Sayangi Aku, Ibu Mertua!

Sayangi Aku, Ibu Mertua!
Emosi Anwar


__ADS_3

Berita tentang Marissa yang keguguran, membuat Magdalena teramat senang. Setidaknya satu batu sandungan telah hilang. Dengan begitu ia bisa lebih mudah untuk mempengaruhi Anwar untuk menjauhi Marissa.


"Maafkan aku! Aku sangat menyesal," seru Anwar yang saat itu berada di samping istrinya. Marissa hanya diam dan tidak bicara dengan suaminya.


"Aku sudah bilang sama kamu, aku capek. Kamu masih saja memaksaku. Sekarang, semuanya sudah terlanjur terjadi. Anak kita sudah tiada, tidak ada gunanya lagi kamu sesali," sahut Marissa yang rupanya ia sudah sangat muak dengan sikap suaminya.


"Jadi, kamu nyalahin aku, begitu?" seru Anwar tak terima.


"Sudahlah, Mas! Sebaiknya kamu pergi, aku mau istirahat," jawaban Marissa yang membuat Anwar kesal.


Tanpa basa-basi, Anwar pun segera pergi dari sisi istrinya, pria itu sedikit membanting pintu dan membuat Marissa sedikit kaget. Baru kali ini Marissa mendapatkan perlakuan kasar dari sang suami. Perasaannya begitu sakit dan tidak bisa membayangkannya.


Setibanya Anwar di rumah, ia disambut oleh sang Ibu. Magdalena terlihat tersenyum miring ketika mendapati Anwar yang terlihat kesal.

__ADS_1


"Anwar! Bagaimana keadaan istrimu? Apa dia baik-baik saja?" tanya Magdalena berpura-pura.


"Kami kehilangan bayi kami, Ma." Mendengar pengakuan dari Anwar, Magdalena berpura-pura bersedih agar Anwar percaya jika dirinya sangat perhatian kepada putra sambungnya itu.


"Apa? Kamu kehilangan bayi kalian? Ya Tuhan! Mama ikut bersedih, kamu yang sabar ya, dari awal Mama sudah menduganya, istrimu sendiri yang tidak hati-hati, Mama sudah peringatkan berkali-kali agar istirahat saja, eh dia tetep aja membantah perintah Mama, seolah-olah dia itu super sibuk. Padahal, Mama kan niatnya baik, Mama tidak mau melihat istrimu kecapekan. Sekarang, semuanya sudah terjadi. Gini nih kalau kamu punya istri yang keras kepala," ucap Magdalena yang berusaha untuk mempengaruhi Anwar.


Anwar memilih diam, tapi dalam hatinya ia sangat marah dan kecewa dengan Marissa. Hingga akhirnya, tiba-tiba putri Marissa, Syakilla datang menghampiri ayah sambungnya. Gadis kecil itu terlihat sangat senang melihat kedatangan Anwar.


"Papa, Mama mana? Killa ingin ketemu Mama, ayo Papa bawa Mama pulang, ayooo!!" rengekan bocah kecil itu semakin membuat Anwar emosi. Anwar pun mendorong tubuh Syakilla yang masih mungil dan berkata kasar kepada anak tak berdosa itu.


"Diam!!! Mama nggak ada, Mama Mama Mama terus! Bisa diam nggak sih kamu! Bikin kepalaku tambah pusing saja, dasar anak sialan!" umpat Anwar dengan mata yang melotot. Sontak saja, Syakilla menangis karena takut melihat kemarahan Anwar yang tidak pernah ia lihat sebelumnya.


Syakilla menangis dengan kencang, sehingga membuat Magdalena juga ikut marah. "Aduhhh! Ini anak bikin pusing saja sih, nggak anak nggak emaknya dua-duanya merepotkan saja, nangis mulu. Diaaammm!" seru Magdalena kepada Syakilla yang sudah kepalang menangis keras.

__ADS_1


Karena tangisan Killa yang tidak bisa diam. Anwar pun tidak bisa mengendalikan emosinya, ia pun beranjak membawa Syakilla dan memasukkannya ke dalam gudang.


"Haaaa ampun, Pa! Ampun. Killa nggak mau, Pa!" teriak gadis kecil itu saat Anwar menyeretnya dengan tak berperasaan. Seketika tangisan Killa terdengar oleh sang nenek.


Mamanya Marissa segera berlari dan mencari keberadaan cucunya yang terdengar sedang menangis kencang.


"Anwar! Lepaskan dia! Apa-apaan kamu ini! Dia anakmu juga!" seru Mamanya Marissa yang langsung mengambil sang cucu yang berada dalam genggaman Anwar.


"Dia bukan anakku! Jadi untuk apa aku mengasihani dia, dia anak laki-laki lain, aku tidak sudi dia memanggilku Papa, sekarang dia harus aku hukum, dasar anak nakal!" sahut Anwar yang terus berusaha untuk memasukkan tubuh mungil itu dalam gudang.


"Anwar, cukup! Berani kamu memasukkan Killa ke dalam sana, aku akan memberi tahukan kepada warga jika kamu melakukan penganiayaan. Kamu benar-benar jahat, Anwar! Mama tidak menyangka ternyata ini sesungguhnya dirimu, kamu tidak lebih dari seorang iblis. Di mana hati nuranimu? Anak sekecil ini ingin kamu kurung di dalam gudang, apa kamu sudah tidak waras?" umpat Mamanya Marissa yang sangat kecewa dengan sikap sang menantu.


...BERSAMBUNG ...

__ADS_1


__ADS_2