Secret of My Life

Secret of My Life
Chapter 24


__ADS_3

Itachi diusir dan dilarang parkir di depan gerbang oleh petugas keaman kediaman Namikaze setelah penjaga gerbang mendapat laporan dari Naruto.


Terpaksa dia memarkirkan mobilnya lebih jauh. Dia masih berharap si pirang mau menemuinya kalau ia lebih lama menunggu. Itachi hanya ingin memberitahu Naruto apa yang mengganjal di hatinya setelah mereka berpisah sampai saat ini.


Itachi berdiam diri dalam mobil, masih mengawasi seperti seorang penguntit. Dia janji pada dirinya sendiri bahwa hanya hari ini dia akan lama berdiam diri di sini untuk menunggu. Ponsel khusus bekerjanya terus berbunyi meski ia abaikan. Saat ponsel pribadi yang bergetar baru dia melihat ke layar yang menunjukkan panggilan video call dari sang istri.


Dia kadang merasa buruk sebagai seorang suami. Naruto masih memberi dampak pada dirinya. Emosinya tidak stabil setelah kembali tahu si Namikaze muda masih akan ada di sekitarnya. perasaan sedih, senang dan takut bercampur menjadi satu.


Dalam diri Itachi ia masih menyalahkan orang tuanya yang membuat si pirang begitu benci dan menghindarinya, tapi mengingat apa yang dia lakukan dengan Hinata itu nyata dan tidak bisa dia hindari, ia tidak bisa mengatakan apa-apa.


Kejadian malam natal yang akhirnya membuatnya ingin menghilangkan beban dengan alkohol dan Hinata masih belum mendapat penjelasan kenapa dia mabuk meski wanita itu sudah bertanya. Dia hanya bisa memberikan banyak hadiah berupa materi supaya istrinya lupa kejadian itu.


Mengingat itu Itachi mendesah sebelum fokus menerima video call.

__ADS_1


Wajah Ryuuto memenuhi layar.


Bayi itu menatap dalam diam.


"Ryuu-chan lihat itu Papamu!" Suara Hinata terdengar.


Itachi tersenyum melihat bayi berumur hampir tujuh bulan yang menatap dengan mata warisan Ibunya itu.


Meski bayi laki-laki tapi Ryuuto memiliki wajah sang Ibu hampir 85%. Warisan dari Itachi adalah darah Uchiha yang mengalir di tubuhnya juga surai hitam tapi tidak sekelam Uchiha pada umumnya karena campuran gen Hinata.


"Dia menunggumu pulang Itachi-kun." Hinata yang menjawab seraya menggerakkan tangan si kecil. Kali ini kamera menyorot Hinata juga yang sedang memangku Ryuu. "Sedang di mobil? Sudah mau pulang?" Tanyanya.


Itachi menatap keluar mobil sebentar sebelum kembali pada layar ponsel dan menjawab, "sebentar lagi. Aku masih harus pergi mengecek sesuatu."

__ADS_1


"Hm."


Itachi tidak tahu bagaimana ekspresi istrinya saat menjawab hanya dengan gumaman itu karena Hinata sengaja mengarahkan kamera ke bawah—kearah Ryuuto saja.


"Akan kuusahakan tidak pulang terlambat."


"Kalau begitu kami akan menunggu sambil menyiapkan makan malam untukmu. Ryuu-chan lambaikan tangan pada Papamu." Wanita itu menggerakkan tangan si kecil yang tadinya asik mengulum jempol.


"Sampai jumpa di rumah Ryuu." Itachi melambai pada dua orang di layar ponselnya sebelum mengakhiri video call.


Sulung Uchiha memegang pelipis, kepalanya berdenyut nyeri. Mungkin sebaiknya dia tidak mengganggu Naruto untuk saat ini. Meminta maafnya harus diundur lagi.


Itachi menatap foto Ryuuto yang ia jadikan wallpaper. Ia sangat menyayangi anak satu-satunya ini. Anak yang tidak pernah dia harapkan sebelumnya karena mengenal Naruto. Dia tidak tahu harus bersyukur atau marah. Bersyukur karena dengan adanya Ryuuto dia bisa merasakan rasanya jadi seorang ayah atau marah karena Ryuuto membuatnya tidak bisa memilih bersama yang ia cintai.

__ADS_1


Sekarang yang bisa Itachi lakukan hanya menjalani apa yang sudah ia pilih. Sang anak membutuhkan dirinya sebagai seorang Ayah. Jadi, Itachi memutuskan menemui Naruto dan meminta maaf secara langsung agar dia bisa melepas masa lalu.


Tapi, benarkah setelah bertemu dan meluruskan semua dia bisa melepas kenangan serta orang itu dengan suka rela?


__ADS_2