Sayangi Aku, Ibu Mertua!

Sayangi Aku, Ibu Mertua!
Karma Marissa


__ADS_3

Tentu saja Mira sangat terkejut saat Delima berani sekali melemparkan cucian yang basah itu ke arah wajahnya.


"Delima! Sialan kamu! Kamu tahu apa yang sudah kamu lakukan? Benar-benar perempuan kurang ajar kamu, ya! Udah berani kamu sama aku!" sahut Mira yang mulai geram dengan perlakuan Delima.


Delima bisa saja mengalah jika berhadapan dengan ibu mertuanya, karena ia menghormati nya sebagai ibu mertua, meskipun perlakuan Bu Semanggi sangat buruk kepadanya, tapi tidak dengan Madunya, Delima benar-benar melawan perempuan yang sudah berani merebut perhatian suaminya.


Mira menarik rambut Delima dan berusaha untuk menyakiti Delima, tapi Delima tidak tinggal diam, ia pun berusaha melawan dengan menarik rambut Mira juga, dan mereka pun terlibat perkelahian yang cukup menegangkan, keduanya berguling-guling di atas lantai, dengan posisi Mira dibawah kendali Delima.


"Aww lepasin aku sialan! Wanita brengsek!" umpat Mira sambil memegangi rambutnya yang dijambak habis-habisan oleh Delima.


"Ini adalah akibatnya jika kamu sudah berani merebut suamiku, dasar perempuan murahan! Memangnya nggak ada laki-laki yang doyan dengan mukamu itu, hingga suami orang kamu ambil, dasar wanita Pelakor! Rasakan ini!!" umpat Delima sembari memukuli wajah Mira.


"Ampun! Lepasin aku! Jauhkan tangan kotor mu itu dari tubuhku!"

__ADS_1


Delima tidak mendengarkan rintihan dari Mira, ia tetap melampiaskan kekesalannya pada Mira, karena semenjak kedatangan Mira, Sang suami menjadi sangat dingin padanya.


Kegaduhan yang terdengar, memaksa penghuni rumah itu untuk datang ke tempat dimana Delima dan Mira bertengkar. Muncullah Manggis dan Cempaka yang melihat pertengkaran Mira dan Delima di ruangan tengah.


"Ya ampun!! Eh apa-apa ini!!" seru Manggis sambil membantu Mira untuk melepaskan diri dari cengkeraman Delima, Cempaka pun turut membantu memegangi tubuh Delima agar tidak bisa bergerak.


Kini, setelah dipisahkan oleh Manggis dan Cempaka, akhirnya Mira bisa terlepas dari cengkeraman Delima, sementara itu Delima masih dipegangi oleh Cempaka dan Manggis.


"Sialan! Rambutku rontok ya ampun, ini semua gara-gara perempuan sial itu, kamu harus menerima pembalasan dariku, rasakan ini wanita jelek, wanita pincang!" Mira kesal dan melampiaskan kemarahannya dengan menampar wajah Delima berkali-kali.


Suara tamparan itu terdengar begitu keras, sehingga membuat Bu Semanggi datang ke tempat dimana kedua menantunya sedang bertengkar.


Tentu saja Delima tidak bisa membalas perbuatan Mira, karena tubuh dipegangi oleh kedua saudara Anwar.

__ADS_1


"Ya ampun, ada apa ini?" seru Bu Semanggi yang melihat pertengkaran kedua menantunya.


Mira pun segera menghampiri sang mertua dan mengatakan jika Delima telah berbuat jahat padanya.


"Lihat, Bu! Perempuan pincang ini sudah menjambak rambutku, sakit Bu!" rengek Mira dengan menatap wajah Delima sinis.


"Benar itu, Ima?" seru Bu Laila dengan tatapan matanya yang nanar.


Delima pun hanya bisa diam, kemudian dengan mudah Bu Semanggi mengatakan jika Mira lebih ia sayangi dari pada Delima, Bu Semanggi tampak mencaci maki Delima dan mengumpatnya habis-habisan, kali ini Delima harus memiliki stok sabar yang tak terbatas menghadapi perlakuan orang-orang durjana di sekitarnya.


Dalam cacian dan makian ibu mertua beserta saudara-saudara Anwar, Delima pun hanya bisa meratapi duka nestapa yang menerpanya, mau bagaimana lagi ini adalah karma bagi Marissa yang sudah berani membantah suami dan ibu mertuanya.


"Ibu ... aku ingin sekali bertemu dengan Ibu, Rissa ingin minta maaf dan bersujud kepada Ibu, Rissa lelah menghadapi semua ini," jeritan hati seorang Marissa yang terbelenggu dalam tubuh Delima.

__ADS_1


...BERSAMBUNG ...


__ADS_2