Sayangi Aku, Ibu Mertua!

Sayangi Aku, Ibu Mertua!
Minta cerai


__ADS_3

Semakin hari, rasanya Marissa tidak kuat dengan perlakuan Bu Semanggi kepada Delima, memang bukan jasad Marissa, tapi didalamnya bersemayam jiwa Marissa.


Perasaan Marissa sangat menderita, kehidupan yang dulu sangat indah dengan bersuamikan Bram yang penyayang, nyatanya kini ia harus merasakan bagaimana nasib seorang gadis bernama Delima yang mengalami kehidupan berbanding terbalik dengan dirinya.


Marissa menangis, seumur-umur baru kali ini ia merasakan sakit hati dibentak, dicaci oleh suaminya sendiri, apalagi ucapan mertua dan saudara-saudara Anwar yang selalu menganggap rendah Delima. Belum lagi Delima tidak bisa mendapatkan haknya sebagai seorang istri, nafkah lahir yang tidak pernah lagi Anwar berikan, karena semua gaji Anwar diberikan kepada ibu kandungnya.


Hingga suatu ketika, Delima berbicara serius dengan suaminya, ia ingin meminta cerai dari sang suami, tentu saja itu adalah kehendak Marissa yang ingin membebaskan kehidupan Delima dari mertua dan suami laknat seperti bu Semanggi dan Anwar.


Malam itu, saat Anwar sedang beristirahat di kamarnya, Delima berusaha untuk mengatakan keinginannya dan berharap Anwar akan segera mengabulkan nya.


"Mas!!"


"Hmm!!"

__ADS_1


"Aku ingin bicara sama kamu, Mas!" seru Delima sambil menatap wajah suaminya yang sedang beristirahat. Wajah Anwar benar-benar mengingatkan Marissa dengan suaminya, Bram. Karena wajah mereka sangat mirip. Anwar pun menoleh ke arah Delima.


"Ada apa?" tanyanya penasaran, Delima pun mulai memberanikan diri untuk mengatakan keinginan hatinya untuk berpisah.


"Emm ... aku ... aku ingin kita bercerai, Mas! Sepertinya hubungan pernikahan kita sudah tidak bisa dipertahankan lagi, aku sudah tidak tahan hidup seperti ini, akan lebih baik jika kamu menceraikan aku, dengan begitu kamu bisa membebaskan aku dari penderitaan ini, biarkan aku pergi dari hidup kalian, jika kehadiranku di rumah ini menjadi pembawa sial, untuk apa lagi aku lama-lama tinggal di rumah ini, aku ingin pergi!!"


Mendengar permintaan Delima, entah kenapa Anwar langsung memeluk Delima, pria itu tampak memeluk Delima dengan lembut, tentu saja apa yang dilakukan oleh Anwar membuat Delima bingung.


"Kamu tuh maunya apa sih, Mas? Apa itu yang namanya cinta, jika kamu mencintaiku kenapa kamu tidak pernah membelaku? Justru kamu selalu menyalahkan aku tentang semua yang telah terjadi, kamu lupa perlakuanmu padaku dan ibu? Kalian selalu menyudutkan ku, ini sangat tidak adil. Aku bukan boneka yang seenaknya dibuat mainan, kamu dan ibumu sudah sangat membuatku menderita, dan sekarang juga aku minta kamu menceraikan aku secepatnya, karena lebih cepat itu akan lebih baik, biarkan aku hidup tenang," seru Delima yang tak habis pikir dengan ucapan suaminya.


"Iya aku tahu, selama ini aku tidak bisa menolak permintaan ibu, aku terlalu menyayangi Ibuku, dan ibu adalah prioritas utamaku, meskipun aku sangat mencintaimu, tetaplah ibuku yang menjadi pilihanku," ungkap Anwar yang semakin membuat hati Delima kian sesak.


"Aku mohon padamu, Ima! Jangan pergi. Tetaplah di sini bersamaku, kamu bisa mengambil hati ibuku dengan menurutinya, tapi jangan meninggalkan ku, Ima. Jangan!!" rengek Anwar sembari menangis dalam pelukan Ima, entahlah! Hati Delima menjadi rapuh saat melihat rengekan suaminya, hati Delima memang lemah, ia pun terlalu mencintai laki-laki itu. Dan akhirnya keinginan nya untuk berpisah dengan Anwar terpaksa ia pendam, saat Anwar kembali membuat hati Delima semakin lemah.

__ADS_1


Malam itu, Delima dan Anwar sedang menikmati kebersamaan nya sebagai suami istri, sesuatu yang jarang Anwar lakukan, hampir dua bulan setelah malam pengantin mereka, Anwar tidak pernah lagi menyentuh sama sekali istrinya sendiri, karena kendala sang ibu yang selalu membuat mereka terpisah, tapi kali ini Anwar berharap Delima tidak pergi darinya. Mereka pun melakukannya untuk kedua kalinya setelah menikah.


Pagi harinya, drama kembali dimulai, Delima bangun sedikit kesiangan, tentu saja itu menjadi sasaran empuk kemarahan Bu Semanggi yang tidak beralasan. Wanita itu memarahi Delima jika gadis itu memang wanita pemalas, tidak mengerti memiliki tanggung jawab mengerjakan tugas rumah, bisanya cuma tidur di kamar, padahal Delima baru saja merasakan kasih sayang suaminya, pagi hari ia harus mendapatkan lagi kejutan menyakitkan dari sang mertua.


"Hmm ... enak ya! Jam segini baru bangun, kamu lihat itu jam berapa? Bukannya kerja malam enak-enakan, dasar mantu tidak becus!! Ini lagi, kenapa tuh rambut pakai keramas segala, percuma kamu menjadi istrinya Anwar jika kamu tidak bisa mengandung anak Anwar, dasar mandul cihh!!" umpat Bu Semanggi yang sinis saat melihat Delima baru saja keluar dari kamar mandi dengan rambut yang basah.


"Maafkan saya, Bu! Saya mohon ibu tidak berkata seperti itu, saya belum mengandung bukan karena saya mandul, tapi ... karena memang kami jarang melakukanya, Mas Anwar sering tidur di luar atas permintaan ibu," ungkap Delima yang seolah menganggap ibu mertuanya adalah penyebab dirinya belum juga mengandung.


Tentu saja Bu Semanggi semakin marah dan wanita itu menarik rambut Delima dengan kasar, "Hei perempuan bedebah! Kamu menuduhku telah membuat Anwar tidak ingin menyentuhmu, begitu! Kamu jangan mengada-ada, ya! Anwar itu sangat menyayangi ibunya, tentu saja dia lebih menuruti perkataan ibunya daripada harus menuruti perkataan istrinya yang modelan seperti ini, mikir kamu!!"


"Aduhhh sakit, Bu!!" rintih Delima sambil memegangi rambutnya yang ditarik oleh sang mertua.


...BERSAMBUNG ...

__ADS_1


__ADS_2