Sekali Lagi

Sekali Lagi
29. Papa Bangunlah...


__ADS_3

''Pa...papa..'' panggil Reina berusaha sepelan itu. Tapi tak terdengar sagitan disana. Ahanya tubuh kaku dan masih suka menggigau gigau.


''Papa..please pa,buka matanya pa, demi aku'' pinta Reina. Tapi sang papa belum memberikan respon apa apa.


Menimbulkan rasa kesedihan yang teramat dalam.


Sore berganti malam. Tak Reina tqk pernah beranjak dari sisi sang papa. Dia terus berusaha berbicara apa saja, berharap sang papa memdengarnya.


''Pa.. Ayo bangun pa, Rei tau kalau papa bisa dengar Rei. Papa ga sayang ya sama Rei, sudah sekian lama kita terpisah, dan baru tadi untuk pertama kalinya kita bertemu, masa papa sudah mau ninggalin Rei lagi pa? Rei mohon papa... Buka mata papa, kuatlah, bertahanlah..demi Rei'' lirih Reina disela isakan tangisnya yang masih tersisa.


Penampilan Reina saat ini benar benar kusut. Mata yang semban karna tak berhenti menangis. Dan dia belum makan sesuappun dari tadi siang.


''Reina, makanlah dulu. Sudah aejak siang tadi kamu belum makan apapun juga'' pinta Anthony pada Reina.


''Reina ga bisa makan om, rasanya ga berselera'' ucap Reina lirih.

__ADS_1


''Kamu harus makan Rei,kalau kamu memang sayang papa mu. kamu harus kuat untuk bisa menjaga papa mu. Kalau kamu ga makan terus kamu sakit, siapa yang akan memberikan semangat untuk papamu'' ucap Anthony menciba membujuk Reina untuk makan.


Tapi Reina bergeming. Dia masih duduk terdiam disamping ranjang sang papa yang terbaring tak berdaya. Tubuhnya sekarang dipenuhi selang dan kabel² yang Reina tidak tau apa fungsinya.


Sementara, Jacob yang sudah bangun dan berdiri sejak lama diambang pintu kamar utama itu, terlihat sedikit geram dengan kekerasan kepala Reina. Terlebih Saat dia mendengar kalau Reina menolak makan.


Tanpa banyak bicara, Jacib berlalu kearah ruang makan, dia mengambil sepiring nasi dan lauk pauknya. Lalu membawa piring yang sudah terisi nasi lengkap dan segelas air putih itu kembali kekamar papa Reina.


Jacob tidak peduli kalau dikamar itu ada banyak orang. Ada ayahnya, dua orang dokter dan 2 orang perawat.


Dia berjalan kesamping Reina, menyendok nasi dan mengarahkan sendok itu kemulut Reina.


''Aku tidak mau!!'' ucap Reina mencoba lebih galak dari sebelumnya.


''Kau butuh tenaga untuk menjaga ayahmu'' ucap Jacob datar. Dan Jacob tidak peduli sama sekali dengan tatapn Reina yang tajam.

__ADS_1


''Ayo..buka mulutnya'' aaaaaaaa? ucap Jacob dengan wajah yang sedikit cuek.


Reina sangat kesal melihat kelakuan Jacob. Dibenaknya sudah tersimpan berjuta kata kata yang tidak sopan.


''Makasi y'' , ucap Reina Namun lagi lagi kesal dan amarah Reina pada Jacob, tetap saja dia tidak ngobrol ataupun berbicara pada Jacob.


Apalagi melihat raut wajah Jacob yang datar datar saja. Seolah olah tidak pernah terjadi sesuatu dari dalam hidup Reina.


Dengan telaten Jacob menyuapi Reina makan smapai piring yang penuh dengan makanan tadi sudah tandas sampai licin


''Memang seenak itu ya????tanya Jacob yang sebenarnya berniat makan setelah memaksa ingin masuk kedalam.


Tak mendapat tanggapan apa apa dari Reina,karena disemua ya membuat sedikit kacau.


Jacob yang tidak tahan dengan sikap acuh Reina, akhirnya mengambil tindakan..

__ADS_1


Tiba tiba Jacob bersimpuh didepan Reina, yang membuat Reina sangat terkejut.


''Rei..ku mohon maafkan aku, aku punya penjelasan untuk itu.. jadi ku mohon jangan menghindar da mendiamkan aku seperti ini Rei..'' mohon Jacob menghiba.


__ADS_2