
Sasuke baru saja selesai mandi saat seseorang mengetuk pintu kamarnya.
"Sasuke-kun makan malam sudah siap, ayo makan bersama." Suara wanita terdengar dari luar.
"Aku sebentar lagi keluar." Balasnya santai. Dia mengambil asal sepasang pakaian dalam lemari dan memakainya
Setelah selesai mengeringkan rambut, Sasuke berjalan keluar kamar menuju ruang makan. Di sana sudah ada Itachi dan Hinata yang menunggu.
Kenapa mereka harus menunggunya? Sebagai orang yang hanya menumpang di sini, Sasuke merasa tidak mau menjadi orang ketiga setiap suami istri itu makan. Biasanya dia lebih memilih makan di luar, Jadi sebelum sang Kakak pulang kantor dia sudah melarikan diri atau sudah makan sebelum Itachi datang. Hari ini dia sedikit teralihkan oleh seorang pemuda berkulit tan sampai pulang tidak memikirkan apapun selain si pirang.
"Ada tempura udang dan cumi tumis tomat kesukanmu Sasuke-kun, makan yang banyak." Hinata tersenyum manis pada Sasuke.
Sasuke mengangguk tanpa ekspresi. Dilihat saja dia sudah tahu kalau ada makanan yang ia sukai.
"Kalau mau tambah nasi bilang saja." Wanita cantik istri Itachi itu berusaha membuat suasana tidak canggung. Sasuke masih terlihat asing meski sudah lama mereka tinggal bersama.
Suasana ruang makan yang sunyi berakhir oleh suara tangisan bayi yang terdengar dari salah satu kamar.
"Aku melihat Ryuuto dulu!" Hinata langsung bangkit dari kursi dan meninggalkan meja makan.
Setelah Hinata pergi, suasana kembali sunyi dengan hanya dua lelaki Uchiha dan makanannya.
__ADS_1
"Bagaimana sekolahmu Sasuke?" Itachi yang sedari tadi diam bertanya. Dia tahu Sasuke tidak terlalu suka pada istrinya dan dia tidak bisa memaksa si bungsu untuk menyukai Hinata. Semua cara untuk mendekatkan mereka sudah ia coba tapi nihil hasil. Sekali Sasuke tidak menyukai sesuatu, sulit untuk membuatnya suka.
"Seperti biasa." Bungsu Uchiha menjawab tanpa minat.
"Kau yakin tidak mau jadi dokter seperti usul Ayah?"
"Aku tidak menyesal menolak usulan Ayah."
"Kalau itu maumu sih tidak apa-apa, tapi kau selalu terlihat bosan."
"Bosan?" Bayangan sekilas pemuda pirang yang sedang melotot sok galak tiba-tiba tergambar jelas dalam benak Sasuke, membuatnya tanpa sadar mengeluarkan senyum geli. "Mungkin, tidak akan mulai sekarang."
Itachi mengangkat kedua alis penasaran dengan apa yang membuat adiknya untuk sesaat mengganti wajah pokerface yang hampir permanen di wajah tampan itu. "Sepertinya hari ini kau menemukan cara untuk bersenang-senang."
"Ooh." Sulung Uchiha semakin ingin tahu apa yang Sasuke alami hari ini. 'Apa atau siapa yang membuat bocah ini tertarik?'
Makan malam berakhir dengan tentram. Sasuke membantu Itachi mencuci piring. Biasanya ada asisten rumah tangga tapi saat ini sedang cuti hamil dan belum ada penggantinya, jadi sudah empat hari hanya Hinata yang mengerjakan pekerjaan rumah. Sesekali dibantu Itachi dan dirinya.
Di sini tidak seperti rumah utama Uchiha yang berisi banyak pelayan. Rumah Itachi dan Hinata hanya ada satu asisten rumah tangga, satu tukang kebun dan dua penjaga keamanan. Sebelumnya juga ada babysitter tapi Itachi tidak suka putranya diurus orang lain jadi dipecat pada hari ke tiga.
Tidak banyak pelayan tidak masalah. Itachi yang dulu sebelum menikah tinggal di apartemen sudah biasa mengurus diri sendiri dan Sasuke yang pernah lama tinggal di luar negeri juga terbiasa melakukan semua sendiri.
__ADS_1
Kakak-beradik sibuk dengan tugas masing-masing sampai salah satunya bersuara.
"Aniki, aku ingin bertanya sejak lama padamu." Sasuke menata mangkuk dan piring yang sudah dibilas dengan rapi di tempat pengeringan.
"Ada apa?"
"Kau tidak menyesal memutuskan menikah karena dia hamil duluan?"
"Aku harus bertanggung jawab atas apa yang aku lakukan." Jawaban yang pasti keluar dari mulut Itachi.
Sasuke tersenyum miring mendengar itu. Dia sudah menebak. "Jadi seandainya dia tidak hamil kau tidak akan bertanggung jawab menikahinya?"
"Aku tidak pernah memikirkannya karena 'seandainya' itu tidak akan terjadi."
"Jadi, kau tidak menyesal? Padahal ada jalan lain selain menikah 'kan?"
Itachi langsung berhenti menggosok piring kotor. Kenapa Sasuke tiba-tiba seperti wartawan pemburu gossip? Pikirnya heran. "Tidak ada gunanya menyesal sekarang setelah semua ini."
Sasuke membenarkan kalimat sang kakak. Jawaban itu membuatnya tahu apa yang akan ia lakukan besok.
"Aku juga berharap kau tidak akan menyesal." Dan aku juga tidak mau menyesal sepertimu. lanjutnya dalam hati.
__ADS_1
Sasuke memutuskan, besok dia akan berburu.