Sayangi Aku, Ibu Mertua!

Sayangi Aku, Ibu Mertua!
Meluangkan waktu


__ADS_3

Dengan sangat terpaksa, Delima harus mengikuti perintah suami dan ibu mertuanya agar dirinya tidak disiksa lagi, bukan hanya siksa lahir tapi jika penyiksaan batin, luka hati yang digoreskan oleh suami dan ibu mertuanya, membuat Delima semakin menderita dan tertekan.


Apalagi saat dirinya melihat kemesraan sang suami yang sengaja ditujukan untuk memanasi Delima.


Saat itu, anggota keluarga sedang berkumpul di ruang tengah, terlihat Anwar yang sedang tidur di atas pangkuan istri mudanya sembari menonton televisi, dan Mira terlihat menyuapi suaminya dengan buah anggur, sementara itu Bu Seroja dan Manggis sedang sibuk makan camilan sembari bercerita tentang keseharian mereka.


Terlihat Delima merasa lapar dan ingin sekali makan, sedari pagi ia belum makan apapun, ia pun memberanikan diri untuk meminta makanan kepada ibu mertuanya.


"Maaf, Bu! Bolehkah saya makan? Saya sudah sangat lapar," seru Delima sambil menahan perutnya yang lapar.


Bu Semanggi pun menoleh ke arah sang menantu dan kemudian Ia memberikan sisa makanan yang sudah terbuang.


"Kamu lapar? Nih ... makan!" seru Bu Semanggi sambil melempar makanan sisa ke arah Delima. Makanan berupa gorengan itu dilemparkan ke tubuh Delima, sehingga makanan itu terjatuh di atas lantai.


Delima melihat beberapa gorengan yang berada di atas lantai dan tentu saja makanan itu kotor terkena lantai yang kotor.


"Jangan dilihat saja, ambil! Katanya lapar? Udah ambil saja!" seru Bu Semanggi dengan mata yang melotot.

__ADS_1


Dengan tangan yang gemetaran, Delima terpaksa memungut makanan yang sudah bercampur dengan tanah itu dengan air mata yang jatuh begitu saja.


"Nah ... gitu dong! Dan sekarang kamu makan di dapur, ibu tidak mau melihat wajahmu di sini, cepat!" titah Bu Semanggi sinis.


Delima beranjak pergi dengan membawa makanan itu, dan sesekali dirinya melihat ke arah Sang suami yang tidak melihat dirinya sama sekali, Anwar sibuk bercanda dengan Mira, dan itu membuat Delima sangat sangat sakit hati.


"Mas Anwar! Tega sekali kamu, Mas! Aku kau buang seperti sampah, dimana rasa cintamu yang dulu, apakah sudah hilang untukku," batin Delima sembari terus memperhatikan Anwar dan Mira yang sedang bermesraan.


Bu Semanggi melihat Delima yang sedang memperhatikan Anwar dan Mira.


"Bu! Bolehkah saya bicara sebentar dengan Mas Anwar?" pinta Delima yang tak sengaja didengar oleh Mira.


"Bicara dengan Anwar? Bicara saja, apa dia mau bicara dengan kamu?" sahut Bu Semanggi dengan cuek.


Delima pun berjalan menghampiri Anwar yang sedang bersama Mira.


"Mas Anwar! Bukankah suami yang baik itu adalah suami yang adil kepada istri-istrinya? Ima berharap Mas Anwar bisa mengerti, sudah beberapa Minggu ini kamu tidak bersamaku, aku juga ingin tidur bersama suamiku, bisakah Mas Anwar meluangkan waktu untuk semalam saja bersamaku?" pinta Delima yang seketika dibalas oleh Mira.

__ADS_1


"Eh ... nggak bisa, ya? Mas Anwar malam ini harus tidur bersamaku, Mas Anwar udah nggak selera sama kamu, sadar diri dong!" umpat Mira.


"Tidak bisa! Kamu sudah sering bersama Mas Anwar, hampir setiap malam kamu bersamanya, dan kamu harus ingat, istri Mas Anwar itu bukan kamu saja, kamu sudah merebut kamarku, aku diam saja, dan sekarang aku meminta hakku kamu malah ingin mencegahnya," ucap Delima tak terima.


Tiba-tiba saja Bu Semanggi menghampiri Delima dan memarahinya.


"Hei Ima! Tutup mulutmu! Kamu itu yang seharusnya bisa mengalah, sebagai istri pertama kamu harus legowo dan iklhas, lagian juga kamu sudah cukup puas bersama anakku, dan sekarang biarkan mereka bahagia, masih untung kamu tidak diceraikan oleh Anwar dan dia masih punya rasa kasihan sama kamu, harusnya kamu tahu diri dong!"


Kemudian Mira mengajak Anwar untuk masuk ke kamar mereka.


"Ayo, Mas! Aku ngantuk banget, kita masuk kamar yuk!" titah Mira sambil bergelayut mesra pada lengan suaminya.


Anwar pun mengikuti perintah istri mudanya sembari menatap wajah Delima yang terlihat memperhatikan Anwar dengan nanar.


"Sudah, Ima! Sebaiknya untuk sementara kamu tidur sendiri dulu, ya! Jangan ganggu aku dulu, kami sedang sibuk membuat anak, karena kamu sendiri tidak bisa memberikannya untukku,"


...BERSAMBUNG ...

__ADS_1


__ADS_2