
Bu Semanggi melepaskan rambut Delima dengan kasar, sementara itu dua saudara ipar Anwar datang untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi. Manggis dan Cempaka melihat Delima yang tersungkur sambil memegangi rambutnya yang acak-acakan.
Manggis dan Cempaka tertawa terbahak-bahak melihat kondisi Delima yang seperti itu.
"Dia kenapa lagi, Bu?" tanya Manggis yang kepo kenapa Delima bisa sampai terlihat sangat berantakan, rambutnya yang masih basah terlihat menutupi seluruh wajahnya dan terdengar sesenggukan dari Delima.
"Dia udah berani kurang ajar pada Ibu, masa ibu dituduh udah bikin kakak kamu benci sama dia, apa dia nggak ngaca kalau dia itu tidak ada menarik-menariknya sama sekali, ya tentu saja Anwar malas lah tidur dengan perempuan pincang ini, gitu kok nuduh ibu yang mempengaruhi kakakmu," balas Bu Semanggi yang membuat Manggis mengumpat habis-habisan kakak iparnya itu.
"Apa? Perempuan ini berani ngata-ngatain ibuku! Heh ... perempuan pincang! Harusnya kamu nggak ada di rumah ini, dengar ya! sampai kapanpun kita semua tidak akan pernah menerima pernikahan kalian, meskipun kak Anwar mencintai kamu, tapi kak Anwar masih sangat mencintai ibu, dan ibu yang akan menjadi nomor satu jadi Mbak Ima tidak perlu bermimpi terlalu tinggi untuk mendapatkan perhatian dari kami, karena sampai kapanpun, kami tidak akan pernah menyukai kamu, Mbak! Ngerti ngga?" umpat Manggis dengan penuh emosi.
__ADS_1
Delima pun berusaha untuk mengalah, mungkin jika dirinya mengikuti perintah sang mertua, mungkin mertuanya akan menyayangi dirinya seperti putri kandungnya sendiri.
Demi Delima, Marissa merendahkan dirinya untuk hormat kepada Bu Semanggi, ia tidak ingin melihat Delima tersakiti, karena jika Delima mendapatkan perlakuan kasar, otomatis jiwa Marissa pun ikut merasakan penderitaan Delima, sehingga membuat jiwa Marissa merasa sangat menderita saat itu.
Delima merangkak dan meminta maaf kepada Bu Semanggi, dan dirinya berjanji akan mengikuti perintah ibu mertuanya itu.
Bukannya menjawab, Bu Semanggi justru menjauhi Delima sembari berkata.
"Eh eh jangan dekat-dekat kamu, tidak usah sok mewek-mewek dan paling menderita, kamu pikir aku akan mengasihi kamu, cihhh!! Jangan pernah bermimpi aku akan menyayangimu dan menganggap mu sebagai menantu yang baik, punya mantu seperti kamu itu adalah sebuah aib, aku juga tidak habis pikir dengan pikiran anakku, bagaimana bisa dia suka dengan perempuan seperti kamu, sepertinya aku harus menyadarkan anakku agar bisa bangun dari mimpinya," seru Bu Semanggi dengan tersenyum sinis.
__ADS_1
"Iya ibu benar, Kak Anwar pasti diguna-guna tuh sama perempuan ini, nggak mungkinlah Kakak cinta kepada gadis macam ini, udah miskin, pincang lagi, aku jadi kasihan sama Kakak, pasti hidupnya sangat tertekan memiliki istri seperti Mbak Ima," sahut Manggis yang semakin membuat perasaan Delima sangat sedih.
Kemudian Cempaka sang menantu idaman datang menghampiri Delima dengan tertawa jahat.
"Eh Ima! Kamu tuh mimpi, ya! Jangan terlalu berharap banyak jika kami akan menyayangimu, kamu tidak lebih dari jongos untuk kami, sudahlah, Ima. Terima kasih saja dengan nasibmu ini," ucap Cempaka, menantu kesayangan Bu Semanggi.
"Tuh, dengarkan dia! Kenapa dia aku sayang, karena dia adalah mantu yang sesuai kriteria ku, tidak cacat dan tidak pincang seperti kamu ..." ungkap Bu Semanggi dengan matanya yang menatap Delima penuh kebencian.
...BERSAMBUNG...
__ADS_1