Secret of My Life

Secret of My Life
Chapter 05


__ADS_3

Naruto menarik Sasuke ke seberang jalan menuju teras gedung sebelah. Dia mengembuskan napas lega melihat sekitar yang sepi.


"Uchiha-san,"


"Panggil saja Sasuke tanpa embel-embel apapun." Suaranya sudah seperti perintah.


"Oke, Sasuke." Naruto melepaskan lengan beju pemuda itu dan menatap mata onyx-nya lekat. "Kau tidak salah paham setelah membaca sederet kalimat dari Ibuku yang sedang bercanda 'kan?" Dia memberikan senyum paksa.


Sasuke mengangkat sebelah alisnya. "Salah paham?"


"Coba pikir, yang di foto itu tidak ada mirip-miripnya denganku. Iya 'kan?"


Sang Uchiha tidak mengangguk ataupun mengiyakan tapi Naruto anggap kediamannya sebagai respon positif.


"Dia anak Bibiku!" Ia berujar lagi dengan keras seolah ingin mempertegas bahwa yang ia katakan bukan kebohongan.


Sasuke masih menatap dengan wajah datar. Membuat si pirang semakin gugup.


"Bisa saja dia mirip orangtua yang satunya."


"Tapi bisa saja dia juga bukan anakku." Ujar Naruto ngotot.


"Namamu Naruto 'kan?"

__ADS_1


"Yup! Uzumaki Naruto."


Oh dia tidak memakai marga Namikaze. Kenapa?


Sasuke mengabaikan suara hatinya dan mulai melangkah mendekat. Jarak yang semula satu meter menjadi hanya beberapa centi. "Naruto," ia memajukan wajah.


Naruto menelan ludah melihat wajah tampan itu dari dekat.


"Kau tidak pandai berbohong. Apa kau malu kalau seandainya punya anak? Kenapa? Tidak hanya kau mahasiswa baru sudah berumah tangga dan punya bayi, atau karena kau yang melahirkan Sei? Dia memanggilmu Mama jadi kau malu!?"


Mendengar ucapan Sasuke kontan Naruto terdiam.


"Kau tidak akan mengerti." Gumam si pirang.


Naruto tersindir. Kepalanya menunduk. Tentu saja dia takut. Dia tidak ingin dicap aneh. Maka dari itu juga ia tidak berani memberitahu Kiba meski pemuda itu sahabat baiknya. Dia tidak siap kalau harus menjauh atau diajauhi dan ia tidak mau sendirian lagi.


Hal ini Naruto tidak ingin Sasuke tahu. Memang siapa Uchiha satu ini sampai harus tahu apa yang ia pikirkan?


Sasuke melihat Naruto yang tidak merespon dengan apapun apa yang ia katakan. Dia tidak suka kediaman si pirang dan ia tidak mau lagi kalau harus menyerah mendekatinya.


"Aku ingin dekat denganmu." Ujarnya tiba-tiba.


Sontak mata Naruto tertuju ke arah Sasuke. Otaknya langsung berpikir, pasti pemuda di hadapannya ini hanya ingin mencari hal menarik karena bosan dengan kehidupan yang terlalu sempurna. Seperti di manga atau drama.

__ADS_1


"Untuk apa ingin dekat denganku?" tanya Naruto dengan mata menyipit curiga.


"Menjadi teman yang menjaga rahasiamu, mungkin."


"Aku tidak yakin orang sepertimu bisa menjaga rahasia." Bantah si pirang.


Sasuke mengangkat bahu ringan. "Kalau boleh jujur aku lebih tertarik padamu dari pada rahasiamu." Ungkapnya.


Naruto menjauh dengan mundur dua langkah. "A-apa?" Dia seperti baru saja dijatuhi bom kejutan yang membuat jantungnya hampir berhenti bekerja.


"Kau mau jadi pacarku?" Sang Uchiha menjatuhkan satu bom berikutnya.


Bulu kuduk Naruto berdiri tatkala Sasuke mendekat dan memegang kedua bahunya.


"Kau mabuk ya, teme?" Ia bergerak risih ingin melarikan diri.


Semakin disangkal Sasuke semakin bersemangat. "Wajah gugupmu manis sekali. Aku suka." Godanya ketagihan melihat ekspresi orang yang sudah ia cap sebagai calon kekasihnya.


"Aku laki-laki dan aku tidak manis sama sekali." Terang Naruto dengan wajah masam.


"Oh," Sasuke tidak peduli. "Jadi, kau mau menjadi kekasihku?"


Di telinga Naruto suara merdu Sasuke seperti bisikan iblis yang ingin mengikat kontrak hidup-mati dengannya.

__ADS_1


"Tidak sudi!"


__ADS_2