
Jacob merasa sangat sakit atas kebencian yang diucapkannoleh Reina.
''Rei, aku bisa jelaskan'' ucap Jacob masih mencoba membujuk Reina
''Tidak ada yang perlu lau jelaskan Jacob. Bagiku kau adalah pria brengsek yang mengambil kesempatan atas ketidak berdayaanku'' ucap Reina yang terluka hatinya
''Asal kau tau, selama ini aku tak punya teman, aku tak bisa percaya pada siapapun. Dan sekarang sekalinya aku baru ingin memulai pertemanan dan berusaha menaruh kepercayaanku padamu, tapi lihat apa yang aku dapatkan?!'' ucap Reina lagi
''Tidak..tidak..tidak..jangan berpikir seperti itu Rei, aku sungguh tidak seburuk itu, sungguh'' ucap Jacob putus asa.
''Aku bisa menjelaskan semuanya Reina, tolong dengarkan aku'' mohon Jacob.
''Aku tidak ingin bicara denganmu , dan aku tidak ingin melihatmu lagi. keluar dari sini, aku sungguh tak butuh penjelasanmu'' ucap Reina lugas
''Tidak Reina..kumohon dengarkan aku'' Jacob masih berusaha.
''Keluar sekatang juga atau aku akan berteriak agar semua orang tau betapa brengseknya dirimu'' ancam Reina dengan suara yang sangat dingin.
__ADS_1
''Hhh..baiklah baiklah aku akan keluar sekarang,kita akan bicarakan ini lagi nanti setelah kau tenang'' ucap Jacob pasrah
''Tidak akan ada nanti dan berikutnya Jacob. Mulai sekarang jangan pernah muncul lagi dihadapanku'' ucap Reina
Jaco yang berjalan kearah pintu, terhenti dan membalikkan tubuhnya memandang Reina..
''Apa..tidak..itu tidak bisa, jangan begini Rei..ku mohon..maafkan aku'' mohon Jacob dengan sangat
''KELUAR!!!'' pekik Reina . Membuat Jacob sedikit terjengkit karena kaget, untuk pertama kalinya dia melihat Reina yang begitu marah.
Tanpa kata akhirnya dengan berat hati Jacib keluar dari kamar Reina. Dia berjalan dengan gontai ke arah pintu.
Dia menghempaskan tubuhnya kenatas tempat tidur. Telungkup menahan nafas karena rasa sesal, takut tapi juga sangat menginginkannya.
''apa yang kau lakukan Jack,kau bertindak seperti seorang bajingan, memgambil kesempatan pada hadis yang sedang tidak berdaya. Tak ubahnya seperti pemangasa, dasar kau Jack, habislah kau sekarang'' . Maki Jacob dalam hatinya.
Dia berbalik telentang setelah cukup hampir kehabisan nafas.
__ADS_1
''Maafkan aku Reina, entah kenapa aku sungguh tak bisa mengontrol diriku saat berdekatan denganmu. Padahal aku tau seharusnya ini tidak boleh terjadi. Maafkan aku Rei..'' lirih Jacob.
Dia tiba tiba bangkit dari tidurnya dan duduk ditepi tempat tidur.
''Aku harus minta maaf padanya, dan dianharus mendengarkan penjelasanku, apapun keadaannya dia harus mendengarkan alasanku..ya harus'' monolog Jacob meyakinkan diri nya sambil mengepalkan tangannya erat erat.
Dengan langkah yakin dia segera keliar dari kamarnya dan hendak menuju kamar Reina.
Dia berdiri didepan pintu kamar Reina, dia bersiap untuk mengetuk pintu, tapi tertahan karena terdengar suara tangisan yang sangat lirih.
''hikk...hiks.. Kenapa dia begitu jahat padaku. Dia sudah mencuri ciuman ku dan itu adalah ciuman pertamaku. Harusnya aku melakukannya dengan orang yang aku cintai dan juga memcintaiku. Tapi diansudah menodaiku. Aku benci kau Jack..sangat sangat benci kau. Ku harap kau yak pernah muncul lagi dalam hidupku'' ucap Reina dalam tangisnya.
Dengan suara yang lirih dan emosi yang tak bisa ia keluarkan sepenuhnya, karena dia khawatir kalau orang lain akan mendengarkannya.
''Besok aku tak akan mau kembali dengannya. Lebih baik aku minta antar sama Anhtony saja., ya itu lebih baik'' ucap Reina sungguh sungguh.
Sementara didepan pintu kamar, kacob dapat mendengar semua kata kata yang diucapkan Reina.
__ADS_1
Hatinya sungguh hancur mendengar kebencian yang diucapkan oleh Reina.
Dia menarik nafasnya sangat berat.