," ucap Anwar sembari beranjak pergi ke kamar mandi.


Setelah Anwar pergi ke kamar mandi, Delima pun beranjak pergi ke kamarnya untuk mencoba baju baru yang dibelikan oleh suaminya. Namun, belum sampai ia pergi ke kamar, Manggis adik iparnya menghalangi Delima untuk pergi ke kamar.


"Mbak Ima mau kemana, hmm?" tanya Manggis yang tiba-tiba berada di depan Delima.


"Aku mau ke kamar, minggir!" balas Delima sambil menyingkirkan tubuh Manggis. Tiba-tiba saja Bu Semanggi dan Cempaka datang menghampiri Delima dan dengan cepat Bu Semanggi mengambil baju yang dibawa oleh Delima.


'seettttt'


"Jangan, Bu! Kembalikan, itu punyaku!!" rengek Delima saat baju baru miliknya di bawa oleh ibu mertuanya. Sementara itu Manggis dan Cempaka berusaha untuk menahan Delima agar ia tidak bisa mengambil bajunya dari tangan sang ibu.


"Kamu mau mengambil baju ini? Ayok ambil kalau bisa, hahaha!!" ucap Bu Semanggi sambil mengambil gunting dan berkata kepada Delima.


"Kamu ingin memakai baju ini? Cihhh! Baju ini terlalu bagus untuk kamu, kamu itu nggak pantas pakai baju seperti ini, nggak pantas, Ima! Lebih baik kamu tidak usah memakainya, ya!" seru Bu Semanggi sembari mulai menggunting-gunting baju baru milik Delima. Tentu saja Delima memohon kepada ibu mertuanya untuk tidak melakukan hal itu.


"Jangan, Bu! Aku mohon! Jangan gunting bajuku, itu baju dibelikan Mas Anwar untukku, aku mohon ibu!!" rengek wanita itu sambil berusaha untuk melepaskan tangannya dari cengkeraman Manggis dan Cempaka.


'Cekreeekkk'


Akhirnya, baju milik Delima rusak dan tercabik-cabik, Delima melihat ibu mertuanya yang sudah menggunting-gunting bajunya dengan tak berperasaan. Delima menangis, kenapa sang mertua tega melakukan itu padanya.

__ADS_1


"Tidak! Bajuku!!" rintih Delima sambil melihat bajunya yang sudah rusak, sementara itu Bu Semanggi, Manggis dan Cempaka tertawa terbahak-bahak melihat Delima yang sedang meratapi bajunya yang sudah rusak.


Setelah itu, Bu Semanggi melemparkan baju yang rusak itu kepada Delima.


"Tuh bajumu! Udah sekarang pakai! Katanya mau dipakai, malah nangis!!" umpat Bu Semanggi dengan tawa jahatnya.


Delima cuma bisa meratapi nasibnya, sungguh kejahatan ibu mertuanya membuat nafas Delima sesak.


Tak berselang lama, Anwar keluar dari kamar mandi, tentu saja ia sangat terkejut saat melihat sang istri yang sedang menangis sambil membawa baju yang dibelikan nya dengan kondisi rusak dan tidak bisa dipakai lagi.


Anwar pun mulai geram dan marah, tanpa meminta penjelasan dari Delima, Anwar langsung memaki-maki Delima dengan kata-kata yang tak pantas diucapkan sebagai seorang suami, apalagi hasutan dari sang ibu yang mengatakan jika Delima sengaja menggunting baju itu karena tidak suka dengan warnanya.


"Ima! Apa yang sudah kamu lakukan? Kenapa bajunya jadi rusak begini?" tanya Anwar dengan wajah marah.


"Em em ... itu, Mas!!" Delima terbata-bata untuk menjelaskannya.


"Anwar! Istrimu ini benar-benar tidak tahu berterima kasih, suami udah capek-capek kerja buat beliin istrinya baju, eh istrinya nggak bersyukur, malah dirusak bajunya, istrimu ini sengaja menggunting bajunya katanya nggak suka dengan warnanya, jelek. Huh!! Dasar tie tahu berterima kasih!" sahut Bu Semanggi yang semakin membuat Anwar naik pitam.


Anwar pun mengumpat istrinya dengan kata-kata kotor, seluruh isi kebun binatang keluar dari mulut Anwar untuk istrinya, sementara itu ketiga wanita itu tampak tersenyum bahagia melihat penderitaan Delima.


Setelah Anwar puas memaki-maki istrinya, ia pun langsung pergi ke kamar dan menutup pintu itu dengan membantingnya, sehingga membuat Delima tersentak.


Jiwa Marissa dalam Delima kembali menangis, kali ini dirinya benar-benar merasa menjadi perempuan yang sangat rendah, seolah dirinya direndahkan sendiri oleh sang suami, Bram. Gara-gara hasutan ibu mertuanya.


"Ya Tuhan! Sampai kapan aku merasakan penderitaan Delima? Ibu ... maafkan menantumu yang jahat ini, aku menyesal sudah menyakitimu, Ibu. Mas Bram!!! Maafkan istri mu, Mas!" jeritan hati Marisa yang penuh penyesalan.


...BERSAMBUNG ...

__ADS_1


__ADS_2