Sekali Lagi

Sekali Lagi
Bab. 26. Aku benci kau Jacob!


__ADS_3

Reina berusaha mengurai pelukan Jacob. Tapi Jacob tak melepaskannya.


''Biarkan seperti ini dulu sebentar Rei, sebentar saja'' ucap Jacob pelan.


Dia merasa enggan melepaskan pelukannya pada Reina. Perasaannya bergejolak saat ini. Dia tak ingin semuanya berakhir.


Pov Jacob.


Sejak berkebalan dengan Reina, ada perasaan yang timbul dalam diri Jacob. Dia merasa harus melindungi Reina. Berawal dengan rasa kasihan dan penasaran. Seiring berjalannya waktu Jacob selalu ingin berdekatan dengan Reina.


Mencari seribu alasan agar bisa bertemu dengan Reina.


Dan tidak seperti hari hari sebelumnya. Hari ini terasa berbeda. Perasaan Jacob pada Reina semakin tidak karuan.


Dia hanya ingin memeluk Reina ketika melihat Reina menangis tanpa suara. Hati Jacob yang melihat itu ikut merasakan kepedihan dan itu sangat menyakitkan hatinya.


Tanpa banyak kata, dia memeluk Reina dengan erat. Dan enggan melepaskannya.


Setelah beberapa saat memeluk erat Reina, perlahan Jacob mengurai pelukannya. Dia memandang wajah Reina yang merona karena malu.


''Aahhh..dia sangat menggemaskan dan .....menggoda'' ucap Jacob dalam hati.


Ah sial..apa yang aku pikirkan. Sumpah Jacob pada dirinya sendiri.


''Apa kau sudah tenang sekarang?'' tanya Reina.


''Hmm..'' jawab Reina singkat sambil menganggukkan kepalanya. Dia sangat malu sekarang ini dan tak berani mengeluarkan suara sedikitpun.


Terlebih Jacob memandangnya dengan tatapan yang berbeda menurut Reina.


Perlahan Jacob membawa Reina di gazebo kecil ditepi taman, menghadap kearah pantai yang sangat tenang,biru dan berkilauan.


Mereka duduk dengan diam,memandang kearah lautan biru dengan pikiran yang berkecamuk.


Tak lama seorang pelayan datang membawakan minuman dan makanan kecil.


''Tuan, nona, nyonya Ruth menyuruhku mengantarkan ini, silahkan dinikmati'' ucap pelayan wanita yang diperkirakan Reina berumur sekitar 25 tahunan itu.


''Terima kasih kak'' ucap Reina tersenyum ramah.


Pelayan itu merasa tersanjungn dipanggil kakak oleh anak majikannya.


''Aahh..nona, jangan panggil kakak, panggil saja Meri'' ucapnya tak enak hati

__ADS_1


''Kenapa? Bukankah kakak lebih tua dariku, jadi tidak sopan kalau aku memanggil dengan namamu saja. Jadi terima saja kalau aku akan memanggilmu kakak,oke?!'' ucap Reina sangat ramah dan membuat pelayan itu sangat terharu dan bahagia.


''Baiklah nona, dan terima kasih '' ucapnya sumringah.


''kalau begitu saya permisi dulum silahkan dinikmati cemilannya dan kalau butuh apa apa, silahkan panggil saya'' ucap nya sangat ramah dan segera melanglah pergi meninggalkan Reina Dan Jacob.


Kembali hening. Jacob dan Reina masih sama sama diam. Tak ada yang berniat memulai.l obrolan diantara mereka berdua.


Terdengar Jacob menarik nafasnya kasar, lalu


''Reina...'' panggilnya


''hmm..ya'' jawab Reina


''Maaf aku tadi memelukmu, apa kau marah?''ucap Jacob lagi


''Tidak,aku tidak marah sama sekali..malah seharusnya aku yang berterima kasih padamu'' ucap Reina.


''untuk...?'' tanya Jacob bingung


''Karena sudah menemani dan memberikan kekuatan dan ketenangan disetiap saat tersulitku'' ucap Reina sambil menatap hamparan laut dikejauhan,tak berani memandang Jacob. Karena kembali hatinya diserang rasa sedih yang mendalam. Dan Reina takut Jacob melihat itu dimatanya.


Jacob memandang Reina yang duduk disampingnya. Dia tau gadia itu sedang menahan sedih dihatinya, terlihat jelas dari gestur tubuhnya yang sesekali menunduk dan menarik nafas dalam dalam. Sepertinya beban yang dia pikul sangatlah berat dan menyesakkan.


Jacob secara naluriah mengulurkan tangannya dan membelai pelan punggung Reina.


''Tidak..aku tidak apa apa'' ucap Reina berbohong. Dia masih belum percaya berbagi kisah dengan orang yang baru saja dikenalnya beberapa hari.


''Baiklah..aku takkan memaksa. Kapanpun kau ingin, aku akan selalu siap menjadi pendengarmu, oke?! Ucap Jacob meyakinkan Reina.


''Oke'' jawab Reina singkat.


Kembali tak ada percakapan.. Mereka menghabiskan waktu hanya dengan memandang hampatan biru yang tenang dan berkilauan itu.


Sampai Jacob mendengar tarikan nafas yang teratur dan tiba tiba kepala Reina terkulai dibahunya. Reina tertidur..ya ampun


Jacob tersenyum merasa sangat lucu. Dia perlahan mengangkat Reina kedalam gendongannya dan berjalan memasuki bungalow perlahan, takut membangunkan Reina.


Dia masuk melalui pintu kaca besar itu dan bertemu dengan Anthony yang baru saja hendak keluar. Dia memandang anaknya heran.


Berjalan tergesa gesa..


''Kenapa? '' tanya Anthony khawatir

__ADS_1


''Shhhtt..diamlah ayah, nanti dia terbangun, tidak ada apa apa, dia hanya tertidur'' ucap Jacob pelan.


''Oh..baiklah, bawa dia kekamar diatas, sudah disiapkan oleh Meri tadi'' ucap Anthony pelan.


''Oke..'' jawab Jacob cepat.


Lalu nyonya Ruth datang dan menuntun Jacob kekamar yang sudah disiapkan untuk Reina malam ini.


Nyonya Ruth membukakan pintu untuk Jacob.


''Terima kasih, sekarang nyonya bisa kembali bekerja'' ucap Jacob seraya menutup pintu dari dalam dengan kakinya.


Nyonya Ruth sedikit menunduk dan berbalik, kembali ke ruangan nya.


Dengan pelan Jacob membaringkan Reina ditempat tidur besar dan empuk itu. Lalu membantu membukakan sandal rumah dari kaki reina. Menarik selimut sampai pinggang Reina, menghidupkan pendingin ruaangan dan menyetelnya agar tak terlalu dingin. Setelah semuanya selesai, Jacob berniat pergi ke kamar sebelah, tempatnya beristirahat. Tapi urung ketika mendengar suara lirih Reina.


''Jangan pergi..jangan tinggalkan Rei mama''


''Aahh sepertinya dia bermimpi lagi'' ucap Jacob


Dia perlahan berjalan kearah tempat tidur Reina. Dia memperhatikan Reina yang tidur dengan gelisah.


Mengulurkan tangannya, dan megusap kepala Reina. Jacob memperhatikan wajah Reina dengan seksama. Membelai halus wajah cantik itu. Alisnya, hidungnya, pipi dan kemudian memandang bibir ranum Reina. Dia menelan salivanya menahan hasrat lelaki yang tiba tiba muncul begitu saja.


''ah s**l ..mengapa hanya dengan memandang bibirnya saja aku menjadi tegang begini, dasar!'' rutuknya dalam hati.


Kembali menatap bibir ranum itu, tanangnya terulur tanpa bisa dicegahnya, Jacob membelai bibir Reina dengan ibu jarinya, terasa sangat lembut dan kenyal.


Entah setan dari mana, Jacob sungguh tak bisa menahan godaan setan dalam dirinya. Perlahan dia mendekatkan mukanya ke muka Reina, lalu.. Dia meng***p bibir Reina.


''Aahh..kenapa ini rasanya berbeda, sangat manis dan lembut'' ucap Jacob dalam hati.


Awalnya dia hanya ingin men****pnya saja, tapi kemudian hasratnya semakin tak terkendali. Dia seperti kerasukan setan.


Jacob meraup bibir Reina dan me****t nya dengan rakus.


Reina yang sedang tidur merasakan sesuatu yang aneh pada bibirnyam merasa tidurnya terganggu, perlahan dia membuka matanya.


Dan mata mereka saling bertemu. Betapa terkejutnya Reina melihat apa yang dilakukan Jacob pada dirinya. Dan Jacob yang terkejut segera mengangkat kepalanya dan terdiam kaku.


''A...apa yang kau lakukan'' ucap Reina terbata bata. Dia ingin menjerit, tapi suaranya seperti tercekat di tenggorokannya.


''Rei..ma..maafkan aku, sungguh aku minta maaf'' ucap Jacob terbata bata. Dia mendekati Reina..

__ADS_1


''Stop disana, jangan mendekatiku lagi'' ucap Reina bergetar. Dia masih syok dengan apa yang terjadi.


''Kau jahat Jacob, sangat jahat, dan aku benci kau'' desis Reina menusuk hati Jacob


__ADS_2