
Hidupku berjalan seperti itu dari hari ke hari, belum ada kabar apapun dari Anthony.
Tapi entah mengapa, kesunyian yang aku rasakan dirumah Steve sangat berbeda dengan kesunyian dirumahku. Dirumahku kesunyian penuh dengan kemuraman, entah itu karena aura dari ibuku yang terkadang gelap terkadang abu abu.
Sedangkan dirumah Steve, aku merasa seperti jiwaku dicuci oleh keheningan,sehingga aku seperti terlahir kembali seperti bayi tang suci. Keheningan yang menyenangkan.
Satu satunya masalah adalah,para tetangga. Kompleks ini dihuni oleh para pensiunan alias orang orang dengan waktu luang berlimpah. Dan sepertinya sejak Steve memiliki rumah ini,dia jarang sekali menampakkan dirinya, bahkan katanya dia bari datang dua kali, yaitu waktu pertama kali membeli rumah ini, yang berarti sudah sangat lama sekali, dan kedua waktu gempa melanda kota S, sekitar tiga atau empat tahun yang lalu. Selebihnya rumah dibiarkan kosong. Yang selalu datang hanyalah petugad kebersihan sebulan sekali.
Semenjak aku tinggal disini, aku sering kedatangan tamu, mereka penasaran akan keberadaan diriku. Dan mereka baru tau kalau Steve punya anak perempuan. Mereka bolak balik bergantian memencet bell dan beridir didepan pintu rumah dengan sekeranjang buat atau sekotak kue dan sejuta pertanyaan. Lalu aku meminta mereka masuk dan duduk diruang tamu, membuat teh dan menghidangkan kue dan sejuta jawaban.
Dan seperti kemaren,hari ini aku kedatangan tamu lagi. Aku sedang menikmati membaca buku diberanda belakang,ketika tiba tiba terdengar bell berbunyi. Gegas aku berjalan ke depan dan membuka pintu. Disana sudah berdiri seorang wanita tua yang kuperkirakan mungkin umurnya sudah 70th, tapi masih terlihat sangat elegan dan unik.
''Hallo sayang...'' sapanya ramah,aku berusaha tersenyum.
''Aku Oma Wina, aku tetangga mu, rumahku yang didekat pos satpam'' ucapnya menjelas
''Bolehkan aku berkunjung?'' ucapnya dengan sangat ramah.
''Ohhh ya,tentu saja, silahkan masuk Oma'' aku mencoba menjawabnya seramah yang aku bisa.
Karena kalian tau sendiri kan,kalau aku karang sekali berinteraksi dengan orang lain.
Lalu beliau masuk dan duduk diruang tamu.
''Ow sayang, ini Oma membawa kue buatan Oma sendiri, Oma harap kau menyukainya'' ucapnya sambil menyerahkan Kue yang dia maksud.
''Oh, terima kasih banyak Oma,seharusnya tak perlu repot repot'' jawabku sambil menerima kue pemberiannya.
''Tunggulah sebentar,aku akam membuat teh, rasanya kue ini akan nikmat kalau dimakan dengan secangkir teh hangat'' ucap ku dan kemudian berlalu ke belakang,untuk membuat dua cangkir teh hangat.
Tak lama aku pun membawa dua cangkir teh hangat ke ruang tamu beserta sepiring kue buatan Oma Wina.
''Ini oma, silahkan diminum tehnya'' ucapku
''Terima kasih sayang'' ucapnya sangat manis.
__ADS_1
Aku jadi membandingkannya dengan ibuku. Seumur hidup,ibuku tak pernah memanggilku dengan kata kata 'sayang', bahkan menyebutkan namaku saja pun tak pernah, entah mengapa.
''Sayang, siapa namamu?'' tanya Oma Wina
''Aku Reina ,Oma'' ucapku
''Nama yang cantik, secantik orangnya'' ucapnya sambil tersenyum. Senyum yang tak pernah kulihat diwajah ibuku.
''Oma baru tau, ternyata pemilik rumah ini mempunyai anak perempuan yang sangat cantik, mengapa dari dulu kau tak tinggal disini?'' tanya Oma Wina.
''Itu karena sebelumnya aku tinggal dengan ibuku, dan sekarang dia sedang sakit, dan dirawat oleh koleganya, makanya aku disini sekarang, dirumah ayahku'' jawabku santai merasa tak terbebani dengan menceritaka tentang diriku.
''Disini kau tinggal sendirian, kalau kau merasa kesepian, datang saja ke rumah Oma,ok?!'' ucapnya.
''Ya, baik Oma, terima kasih'' ucap ku
Lalu Oma Wina bercerita banyak tentang hidupnya, aku mendengarkan sambil menikmati teh dan kue dari Oma Wina.
Aku sangat takjub,Oma Wina sudah menikah empat kali. Dan suami ke empat Oma Wina bahkan lebih muda dua puluh tahun darinya. Sungguh luar biasa. Beberapa tahun yang lalu suami mudanya itu meninggal karena penuakit kanker tang dideritanya, dan sebelum dia meninggal, dia mengatakan pada Oma Wina dia akan bereinkarnasi, dan Oma Wina percaya itu. Diapun menunggu akan menjadi seperti apakah suaminya itu.
Dan aku hanya ternganga mendengar cerita itu. Karena aku tak percaya reinkarnasi,menurutku itu hal yang konyol.
Aku yang selama ini menutup diriku dari orang orang disekitarku,perlahan lahan mencoba membuka diri.
Beberapa minggu setelah pertemuanku dengan Oma Wina, tiba tiba hari ini dia datang lagi kerumahku, dia terlihat sangat bahagia.
Tanpa menunggu aku menyuruhnya, dia langsung masuk keruang tamu. Aku menutup pintu dan berbalik. Aku terkejut ketika tiba tiba dia memelukku sangat erat.
''Sayang, akhirnya oma bertemu kembali denganya, dia sudah datang'' ucapnya bahagia.
Aku masih limbung, karena aku tak terbiasa dipeluk.
''Kau ingatkan,kalau oma sedang menunggu suamiku bereinkarnasi?'' tanya nya.
Aku yang bingung hanya mengangguk saja.
__ADS_1
''Hari ini dia sudah datang sayang, Oma sangat bahagia'' ucapnya
''Oohh baguslah Oma,akhirnya '' ucap ku setelah sadar. Tapi itu belum kejutannya.
''Tadi pagi, saat Oma hendak berjalan pagi, tiba tiba dipintu belakang ada bunyi seperti menggaruk garuk pintu, lalu Oma buka pintu nya, dan kau tau apa yang ada disana''? tanya nya antusias.
''Apa Oma?'' jawabku sambil menggeleng geleng kepalaku.
''Oma menjumpai seekor kucing jantan'' jawabnya masih dengan ekspresi yang sama
''kucing??'' tanya ku heran
''Iya, kucing. Tapi ini bukan sembarang kucing. Kau tau kenapa Reina?'' ucapnya lagi
''Aku tidak tau Oma'' jawabku masih bingung
''Dia adalah reinkarnasi mendiang suami Oma, oohh Oma sangat bahagia sekali Reina'' ucapnya dengan mata yang berbinar binar.
''Apaaaaa...???'' tanyaku heran bercampur dengan kaget. Ini benar benar diluar nalar manusia sehat, pikirku.
Mendengar aku kaget seperti itu, Oma langsung bertanya.
''Kenapa kau laget seperti itu Reina,apa ada yang salah dengan yang Oma katakan?'' tanyanya heran melihatku dan seperti tidak senang
Ya ampun..ini bukan salah lagi Oma, tapi lebih tepatnya gila..ucapku dalam hati.
''Aahh..tidak Oma,maksudku bagaimana Oma yakin kalau itu suami Oma?'' ucapku berusaha menenangkannya
''Tentu saja Oma yakin, karena waktu Oma menatapnya, dia juga menatap Oma lamaaa sekali, dengan pandangan mata yang sama persis seperti pandangan suami Oma dulu'' ucapnya yakin.
''Lalu dimana kucing itu sekarang Oma? '' tanyaku masih dengan perasaan geli dan takjub dengan pemikirin orang tua satu ini.
''Ada dikamar Oma tentu saja'' jawabnya sambil tersenyum malu malu.
''Lihat Reina'' ucapnya lagi sambil menunjukkan jari manis nya padaku.
__ADS_1
''Oma sudah memakai kembali cincin pernikahan kami,karena dia sudah kembali'' ucapnya malu malu.
''Ya Tuhan..dia benar benar sudah tak waras''' ucapku dalam hati. Tentu saja aku tak bisa mengatakannya pada wanita tua ini, bisa bisa dia tak mau lagi berkunjung dan ngobrol denganku.