Sekali Lagi

Sekali Lagi
Bab 31. Bimbang


__ADS_3

'Aku menyukai mu Reina..ah tidak,lebih tepatnya jatuh cinta padamu'' ucap Jacob lirih dan sangat mengharapkan Reina membalasnya.


Reina sungguh terkejut mendengar pengakuan Jacob. Dia sungguh tak menyangka akan hal ini.


Sepanjang perjalanan hidupnya,orang orang selalu menganggap dia tak kasat mata, teman disekolah, bahkan dirumahnya sendiri.


Jangankan orang yang menyukainya, sekedar melirik dan melihatnya saja, tak ada yang sudi. Dia dijuluki ''manusia aneh'' saat disekolah dulu. Tapi dia tak peduli dan sudah kebal akan hal itu


Saat mendengar pengakuan Jacob, dia merasa itu sebuah lelucon. Bagaimana mungkin seorang pria yang sempurna seperti Jacob suka dan jatuh cinta padanya?? Hal yang sungguh diluar nalar,menurut pemikiran Reina.


''Jangan bercanda Jacob, ini tidak lucu'' ucap Reina tegas.


''Walaupun aku aneh dan tidak cantik seperti yang mereka bilang, tapi aku ini manusia, punya hati. Bukan batu yang bisa kau perlakukan sesuka hatimu'' jawab Reina ketus.

__ADS_1


''Aku serius Reina, apa aku terlihat seperti sedang bercanda??'' ucap Jacob berbalik bertanya.


''Hmm..mungkin saja. Tak ada yang bisa tau isi hati orang lain selain dirinya sendiri'' ucap Reina datar tanpa ekspresi, dia sungguh tak mempercayai ucapan Jacob.


''Aahh..sudah lah Jacob. Jangan aneh aneh, jangan mempermainkanku ,aku belum terbiasa dengan hal hal yang seperti itu'' ucap Reina kemudian.


''Aku gak bercanda Reina'' ucap Jacob sungguh sungguh.


Entahlah, Reina hanya melihat yang terjadi didepan matanya. Reina hanya sedang berpikir, sangat tidak mungkin seorang seperti Jacob akan menyukainya. Karna dia jauh dari kata menarik apalagi cantik.


Dan orang asing yang pertama dekat dengannya adalah Anthoni. Yang walaupun pada awalnya dia masih menjaga jarak dengan Anthoni. Setelah melalui tahapan panjang, Reina berhasil dekat dengan Anthoni. Memupuk rasa kwpercayaannya pada orang lain.


Lalu muncul Jacob, Reina yang sedang dalam tahap belajar ''percaya pada orang lain'', tapi itu semua dirusak oleh seorang Jacob yang dengan mudahnya menodai rasa percaya nya pada orang asing.

__ADS_1


Dia merasa Jacob memanfaatkannya.


''Sudahlah..kau pergilah, aku ingin berdua saja denga papaku'' usir Reina pada Jacob.


''Rei..maafkan aku. Tapi aku sungguh sungguh Rei tentang perasaanku. Aku seharusnya bisa menahan diri. Tapi aku sungguh tak bisa saat didekatmu. Maafkan aku Reina.


katakan,apa yang harus aku lakukan? Pukul aku, silahkan. Tapi tolong, jangan menyuruhku pergi jauh dari kamu'' mohon Jacob benar benar menyesal atas tindakannya.


''Hhhhh... Aku butuh waktu mencerna semua ini Jacob. Karna jujur saja, aku tak akan semudah itu percaya pada ucapanmu, kita belum saling kenal. Baru bertemu bebera hari, akan sangat aneh bagiku kalau kau tiba tiba memgatakan jatuh cinta padaku'' ucap Reina


''Apalagi, aku gak tau apa yang kau lihat padaku, aku ini jauh dari kata menarik dan cantik. Jadi tidak ada alasan laki laki sempurna seperti mu, jatuh cinta pada gadis biasa biasa ini!!?'' ucap Reina lagi.


Jacob terdiam. Dia sungguh tak tau akan ada pertanyaan itu? Dia tak pernah memikirkannya. Yang dia tau adalah, dia sangat senang saat berada dekat Reina.

__ADS_1


Melihat Jacob yang bungkam membuat Reina semakin yakin, kalau dia hanya dipermaikan oleh Jacob.


__ADS_2