Secret of My Life

Secret of My Life
Chapter 07


__ADS_3

Naruto sudah selesai mengembalikan buku di perpustakaan. Ia kira Sasuke akan memiliki urusan sendiri di sini tapi nyatanya pemuda itu hanya mengekori kemanapun ia pergi. Diusir juga percuma. Sang Uchiha punya seribu alasan untuk menolak pergi sebagai ekornya.


"Tidak mengembalikkan buku?" tanya Naruto menatap Sasuke jengah.


"Aku baru ingat bukunya tertinggal di rumah."


Si pirang mencibir dalam tidak percaya apa yang diucapkan sang Uchiha.


"Mau langsung pulang?" tanya Sasuke.


"Iya, mau ke stasiun."


"Oke."


Mereka sampai di stasiun dan Naruto masih diam saja diikuti Sasuke. Ia pikir mungkin pemuda itu memiliki arah pulang yang sama mengingat malam sebelumnya mereka bertemu setelah keluar dari stasiun kereta dekat daerah rumah Naruto.


Di dalam kereta yang penuh Sasuke berdiri di dekat Naruto, menciptakan ruangan supaya si pirang tidak kegencet penumpang lain.


Hari ini karena bebarengan dengan jam pulang kerja jadi kereta penuh.


Kereta terguncang membuat Naruto semakin menempel pada Sasuke. Dia bisa mencium aroma mint pemuda itu. Tanpa sadar ia mengendusnya.


"Naruto."

__ADS_1


Panggilan Sasuke menyadarkan pemuda itu. Kepala pirang yang semula hampir tenggelam di lekuk leher sang Uchiha langsung menoleh ke kanan. Mengevakuasi diri sebelum ketahuan.


Sasuke tidak keberatan dengan endusan Naruto dan dia sedang tidak ingin menggoda si pirang karena saat ini rasa penasaran mendominasi.


"Bisa aku bertanya sesuatu?" Izinnya dengan suara rendah supaya hanya si pirang yang mendengar.


Perasaan Naruto tidak enak dengan apa yang akan ditanyakan. Dia bisa merasakan tatapan yang menghunus ke arahnya dari sang Uchiha. Kenapa harus minta izin kalau tatapanmu memaksa begitu?


"A-apa?"


Ditanggapi dengan kata tanya yang diinginkan, Sasuke langsung melontarkan pertanyaan dengan wajah lempengnya, "berapa umur bayimu?"


"Ha?" Naruto memiringkan kepala bingung. Apa petingnya umur Sei bagi Sasuke?


"Berapa umur bayimu?" Ulang pemuda tampan itu dengan tatapan malas melihat wajah bodoh si pirang.


"Kalau tidak mau memberi jawaban ya sudah,


aku bisa cari tahu sendiri." Terpampang senyum di wajah Sasuke yang menurut Naruto mengerikan.


"Delapan bulan." Dia menjawab cepat.


"Hm... delapan bulan." Sasuke menatap Naruto intens membuat si pirang gugup dengan telapak tangan berkeringat.

__ADS_1


Sang Uchiha tersenyum. "Sudah hampir sampai, siap-siaplah keluar! Jangan sampai tergencet karena tubuh kecilmu."


"Aku tidak kecil. Aku in standart."


"Terserah kalau itu membuat tidurmu nyenyak." Sasuke menarik tangan Naruto keluar segera setelah pintu kereta terbuka.


Mengikuti langkah panjang kaki Sasuke, Naruto setengah berlari. "Pelan, teme!"


Sasuke langsung menghentikan langkah lalu mengamati pemuda di belakangnya yang bernapas cepat.


KRUYUKKKK


Perut Naruto berbunyi keras memecah suasana. Wajah si pemilik suara perut sudah sangat merah karena malu. 'Sialan.' Makinya pada lambungnya sendiri. Kenapa cepat sekali menghilang apa yang tadi ia makan, baru juga sebentar sudah minta diisi lagi.


"Pffft!" Suara menahan tawa tapi tidak niat itu membuat si pirang tambah malu bercampur kesal.


"Perutku seperti ada penghuninya jadi bisa lapar dengan cepat." Naruto mengurangi rasa malu dengan mencari alasan tidak masuk akal.


"Hahahaha suaranya benar-benar keras." Bungsu Uchiha menutup setengah wajah, menatap Naruto dalam tawanya.


"Hentikan tawamu Tuan Uchiha. Kau membuatku ingin mengubur diri."


"Hahahaha."

__ADS_1


"Sasuke..." Naruto menarik ujung baju Sasuke, "berhentilah! Orang-orang melihatmu!"


Sasuke tidak peduli. Entah kenapa saat ini Naruto sangat lucu di matanya.


__ADS_2