Sekali Lagi

Sekali Lagi
Bab. 16 Mendengar Suara Ayahku


__ADS_3

Anthony mendelikkan matanya pada Jacob, memintanya untuk diam dan tidak melanjutkan omongannya.


''Baikla..baiklah...aku minta maaf'' ucap Jacob akhirnya mengalah.


''Reina, apa kau ingin bicara dengan ayahmu?'' tanya Anthony tiba tiba.


''Bisakah?'' jawabku penuh harap


''Tentu saja bisa,kalau kau mau'' ucap Anthony lagi.


''Ya..ya..aku mau..aku mau'' ucapku penuh semangat dan sangat berharap.


''Hmm..baiklah..tunggu sebentar'' ucap Anthony.


Dia mengambil telepon selulernya dan menelepon seseorang.


Terdengar nada sambung dari seberang sana.


Deringan pertama tak ada jawaban. Aku menunggu dengan harap. Sampai pada deringan ketiga terdengar jawaban dari seberang sana.


''Hallo tuan Anthony'' suara seorang wanita menjawab diseberang sana.


''Hallo Ane, bagaimana keadaanya sekarang?'' tanya Anthony langsung tanpa basa basi.


''Hari ini cukup bagus tuan, beliau makan dengan sangat lahap, dan tidak menolak apapun juga'' ucap wanita yang bernama Ane itu.


''Baguslah kalau begitu. aku bicara ingin dengannya'' ucap Anthony lagi.


''Baiklah..tunggu sebentar tuan'' ucap wanita itu.


Tak lama terdengar suara seorang laki laki.


''Hallo Tony..'' ucapnya sedikit pelan.


''Hallo Tuan, apa kau siap?'' tanya Anthony


''Apa dia ada didekatmu sekarang?'' tanya nya lagi.


''Ya, dia ada disini bersamaku sekarang. Seperti keinginanmu, apa kau sudah siap? tanya Anthony lagi memastikan.


Sementara aku sudah sangat gugup sekali.


Tante Jennie melihat kegugupanku, dia memelukku dari samping dan mengusap lenganky dengan lembut. Mungkin ingin menenangkanku.


''Ya, aku siap. Berikan padanya'' ucap suara diseberang sana.


Lalu Anthony menyerahkah telepon itu padaku.


Aku menerimanya dengan tangan yang gemetar. Mendekatkan ketelingaku.


Aku mendengarkan helaan nafas diseberang sana.


''Hallo..apa itu kau Rere sayang?'' ucap suara itu lembut.


Deg....

__ADS_1


Dia memanggilku dengan panggilan waktu aku kecil. Dan tak ada seorang pun yang memanggilku begitu, ibukupun tidak.


Aku tergugu..


''Ha..hallo..a..ayah'' ucapku susah payah.


Aku berusaha menahan air mataku. Akhirnya aku mendengar suaranya, walaupun belum bisa bertemu dengannya.


''hhhhh''


Terdengar helaan nafas lega diseberang sana, setelah menunggu jawaban dariku.


''Apa kabarmu sayang? Apa kau baik baik saja?'' tanya ayahku lagi.


''A..aku baik ayah, bagaimana denganmu? Ucapku berusaha menenangkan hatiku yang bergejolak.


''Syukurlah..ayah semakin baik. Kau masih mau menunggu ayah kan sayang ?'' tanyanya


''Ya ayah, aku akan menunggu sampai ayah datang'' ucapku. Air mata yang sedari tadi ku tahan tak terbendung lagi. Isakan pelanku terdengar oleh ayahku.


''Jangan bersedih dan menangis sayang, ayah jadi tak tenang kalau kau bersedih. Maafkan ayah yang tak bisa datang padamu secepatnya'' ucapnya khawatir


''Ti..tidak ayah, aku bukan menangis karena sedih, ini tangis bahagiaku. Akhirnya aku benar benar mempunyai seorang ayah'' jawabku.


''oh sayang, tentu saja kau punya ayah. Tunggulah sebentar, kita akan segera bertemu dan ayah akan selalu berada didekatmu,selamanya...kau dengar sayang? Kita akan bersama selamanya '' ucap ayahku


''Iya ayah, Rei akan menunggu sampai saatnya kita akan bersama selamanya'' ucapku penuh haru.


''Baiklah, ayah harus istirahat sekarang.


''Baik ayah, istirahatlah. Cepatlah sembuh agar kita segera bersama'' ucapku lagi.


Lalu hening..tak ada jawaban. Hanya terdengar helaan nafas yang mulai terdengar agak berat.


''Ayah..'' panggilku..


''Hhh.... Ayah disini sayang...hhh'' ucapnya susah payah.


''Reina..'' panggilnya


''Ya ayah''..jawabku.


''Ayah sangat menyanyangimu'' ucapnya


tanpa menunggu jawabanku lalu teleponnya terputus begiti saja.


Aku masih termenung mendengarkan ucapan ayahku barusan.


''Rei juga sangat sayang ayah'' jawabku lirih tapi masih terdengar oleh Anthony, tante Jennie dan Jacob.


Air mataku tidak bisa berhenti. Aku masih menangis dengan perasaan yang bercampur aduk. Bahagia, terharu dan sedih disaat yang bersamaan.


''Sayang..sudah, jangan menangis '' ucap tante Jennie dengan lembut. Dia masih memelukku dan mengusap lenganku dengan lembut.


Berusaha memberikan rasa tenang pada ku.

__ADS_1


Aku melihat kearahnya, masih dengan air mata yang tak berhenti, aku berusaha menganggukkan kepalaku. Tak sanggup untuk berucap.


Tiba tiba Jacob berdiri dari duduknya dan berjalan kearah ku, lalu berlutut didepanku dan tanpa aba aba, dia langsung memeluk tubuhku dan mengusap lembut punggungku.


Terdengar suaranya lirih ditelingaku.


''Menangislah sampai kau puas, lalu berhentilah ketika kau merasa lega'' ucapnya masih memelukku.


Aku semakin menangis, menumpahkan semua sesak yang selama ini kutahan didalam hatiku.


Aku benar tidak sadar dengan keadaanku yang sekarang ini.


Anthony dan tante Jennie terkejut melihat tindakan Jacob, Jacob yang menyadari pandangan orang tuanya hanya memberikan jawaban dengan kode menggelengkan kepalanya, meminta orang tuanya untuk bersabar. Dia akan menjelaskannya nanti.


Anthony dan tante Jenni hanya bisa pasrah dan mengangguk tanda mengerti.


Lalu mereka berjalan meninggalkan Jacob dan Reina, mereka berjalan kearah kamar dan masuk kedalam.


Sudah satu jam Reina menangis, dan sekarang hanya terdengar isakan pelan dari mulutnya.


Jacob tetap sabar menunggu sampai tangisan Reina reda.


''Apa kau sudah tenang?'' tanya Jacob pada Reina yang masih berada di dalam pelukannya.


Reina tak menjawab. Hanya menganggukkan kepalanya.


Jacob tersenyum lega, lalu perlahan dia melepaskan pelukannya pada Reina. Lalu menatap wajah gadis itu dengan rasa kasihan.


''Reina, apa sekarang kau benar benar sudah tidak apa apa? tanya Jacob memastikan


Reina menganggukkan kepalanya lagi sebagai jawabnnya.


''Hei..kalau orang bertanya, jawablah dengan baik nona'' ucap Jacob menggodanya dengan senyuman usil dibibirnya, sambil tangannya mengangkat dagu Reina agar mau melihat kerahnya.


''Y...ya..a..aku sudah lebih baik sekarang'' jawabnya gugup dan malu serta pipi yang sudah terasa panas karena malu.


''Hei..apa kau bersemu?'' ucap Jacob jahil sambil menyengir.


Reina segera membuang muka dan menepis tangan Jacob dari dagunya,lalu cepat cepat menundukkan kepalanya.


''Ha..ha..ha..ha...kau sangat menggemaskan Reina'' ucap Jacob menggoda Reina.


Gadis itu benar benar dibuat malu sekarang ini oleh Jacob. Sampai sampai dia tidak bisa membalasnya karena sangat malu.


...****************...


Hai readers...maaf🙇‍♀️ lama tidak up. Berhubung sebelumnya othor kena musibah, Tangan kanan othor harus diistirahatkan sementara.


Tapi sekarang sudah pulih dan sudah bisa kutak katik lagi.


Yuukk simak terus kisah Reina dan pria masa depannya serta bagaimana pertemuan Reina dengan sang ayah..


Penasarankan... Dikepoin terus yaa..


Jangan lupa kasih jempolnya 👍🏻

__ADS_1


__ADS_2