
Secret of My Life
NARUTO © Masashi Kishimoto
Secret of My Life © HotaruBlUee
Pair :
Sasuke x Naruto
***
Naruto terbangun dari tidur singkat mendengar suara benturan kepalanya sendiri. Dia mengumpat pelan sembari mengusap bagian kepala yang beradu mesra dengan tiang pegangan kereta.
Ia memegangi perutnya yang tiba-tiba terasa sakit. Dia lapar juga kelelahan. Cacing-cacing di dalam perutnya sudah melakukan demo anarkis sedari dia memasuki kereta dan sekarang mungkin mereka sudah sekarat terkena busung lapar.
Dia tidak mengira menjadi serius itu melelahkan. Padahal masih mahasiswa baru. Untungnya sebentar lagi memasuki akhir tahun, hari-hari menuju libur panjang.
"Mana mungkin aku bisa liburan kalau di rumah ada tugas lain, haahh" Naruto menghela napas panjang tapi mengingat keadaan di rumah sudah mulai membaik, beberapa persen semangatnya kembali.
"Nikmati sajalah! Lagipula sudah tidak perlu bolak-balik antara rumah dan rumah sakit lagi."
.
.
.
Setelah pemberitahuan stasiun berikutnya diberitahukan, Naruto segera mendekat ke arah pintu keluar kereta. Dia mengeluarkan ponsel untuk melihat jam.
__ADS_1
Pukul 06:35 PM.
"Kenapa begitu cepat waktu berlalu?" gumamnya menyadari bahwa ia banyak menghabiskan waktu di perpustakaan tadi.
Pintu kereta terbuka. Dia melangkah keluar bersama penumpang lain, dan terus melangkah meninggalkan suasana di stasiun kereta yang ramai.
Setelah menaiki eskalator dan mencapai tempat yang tidak begitu ramai, Naruto mengirim pesan pada Ibunya, menanyakan kondisi di rumah.
Sembari terus berjalan dan membalas chat, Naruto merogoh saku kiri mencari permen untuk menemani mulutnya yang kesepian.
Cring!
Suara kerincing tidak asing terdengar. Bukannya permen, ia malah menemukan baby rattle berbentuk binatang.
"Ah, mainan Sei terbawa." Naruto tertawa mengingat bagaimana si mungil tadi padi melempar ini padanya karena tidak mau ditinggal.
Bruk
Wajah Naruto langsung pias mendengar suara 'krak' di depannya. Dengan pandangan ragu dia menatap ke arah suara itu berasal.
"Oh, aku menginjaknya." Suara lempeng si pelaku penabrakan yang baru saja juga menjadi pelaku penginjakan mainan imut Naruto mengeluarkan suara bassnya yang sungguh sangat --sexy-- datar tanpa dosa.
"Apa yang kau lakukan!" Seru Naruto berjongkok mengambil serpihan bukti penginjakan.
"Aku tidak sengaja."
Naruto menoleh pada pemuda yang menjulang tinggi di sampingnya dan memelototinya.
Si penginjak mengerjap polos melihat ekspresi seperti kucing yang baru diinjak ekornya dari si pirang. "Maaf." Ucapnya singkat.
__ADS_1
Pemuda yang menurut kebanyakan orang normal sangat tampan itu mengambil ponsel Naruto yang masih menyala--karena si empunya lebih peduli pada 'entah benda kuning apa itu' yang sudah menjadi minion-minion tak berbentuk. Dia terdiam selama beberapa detik, mengamati benda persegi warna putih milik si pemuda pirang yang sekarang ada di tangannya.
"Ini-"
Ucapannya terpotong saat Naruto dengan kecepatan cahaya berdiri dan merebut ponsel.
Si pirang melihat ke arah layar ponselnya yang menampilkan chat line berisi foto seorang bayi bermata kelam disertai deretan kalimat dari Kushina.
'OMG. Bagaimana aku bisa lupa dengan benda ini!?'
Si jangkung menatap berbeda pada Naruto. Ada kilat penasaran di mana onyx-nya.
'Dia tidak melihatnya. Dia tidak melihatnya. Kami-sama semoga dia tidak melihatnya.' Rapal si pirang dalam hati dengan histeris. Ia ingin menampar diri sendiri setelah membaca pesan dari sang ibu.
'Mama Naru cepat pulang! dia menangis! mau susu!'
Ya kalau mau susu tinggal berikan saja, kenapa harus lapor padaku?! Dan apa-apaan itu MAMA? 'kan sudah dibilang berkali-kali, AKU PAPANYA! ARGGHH!! Kalau saja Naruto bisa teriak begitu saat ini.
Hening tercipta. Naruto mencuri-curi pandang ekspresi pemuda bersurai kelam yang belum juga bersuara. Setelah tidak jelas hanya melirik-lirik sekilas akhirnya dengan berani ia mendongak menatap wajah pemuda yang menjulang tinggi di hadapannya.
Tinggi kok tidak bagi-bagi. Naruto mencebik iri. Dia yang tiap hari minum susu saja tingginya mentok cuma segini. Apa yang diminum si tampan ini sampai bisa setinggi ini? Susu titan?
"Kau punya bayi."
Oke, pernyataan bukan pertanyaan ini sukses membuat si pirang membeku dengan mata membulat.
"Kau sepertinya tidak lebih tua dariku," si surai kelam menghentikan kalimatnya sejenak untuk mengamati Naruto sekali lagi sebelum melanjutkan "-kau laki-laki 'kan?"
"Terlihat dari sudut manapun aku laki-laki. Matamu buram ya masih bertanya?" Sungut Naruto.
__ADS_1
'Sial, sial, sial' dalam hati dia mengumpat.