Secret of My Life

Secret of My Life
Chapter 25


__ADS_3

Sebelum Itachi menyalakan mesin mobil untuk bergegas pulang, dia melihat mobil yang ia tahu milik Sasuke memasuki gerbang Namikaze yang tadi tertutup rapat untuknya.


Dia tersenyum miris. "Kenapa kau memperbolehkan Sasuke mendekatimu Naruto? Bukannya kau sekarang benci Uchiha? Atau hanya aku?"


Gerbang yang tadi sudah tertutup setelah mobil Sasuke masuk, kini terbuka kembali memperlihatkan sosok tinggi Sasuke yang keluar dari gerbang dan berjalan dengan kedua tangan dalam saku celana menuju ke arah mobil hitam yang terparkir agak jauh di pinggir jalan.


"Tidak mungkin dia tahu ini aku 'kan?" Itachi menutup kaca samping mobilnya yang tadi sempat separuh terbuka.


Tidak lama kemudian kaca mobil milik sulung Uchiha diketuk dari luar dan suara Sasuke terdengar. "Keluar! Aku tahu kau di dalam Aniki."


Itachi tanpa punya pilihan lain membuka pintu mobil dan keluar. "Hai Otouto." Sapanya dengan senyum kalem seolah dia tidak tertangkap basah sedang bolos kerja dan dengan alasan tidak jelas nongkrong di sini.

__ADS_1


"Dari mana kau tahu tempat ini? Kau mengikutiku?" Interogasi Sasuke dengan mata menatap dingin.


"Hn." Jawab sulung Uchiha ambigu dengan mata menghindari tatapan adiknya.


Sasuke merasa Itachi memang benar mengikutinya. "Kau memberitahu Ayah dan Ibu?" tanyanya dengan serius.


"Untuk apa?" Itachi balik bertanya. Dia bukan orang yang sedikit-sedikit mengadu pada orang tua mereka. Dia bukan bocah umur lima tahun.


"Jangan memberitahu mereka. Memang ada urusan apa kau ke sini?" Lagi, bungsu Uchiha bertanya. Dia tidak ingin keluarganya membuat masalah apalagi di malam ini.


Sasuke ingin sekali menonjok wajah itu mewakili Naruto. "Aniki, lebih baik kau hentikan rasa penasaranmu itu. Seharusnya kau sudah jelas tahu bahwa kesempatanmu tidak ada lagi." Ujar pemuda itu menggunakan nada kalem menirukan sang kakak. Dia tidak mau Itachi tahu tentang Sei dan Naruto.

__ADS_1


Mata hitam Itachi menatap Sasuke. Adik yang ia kenal selama ini terasa berbeda dengan yang ada di depannya. Ia menghela napas. "Aku akan berhenti mencari Naruto kalau aku sudah bicara baik-baik dengannya."


Kali ini bungsu Uchiha tersenyum mengejek. "Kau pikir dia akan mau dipungut lagi setelah kau dengan seenak hati membuangnnya?"


Wajah Itachi yang biasa kalem kini berubah datar karena tersentil kalimat Sasuke. "Kau bukan dia bagaimana kau tahu aku tidak punya kesempatan lagi? Dan aku tidak membuangnya. Kami hanya tidak bisa bersama."


"Terserah padamu, tapi tolong jangan seenaknya menguntit rumah orang. Pikirkan bagaimana anak dan istrimu kalau tahu apa yang kau lakukan sekarang." Setelah mengatakan itu Sasuke langsung berbalik dan mulai melangkah meninggalkan sang kakak yang terdiam ditempat tidak bisa membalas ucapannya.


Itachi menatap punggung Sasuke yang menjauh.


"Apa kau akan tetap keras kepala seperti ini kalau Ayah dan Ibu melakukan hal yang sama padamu seperti apa yang mereka lakukan padaku dan Naruto?" Gumam sulung Uchiha. Dia tahu cepat atau lambat Fugaku atau Mikoto akan mengambil tindakan pada Sasuke. Mereka tidak akan membiarkan anak bungsu mereka mengambil jalan berbeda dari apa yang mereka kehendaki tanpa mereka berusaha membuat Sasuke mengikuti apa mau mereka terlebih dahulu.

__ADS_1


Dulu Fugaku mengirim Sasuke keluar negeri tapi pemuda itu tidak menolak sama sekali. Entah karena tidak bisa menentang atau karena ingin, tapi Itachi tahu dulu adiknya itu sempat mengurung diri di kamar. Mikoto bilang Sasuke sedang patah hati tapi dia tidak bisa mendapatkan informasi siapa orang yang disukai si bungsu. Laki-laki atau perempuan, Itachi juga tidak tahu tapi orang tua mereka ingin itu seorang wanita dan karena mereka ingin fokus mengurus masalah Itachi jadi mereka mengirim Sasuke jauh supaya tidak ada masalah kedua, berharap bungsu Uchiha tidak mengikuti jejak sang kakak.


Melihat Sasuke yang baru saja bicara padanya seolah ingin menjauhkannya dari Naruto membuat Itachi ingin menertawakan orang tua mereka. "Sepertinya kali ini kalian akan benar-benar sakit kepala karena kedua anak kalian tidak ada bedanya."


__ADS_2