
Manggis menghampiri Delima dan langsung mendorong tubuh wanita itu, seketika Delima terjatuh di atas lantai.
"Eh ... Mbak Ima tuh kalo nyapu yang bener, menghalangi orang jalan aja!" seru Manggis yang baru saja membuat Delima terjatuh. Delima pun baru menyadari jika dirinya baru saja melamun.
Rupanya itu semua hanya lamunan Delima yang berani berkata seperti itu kepada keluarga diskon, tapi nyatanya Delima tidak sanggup melakukannya, karena hatinya sudah terlanjur capek dan ia tidak bergairah untuk hidup lagi.
Apalagi, tiba-tiba saja Anwar datang menghampiri Delima dan langsung menarik rambut istri pertamanya itu.
"Awww ... sakit, Mas!" pekik Delima sambil memegangi rambutnya yang ditarik oleh Anwar dengan kuat.
"Apa yang sudah kamu lakukan pada Mira, hah? Kamu sudah berani sekali menyakiti istriku, kamu benar-benar harus mendapatkan hukuman Delima!" gertak Anwar. Rupanya Mira mengadukan sikap Delima yang tidak mau mencuci bajunya.
Anwar marah dan melampiaskan kemarahannya dengan menarik dan menyeret Delima sehingga wanita itu sangat kesakitan.
__ADS_1
"Ampun, Mas! Lepaskan aku! Sakiiiitttt!!" rintihan kesakitan tak dipedulikan oleh Anwar sama sekali, entah apa yang ada dalam pikiran Anwar, wanita itu dulu sangat ia cintai, tapi sekarang Anwar melihat Ima seperti sesuatu yang menjijikkan.
"Sekarang! Aku minta kamu keluar dari rumah ini, aku tidak mau lagi melihat mukamu, kamu sudah tidak berguna lagi di sini, aku sudah bahagia bersama Mira," seru Anwar sambil melemparkan tubuh Delima keluar rumah.
Bu Semanggi melihat putranya yang mengusir istrinya keluar rumah.
"War, kok kamu usir sih! Nanti siapa yang akan mengerjakan tugas rumah? Ibu nggak mau ya ngerjain sendirian, paling nggak harus mantu yang masak, nyuci, nyapu, ngepel. Kalau Delima pergi, ya itu artinya Mira yang harus menggantikan Delima," ucap Bu Semanggi yang membuat Mira tidak terima.
"Apa ibu bilang? Saya yang harus mengerjakan tugas rumah? Diihh ogah banget, saya Nyonya di rumah ini, dan Nyonya rumah tidak mungkin mengerjakan tugas rumah, terus apa gimana punya ibu mertua yang tugasnya cuma ongkang-ongkang kaki dan ngabisin duwit Mas Anwar aja, jadi Ibu juga harus mengerjakan pekerjaan rumah dong!" sahut Mira yang membuat Bu Tien percaya jika menantunya bisa berkata seperti itu.
Rupanya, Bu Semanggi dan Mira justru bertengkar, mereka tidak mempedulikan Delima yang saat itu sedang tertatih kesakitan, dan ia pun memutuskan untuk pergi dari rumah suaminya.
Dengan langkah menyeret kaki, Delima berjalan di sepanjang jalan, jiwa Marissa sudah sangat tertekan, dalam keadaan berantakan Delima berjalan hingga akhirnya ia berada di tepian tebing yang curam.
__ADS_1
Delima menengadah ke atas, menatap langit yang saat itu terlihat gelap, awan hitam menghiasi bentang cakrawala, perlahan tetesan air hujan mulai membasahi bumi Tuhan yang luas.
Bayangan klise kejahatan ibu mertuanya dan juga suaminya, memaksa Delima untuk menjatuhkan dirinya ke dasar tebing yang curam itu, ia tak perduli lagi dengan hidupnya, tak guna dirinya bernafas di dunia ini, jika dirinya hanya merasakan penderitaan.
Tubuh mungil Delima terjatuh di ketinggian yang sangat dalam, tubuh wanita malang itu berbenturan dengan dinding tebing yang keras, setelah beberapa detik tubuh Delima terjun bebas, akhirnya tubuh tak berdaya itu tergeletak diantara bebatuan dengan kondisi yang mengenaskan.
Terlihat cahaya putih yang terpancar begitu terang, hingga akhirnya cahaya putih itu menghilang di atas tubuh seorang wanita yang sedang tertidur lelap di atas tempat tidurnya, sementara ada seorang wanita paruh baya yang mendampingi tubuh Marissa yang sudah beberapa hari ini tidak sadarkan diri.
Perlahan, Marissa membuka kedua matanya, ia melihat ke arah langit-langit ruangan itu, seketika Marissa terbangun dan memeriksa kondisi tubuhnya dan juga wajahnya.
"Aku ... aku ada di mana?" seru Marissa yang baru saja terbangun dari tidur panjangnya.
"Marissa! Kamu sudah sadar, Nak! Syukurlah, terima kasih ya Allah!!" seru sang ibu yang sangat bahagia akhirnya sang putri yang sudah hampir seminggu ini sudah tertidur tanpa sebab.
__ADS_1
...BERSAMBUNG ...