Sayangi Aku, Ibu Mertua!

Sayangi Aku, Ibu Mertua!
Pernikahan kedua


__ADS_3

Rupanya perhatian Anwar tidak berhenti sampai di sana, pria itu terus berusaha untuk merayu Marissa. Dia adalah seorang single yang cukup berumur. Pria lajang 35 tahun. Namun, ada kendala dari keluarga besarnya, terutama ibu tirinya yang bernama Magdalena. Anwar telah mengatakan jika dirinya sudah memiliki calon istri yang akan ia nikahi sebentar lagi.


"Anwar! Apa kamu sudah pikirkan matang-matang, kamu ini seorang pengusaha besar dan seorang direktur utama. Masa kamu menikahi bawahanmu sih! Dia bukan dari golongan terpandang, apalagi dia seorang janda. Bagaimana bisa seorang direktur utama memiliki istri seorang janda! Kamu ini lihat dia dari apanya sih, War?" seru Magdalena yang tidak setuju dengan keputusan anak tirinya.


"Keputusan Anwar tidak bisa diganggu gugat, Anwar sudah berniat untuk menikahi Marissa, dan dia akan tinggal di sini bersama kita. Maafkan Anwar, Ma!" seru Anwar kepada Magdalena, setelah itu Anwar segera pergi ke kamarnya.


Magdalena tampak geram, sepertinya menantunya kelak bukanlah menantu impiannya apalagi Marissa adalah janda beranak satu.


Akhirnya, dengan berbagai cara Anwar merayu dan mendekati Marissa, wanita itu pun mulai luluh karena Anwar berhasil mengambil hati sang anak, Syakilla.


Syakilla sangat menyayangi Anwar, seolah gadis kecil yatim itu mendapatkan sosok ayah yang baik. Dan Marissa pun harus bisa mengalahkan egonya demi sang anak.

__ADS_1


Pada akhirnya, Marissa dipersunting oleh sang direktur dengan mahar yang tidak tanggung-tanggung, uang tunai satu milyar dan separuh aset kekayaan milik Anwar akan menjadi milik Marissa jika Marissa bisa melahirkan anak dari Anwar.


"Sialan! Beruntung sekali wanita itu dapat harta dari Anwar secara cuma-cuma hanya dengan melahirkan anak. Ini tidak bisa dibilang, aku harus bisa menggagalkan nya, aku yang tinggal di sini selama lima belas tahun, tidak mendapatkan apa-apa, tapi janda ini baru sehari saja sudah mendapatkan segalanya. Aku bersumpah hidupmu tidak akan bisa tenang, Marissa! Selama aku masih hidup, kamu tidak akan bisa hidup dengan tenang," sumpah Magdalena dalam hatinya. Wanita yang menikah dengan Ayah Anwar sejak lima belas tahun yang lalu itu, adalah seorang perawan tua yang hanya menginginkan harta dari ayahnya Anwar. Sayangnya, hanya Anwar lah yang mendapatkan hak waris seratus persen dari harta peninggalan almarhum sang ayah.


Karena itulah, Magdalena berniat untuk mengambil sebagian harta kekayaan almarhum suaminya. Dengan menikahkan Anwar dengan keponakannya bernama Nola.


Tapi sayang, Anwar tidak terpikat dengan Nola karena ia sudah mencintai Marissa.


Hari ini adalah hari pertama Marissa menginjakkan kakinya di kediaman keluarga besar sang suami, kedatangannya disambut oleh Magdalena dengan wajah dingin. Apalagi Anwar juga membawa ikut serta sang mertua dan juga anak Marissa yang masih berusia balita.


"Ciih enak aja jadi menantu idaman, wanita seperti ini seharusnya tidak ada di rumah ini, ya ampun! Bagaimana bisa Anwar memilih istri yang kampungan ini, kayak nggak ada wanita yang lain saja!" batin Magdalena sembari memperhatikan penampilan Marissa dari atas hingga bawah yang semuanya tertutup, karena Marissa memutuskan untuk mengenakan jilbab setelah dirinya terbebas dari dunia transmigrasi novel yang pernah ia temukan.

__ADS_1


"Assalamualaikum, Ma!" sapa Marissa sembari mencium tangan Magdalena. Dengan wajah cuek dan dingin, Magdalena menjawabnya dengan acuh.


"Waalaikum salam!" jawabnya sembari langsung menarik tangannya.


"Em ... ya sudah! Bawa istrimu masuk, eits tunggu! Anwar, haruskah di rumah ini ada seorang anak kecil? Kamu tahu kan Mama tuh tidak suka suara berisik, jika anak ini ada di rumah ini, pasti dia nangis dan berisik. Mama nggak suka," seru Magdalena yang protes karena anak Marissa juga ikut tinggal bersama.


Marissa pun merasa tidak enak dengan sikap ibu mertuanya, ia pun berkata kepada suaminya, jika Magdalena keberatan, dia dan anaknya lebih baik tinggal di rumah yang lama.


Tapi, Anwar menolaknya. "Tidak! Aku tidak setuju. Kamu, ibumu dan juga Syakilla akan tetap tinggal di rumah ini, soal Mama aku akan mencoba merayunya." seru Anwar.


"Tapi, Mas! Tetap saja aku tidak enak. Sepertinya Mama tidak suka dengan kehadiranku, aku tahu diri, Mas! Aku bukanlah menantu yang diinginkan oleh Mamamu!" ucap Marissa yang lagi-lagi ia harus menghadapi mertua yang tidak menyukai menantunya. Sebelumnya ia berada dalam tubuh Delima.

__ADS_1


"Ya Allah! Mungkinkah ini takdirku mendapatkan mertua seperti ini lagi?" batin Marissa yang harus siap menghadapi hari-hari bersama mertua yang kurang menyukai kehadirannya di pernikahannya yang kedua.


...BERSAMBUNG ...


__ADS_2