Secret of My Life

Secret of My Life
Chapter 16


__ADS_3

Itachi mengikuti Sasuke sampai dekat rumah Naruto. Dia ingin tahu di mana si pirang tinggal. Ternyata tidak jauh dari rumahnya. Mungkin pemuda itu tidak tahu dimana dia tinggal setelah menikah. Kalau tahu, sudah pasti dia tidak akan memilih tinggal di kota ini.


Melihat reaksi panik mantan kekasihnya itu saat bertemu dia tadi, Itachi jadi berpikir bahwa begitu besar kesalahan yang ia buat sampai Naruto melihatnya seperti sebuah bencana.


Dia tahu dirinya patut dipersalahkan atas apa yang Naruto alami. Itachi dengar dari Ayahnya bahwa Minato memaksa putranya tinggal di luar negeri setelah keluarga Namikaze memutus hubungan dengan keluarga Uchiha—hubungan bisnis maupun pertemanan.


Kenapa harus pergi jauh? Apa karena takut penerus Namikaze itu tidak bisa move on? Banyak pertanyaan yang ada di kepalanya sampai rasanya dia ingin langsung bertanya, tapi dia yang memutuskan hidup sebagai orang biasa yang memilik istri dan anak tidak ingin lagi mengganggu Naruto.


Kalau boleh mencari pembenaran, bukan sepenuhnya mau Itachi untuk membuat Naruto sakit hati. Hubungan mereka memang terlihat manis—di luar. Di dalamnya mereka punya banyak kepahitan, terutama apa yang harus dia pikirkan di masa depan. Dia mencintai meski tidak direstui. Kalau saja ibu dan ayahnya tidak berencana sampai dia menghamili Hinata mungkin Itachi masih ingin maju. Itu MUNGKIN. Ia yang menghamili seseorang saat sudah punya kekasih tetap saja seorang bajingan.


Akhirnya dia pasrah. Mungkin memang tugasnya sebagai anak sulung harus membuat penerus bagi keluarga Uchiha.


"Lalu bagaimana dengan Sasuke? Apa dia akan mengulangi tragedi yang sama?" Itachi penasaran apa yang akan dilakukan adiknya itu bila menghadapi hal yang sama dengannya.


***

__ADS_1


Di rumah utama keluarga Uchiha yang ada di Mukojima, Fugaku, Mikoto, Hinata dan si kecil Ryuuto sedang berkumpul di halaman belakang untuk menyiapkan acara barbeku pada malam natal ini. Mereka baru saja tiba dari rumah sakit untuk menjemput Fugaku yang sudah sembuh dari sakit pinggangnya.


Mikoto menggendong Ryuuto yang sedang bermain peek a boo dengan Fugaku. Dia melihat menantunya bersama beberapa pelayan menyiapkan menu barbeku.


"Itachi jadi ke sini Hinata?"


"Kata Itachi-kun setelah urusannya selesai dia akan ke sini. Melihat jam segini belum sampai, sepertinya dia akan telat." Jelas istri sulung Uchiha itu.


"Dia selalu sibuk bekerja. Kau dan Ryuuto baik-baik saja sering ditinggal?"


Mikoto mengangguk. Kalau begitu ia lega. Setidaknya anak sulungnya bersikap baik pada Hinata dan anak mereka. Keputusannya untuk menjodohkan mereka memang benar. Dia tidak mau anaknya menanggung malu kalau melanjutkan hubungan dengan laki-laki dan akhirnya tidak memiliki keturunan.


"Oh oh, Ryuu-chan tertawa hahaha." Fugaku tertawa bangga bisa membuat cucu satu-satunya yang ia banggakan penuh dengan tawa.


"Ryuu-chan manis sekali!" Mikoto ikut menggemari senyum Ryuuto. "Oh ya, aku lupa menanyakan bagaimana hasil pemeriksaan Ryuu, semua baik-baik saja 'kan?" Dia menoleh kembali pada sang menantu yang sudah duduk bersama mereka di kursi yang sudah disediakan.

__ADS_1


Hinata tersenyum. "Semua baik-baik saja Bu, hanya mungkin dia nanti sedikit lambat berbicara."


"Kalau itu bukan masalah. Itachi dulu waktu umur setahun langsung pintar bicara jadi, mungkin saja Ryuu-chan juga begitu saat umur satu tahun." Ujar Fugaku bangga mengingat perkembangan anak sulungnya sewaktu bayi.


"Iya iya benar." Mikoto menganggukan kepala memandang Hinata dengan raut meyakinkan.


"Aku tidak khawatir mengenai perkembangan Ryuuto karena dia baru akan 7 bulan." Ujar Hinata kalem. "Ngomong-ngomong Ibu, saat aku sudah selesai memeriksakan Ryuu, aku tidak sengaja melihat Sasuke-kun bersama seorang pemuda bersurai pirang dan seorang wanita cantik bersurai merah. Apa mereka kerabat atau teman dekat keluarga kita?" Tanya Hinata. Dia hanya melihat Sasuke dengan Kushina dan Naruto sementara Sei luput dari pandangannya.


Kali ini sepasang suami istri Uchiha itu sama-sama menatap menantu mereka dengan ekspresi terkejut. Setelahnya mereka saling memandang—berdiskusi dengan mata apa jawaban yang harus mereka berikan. Keluarga Namikaze sudah bukan teman dekat keluarga mereka lagi. Mungkin mereka bisa di sebut musuh sekarang.


"Hinata, pemuda yang kau lihat itu mungkin mantan Itachi sebelum menikah denganmu."


"Jadi itu yang namanya Naruto-kun?"


"Sepertinya iya."

__ADS_1


"Oh."


__ADS_2