Sayangi Aku, Ibu Mertua!

Sayangi Aku, Ibu Mertua!
Sakit tak berdarah


__ADS_3

Delima hanya bisa meratapi nasibnya, jiwa Marissa benar-benar merasakan apa yang dialami oleh Delima, ia menangis ingin sekali pulang, ia merasa sendirian dan terabaikan, sesekali ia melihat kondisi dirinya yang benar-benar kacau, kehidupan seorang menantu yang sangat dibenci oleh ibu mertuanya, hanya karena Delima adalah gadis miskin.


Hari-hari Delima memutuskan berusaha untuk menjadi istri dan juga menantu yang baik, mungkin dengan cara itu ia bisa mengambil hati ibu mertuanya, karena bagaimanapun juga, seberapa besar Delima menentang ibu mertuanya, semakin dalam dirinya mengalami penderitaan, ia pun akhirnya menyadari, mungkin dengan cara menuruti perintah sang ibu mertua, dirinya akan disayang dan dianggap sebagai menantu.


Tentu saja itu membuat saudara-saudara ipar Anwar sangat senang, karena sekarang ada Delima yang mengerjakan semua pekerjaan di rumah, dari memasak hingga mencuci pakaian. Bahkan kini bukan hanya pakaian ibu mertuanya yang Delima cuci, tapi juga pakaian Manggis dan Cempaka.


Manggis saat itu hendak mencuci pakaiannya, tanpa sengaja ia melihat Delima yang sedang mencuci baju-baju dirinya dan juga ibu mertuanya. Terlintas dalam benak Manggis untuk mengerjai kakak iparnya itu.


Manggis yang saat itu membawa tumpukan baju-baju kotor, ia lemparkan saja baju itu ke arah Delima yang sedang mencuci banyak pakaian, spontan Delima marah, sosok Marissa yang ada dalam tubuh Delima ikut marah.


"Manggis! Apa-apaan ini?" tanya Delima sambil menunjuk tumpukan baju-baju kotor itu. Manggis hanya menyilangkan kedua tangannya sambil berkata dengan santai, "Mbak Delima cuci bajuku juga, ya! Aku lihat Mbak Delima sedang nyuci, jadi nggak ada salahnya dong aku nitip, nggak apa-apa, kan? Soalnya tanganku habis aku kasih kutek, jadinya takut jadi jelek, tolong ya Mbak, cuciin sampai bersih, kalau bisa pakai detergen yang paling bagus, habis itu nyucinya jangan kasar-kasar, nanti kainnya jadi rusak, kalau rusak Mbak Delima bakalan aku laporin sama Ibu, biar Mbak Delima dihukum!!" jawab Manggis sambil duduk dengan meletakkan satu kakinya di atas kaki yang lainnya, sembari ia melihat-lihat kukunya yang ia pakaikan kutek.


Tentu saja Delima tidak terima, dan ia tidak mau mencuci baju-baju sebanyak itu, apalagi pakaian Manggis terbuat dari kain jeans yang tebal, sehingga akan lebih menguras tenaga untuk mencucinya.


"Maaf, aku tidak bisa. Kamu bisa cuci bajumu sendiri, pekerjaan ku sudah banyak, kamu tidak lihat cucian ku sebanyak ini, ditambah lagi dengan baju-baju kotor milikmu yang seabrek itu, bawa pergi dan cuci sendiri, anak gadis tidak boleh malas, seenggaknya kamu bisa belajar menjadi aku yang mempunyai mertua seperti ibu," ucap Delima yang membuat Manggis tidak terima.

__ADS_1


"Oh jadi Mbak tidak mau mencuci pakaian ku? Oke!! Aku laporin ke Ibu, biar tau rasa!!" ancam Manggis. Benar saja Manggis memanggil nama Bu Semanggi dengan berteriak, sehingga membuat Bu Semanggi panik, wanita itu langsung mendatangi Manggis dengan didampingi Anwar juga.


"Ibuuuuuuu ...!!" teriak Manggis.


"Ada apa, Manggis? Kenapa kamu berteriak?" tanya Bu Semanggi.


"Ada apa ini, kenapa kalian ribut-ribut?" tanya Anwar kepada istrinya. Delima pun mengatakan apa adanya tentang Manggis yang meminta dirinya untuk mencucikan semua pakaiannya yang kotor, sementara itu Delima tidak kuat jika harus mencuci terlalu banyak, apalagi baju-baju Manggis bahannya tebal-tebal, sehingga akan membuat Delima semakin kelelahan.


"Itu Mas, Manggis meminta ku untuk mencucikan bajunya, tuh kamu tahu sendiri, aku sedang mencuci baju punya kamu, punya ibu. Kalau ditambah baju dia, kapan selesainya? Belum lagi setelah nyuci aku harus masak, jadi aku meminta Manggis untuk mencuci bajunya sendiri," balas Delima yang rupanya membuat Anwar marah.


"Eh ... cuma dimintai untuk mencuci saja kamu sudah mengeluh, bukankah itu tugas kamu, ya udah cuci sana! Manggis ini adikku, mencuci bajunya sama aja juga dengan kamu mencuci bajuku, sudah! Jangan banyak protes, makin hari kamu makin ngelunjak," umpat Anwar dengan melototkan matanya.


"Bukan begitu, Mas. Manggis adalah anak cewek, setidaknya dia belajar mandiri, bukankah dia juga calon menantu di rumah mertuanya, aku cuma ingin Manggis bisa mandiri, agar kelak ia tidak kaget saat sudah menjadi seorang istri," balas Delima yang nyatanya ucapan Delima membuat ibu mertuanya marah.


"Eh eh ngomong apa kamu! Kamu pikir anakku nanti akan menjadi babu di rumah mertuanya, itu tidak akan pernah terjadi, Ima! Sekarang lihat perbedaannya dengan kamu, anakku Manggis sangat cantik, meskipun kulitnya hitam tapi senyumnya sangat manis, banyak pemuda-pemuda diluar sana ngantri jadi suaminya Manggis, dari anak penjual tempe sampai penjual kedelai, pada ngantri untuk merebut cinta Manggis, nggak kayak kamu, udah jelek, miskin, pincang lagi, masih untung kamu menikah dengan anakku Anwar, padahal aku sama sekali tidak menyetujuinya, malu aku punya mantu cacat seperti kamu, setiap hari tetangga pada ngeledekin aku, mau taruh dimana muka aku ini!!" umpat Bu Semanggi habis-habisan.

__ADS_1


Manggis pun mendekati Delima dan berkata, "Tuh! Buka telinganya lebar-lebar, dengerin omongan ibu, jangan pura-pura budeg, tinggal cuciin aja pakai protes, Mbak Delima di mata kami itu nggak ada gunanya, cuma pembawa sial, aku tuh sebenernya malu banget punya Kakak ipar pincang seperti kamu, diihhh apaan!!" sambung Manggis yang tak kalah pedas ucapannya.


Tak terasa air mata Delima jatuh lagi membasahi pipinya, ia pun memelas dan berkata kepada sang mertua, "Bu, jika Ima sudah membuat ibu kesal, Ima minta maaf, Ima hanya ingin menjadi menantu yang baik di mata ibu, izinkan Ima berbakti kepada Ibu, Ima juga tidak pernah meminta jika Ima harus memiliki cacat seperti ini, Ima cuma ingin, tolong! Sayangilah Ima, Bu! Ima hanya ingin mendapatkan kasih sayang dari Ibu, Ima ingin seperti menantu-menantu yang lainnya, tidak adakah rasa sayang ibu untuk Ima?" rengek Delima memohon kepada sang mertua.


Nyatanya, Bu Semanggi tetap tidak memperdulikan ucapan Ima, wanita itu justru pergi meninggalkan tempat itu bersama Manggis.


"Kamu pikir aku perduli? Sayangnya tidak!!" ucapan Bu Semanggi sebelum wanita itu pergi.


Ima hanya menangis dengan menundukkan kepalanya, sementara itu Anwar yang masih berada bersama Ima, ia justru membuat hati Istrinya kian menderita.


"Itu akibatnya jika tidak menurut, apa susahnya sih cuciin baju adikku, nggak usah manja jadi perempuan, sudah! Cuci sana nggak usah pakai drama, nangis mulu kerjanya!" ucap Anwar sebelum pria itu pergi.


Delima merasakan sesak sekali dadanya, belum kering rasa sakit hati karena ucapan sang mertua, kini sang suami justru menabur garam pada luka hati Delima, sakit tak berdarah.


...BERSAMBUNG ...

__ADS_1


__ADS_2