
"Anwar! Sini ibu ingin bicara sama kamu," ucap Bu Semanggi sembari menarik tangan sang anak untuk ikut duduk bersama nya, sementara itu Delima masih berdiri sembari mengusap air matanya, Delima tampak memperhatikan sang ibu mertua yang akan berbicara kepada sang suami.
Delima berharap suaminya tidak menyetujui rencana Bu Semanggi untuk menikahkan Anwar dengan janda kaya di tetangga Desa.
"Apa yang ingin ibu katakan, cepat katakan! Aku ingin keluar sebentar, Anwar ingin mencari hiburan di luar, baru saja Anwar pulang, Anwar sudah tidak betah tinggal di rumah, sudah capek-capek suami pulang, tapi istri tidak menghargai kerja keras suami, percuma saja Anwar beli baju itu, jika tidak dihargai sama sekali," ucap Anwar yang membuat Delima merasa tersindir.
"Aduuhh jangan pergi dong, Nak! Ibu ingin bicara penting sama kamu, ibu ngerti perasaan kamu, istri kamu itu memang tidak tahu diri, begini War! Ibu berencana untuk menikahkan mu dengan si Mira, tahu kan? Ituloh janda muda yang baru bercerai dari Mamat?" seru Bu Semanggi meyakinkan sang anak.
"Mira? Bekas istri Mamat tukang ledeng itu? Wanita Rentenir itu, kan?" tanya Anwar penasaran.
__ADS_1
"Iya betul! Yang punya sawah banyak itu loh, biarpun dia Rentenir, tapi dia kaya nggak kayak istrimu itu, coba kamu nikah sama dia, pasti kamu yang bakal punya tuh sawah, dan hidup kita tidak akan kesusahan lagi, kamu mau, ya! Ibu jodohkan dengan Mira, lagipula perasaan Mira dulu juga naksir sama kamu, kamunya aja yang nggak mau, gara-gara kamu naksir wanita tak berguna itu," ungkap Bu Semanggi sembari melirik ke arah Delima dengan sinis.
Delima pun sangat khawatir jika saja sang suami terpengaruh dan menikahi wanita lain. Delima pun merasa ini sangat tidak adil. Apalagi jiwa Marissa yang sangat tidak menyukai poligami, Marissa pun berusaha untuk menolak perjodohan itu, karena wajah Anwar yang mirip dengan suaminya di dunia nyata, membuat Marissa seolah-olah dirinya melihat sang suami yang menikah. Maka dari itu, Marissa pun berusaha untuk meyakinkan Anwar agar tidak mau dijodohkan dengan Mira.
Delima berjalan menghampiri suaminya, dengan kaki terpincang-pincang Delima berharap bisa mengasihani dirinya untuk tidak menduakan Delima.
"Mas Anwar! Aku mohon jangan lakukan itu, Mas! Aku tidak ingin melihatmu menikah lagi dengan wanita lain, aku minta maaf kepada mu jika aku sudah menyakitimu, tapi sungguh Mas, aku tidak bermaksud merusak baju itu, bukan aku yang melakukannya, tapi Ibu yang sudah mengguntingnya," ungkap Delima sembari menangis.
"Hei dasar mantu kurang ajar! Kamu sudah berani memfitnah ibu mertua mu sendiri! Mantu macam apa kamu, Anwar! Sekarang kamu lihat sendiri bagaimana istrimu ini menuduh ibu sembarangan, kamu harus kasih pelajaran sama perempuan tak berguna ini," umpat Bu Semanggi dengan ekspresi nya yang penuh kemarahan.
__ADS_1
Anwar pun berdiri dan membungkuk ke arah Delima dengan tatapan mata yang penuh emosi. Pria itu berkata kepada Delima dengan tidak berperasaan.
"Sekarang kamu harus dengarkan aku baik-baik, kamu memang istriku, tapi kelakuan mu kepada ibuku sangat tidak aku suka, jadi jangan salahkan jika aku menuruti permintaan ibuku untuk menikah lagi dengan wanita pilihannya, paling tidak aku tidak terlalu bosan melihatmu yang sudah membuat ku sangat kecewa!" ungkap Anwar yang semakin membuat Delima menangis dan menangis.
"Ya Allah! Keluarkan hamba dari tubuh Delima, hamba tidak kuat lagi menerima semua ini, hamba ingin kembali ke rumah, hamba ingin meminta maaf kepada Ibu, setidaknya hamba merasa dihargai dan disayangi oleh ibu, tapi di sini hamba benar-benar merasakan seorang menantu yang sangat menderita, hamba menyesal, hamba menyesal!" jeritan hati seorang Marissa yang nyatanya ia menangis diperlakukan secara tak manusiawi oleh ibu mertua dan suaminya.
Sementara di tempat lain, Bu Narsih yang juga ibu mertua Marissa, tiba-tiba teringat oleh sang menantu yang beberapa hari ini pergi meninggalkan rumah.
"Marissa! Apa yang sedang terjadi denganmu, Nak? Semoga Allah selalu memberikan mu kesehatan, dan semoga kamu bisa memaafkan ibu," ucap Bu Narsih disela-sela wanita paruh baya itu memanjatkan doa.
__ADS_1
...BERSAMBUNG...