
Hari ini Reina benar benar dibuat kesal akan tingkah sok akrab Jacob padanya. Padahal mereka baru bertemu baru sehari, tapi lagaknya sudah seperti kenal bertahun tahun.
''Ah..sial!Jangan jangan ,gara gara kejadian malam itu dia merasa dekat denganku, atau dia mengira aku perempuan murahan karena tak menolak dipeluk olehnya padahal baru bertemu...oohh sh** ?!'' Gumam Reina dalam hati.
''Apa maksudmu? Jangan main main denganku, kita tak saling kenal, jadi pergilah, aku mau istirahat!'' ucap Reina sinis pada Jacob.
''Aahh kalau begitu ,kau lakukan saja apa yang ingin kau kerjakan Reina, anggap saja kalau aku tak ada disini, sana ! Lanjutkan kegiatanmu, kangan hiraukan aku'' ucap Jacob santai. Seolah olah ucapan Reina yang ketus tak ada artinya bagi Jacob.
Reina menjadi semakin kesal. Dia menghentakkan kakinya, lalu akhirnya berlalu menuju ruang tengah. Menghidupkan televisi,lalu berbaring dikursi favouritnya sambil membuka buku yang masih belum selesai dibacanya.
Sudah 30 menit Reina mencoba berkonsentrasi pada buku yang hendak dibacanya, tapi pikiran mengkhianatinya, bayangan Jacob selalu bermunculan dalam pikirannya.
''aaaarrgghh..kenapa aku ini, mengapa dia selalu ada dipikiranku, si*l banget siihh!!'' ucap Reina kesal.
Dia terus bolak balik,mencari posisi ternyamannya untuk melanjutkan bacaannya. Tapi semua itu tak kunjung di dapat. Tanpa Reina sadari bahwa sedari tadi sepasang mata menatapnya intens dan memperhatikan semua gerak geriknya.
''hhuuufff....'' hembusan nafas kasar terdengar ditelinga Jacob. Melihat itu Jacob tertawa tanpa mengeluarkan suara,karena dia tidak ingin ketahuan kalau sedang memperhatikan Reina.
''hmmm kalau diperhatikan, sebenarnya dia sangat cantik, tapi sayang, dia menutupinya dengan penampilan anehnya itu''?! Jacob bergumam.
Reina merasakan seperti sedang diperhatikan oleh sesorang, dan dia mencari keberadaan orang yang memperhatikannya itu.
''Deg..., dia...?'' ucap Reina. Ya , tentu saja. Siapa lagi kalau bukan Jacob. Karena hanya mereka berdua saja dirumah ini.
''Apa yang kau lakukan disitu?! Ucap Reina penuh dengan tatapan curiga pada Jacob.
''Tidak ada, hanya sedang memperhatikan seseorang yang sangat aneh tapi juga menggemaskan disaat yang sama'' ucap Jacob.
__ADS_1
Dan itu berhasil membuat Reina bersemu merah pada pipinya karena malu. Siapa lagi kalau bukan dirinya yang dimaksud Jacob.
Jacob tersenyum melihat Reina yang bersemu.
Perlahan dia berjalan ke arah Reina, lalu dengan santai duduk disebelah Reina.
''Kau sedang membaca apa?'' tanya Jacob sambil mencondongkan badannya kesamping Reina, bermaksud hendak melihat buku apa yang sedang dibaca oleh Reina.
Reina yang kaget atas tindakan Jacob, sedikit terjengkit. Bukannya apa apa, dia merasa saat ini posisi mereka terlalu dekat. Sampai sampai dia bisa merasakan nafas hangat Jacob dengan aroma mint berhembus disekitar telinganya.
''Sh**! Apa apaan kau ini!!?'' ucap Reina sedikit kuat karena kaget dengan perbuatan tiba tiba dari Jacob.
''Kenapa? Apa ada yang salah?'' tanya Jacob santai dan meluruskan duduknya, dengan menaikkan alisnya sebelah. Seolah olah perbuatannya barusan adalah hal yang biasa baginya. Tapi tidak bagi Reina.
''Tentu saja salah! Kita tidak seakrab dan sekenal itu, hingga kau merasa boleh sedekat ini denganku!'' ucap Reina semakin kesal karena tanggapan biasa dari Jacob.
''Kau....!!'' Reina tak dapat melanjutkan ucapannya,karena tiba tiba Jacob sudah sangat dekat didepan wajahnya.
Mereka saling bertatapan cukup lama dengan posisi yang sangat dekat, dan entah apa yang merasuki Jacob, matanya yang awalnya menatap mata Reina,lalu perlahan turun sampai ke bibir Reina.
Dia tertegun menatap bibir ranum,kecil tapi penuh itu dan menelan ludahnya dengan susah..
''oow..sh**. Bibirnya menggoda sekali. Sial!'' rutuk Jacob dalam hati.
Jacob memundurkan dirinya dan duduk seperti semula. Dia mencova menetralkan gejolak dalam dadanya dengan menarik nafas dan meluruskan kakinya.
''Huuuufffff''.......
__ADS_1
Tiba tiba terdengar helaan nafas dari sebelahnya dengan sangat kuat. Jacob melirik, dan tergelak dengan kelakuan absurd Reina yang sangat menggemaskan menurut Jacob.
Dia menarik nafas dengan menggembungkan kedua pipinya yang sedikit chubby itu.
Walaupun badannya tidak gemuk dan tidak kurus juga, tapi dia mempunya pipi chubby yang bulat, dan itu sangat menggoda bagi Jacob. Rasanya dia ingin sekali mencubit, menci** dan menggigit pipi yang seperti kue mochi itu.
Reina menyadari kalau lagi lagi Jacob menatapnya. Dia kembali deg degan. Tadi saja jantungnya hampir copot karena kelakuan Jacob. Dan sekarang Jacob menatapnya intens. Ooww tidak..!?
''Ja..jangan melihatku terus'' ucap Reina
terbata bata..
''Kelakuannya bisa yang selalu tak terduga bikin senam jantung terus deh, lama lama bisa bikin aku stroke ini sih kalau dibiarkan!'' umpat Reina Dalam hati.
''Kenapa? Aku suka melihatmu,kau sangat menggemaskan Reina, rasanya ingin kumakan saja'' ucap Jacob
Reina bergidik ngeri mendengar ucapan Jacob yang ingin memakannya.
''Apa kau seorang kanibal, sampai sampai kau ingin memakan manusia?!'' ucap Reina dengan tatapan menelisik penuh curiga terhadap Jacob.
''ha..ha..ha..ha..haaaa...'' Seketika Jacob tertawa terbahak bahak mendengar respon polos dari Reina.
Oh..Reina sayang. Dia bukanlah seorang gadis yang bodoh dan juga dia tak polos polos sangat. Dia juga mengetahui tetang hubungan laki laki dan wanita, dan apa saja yang dilakukan oleh pasangan pasangan diluar sana.
Tapi semua kata kata yang keluar dari mulutnya semata mata hanyalah karena kurangnya..aahh bukan, lebih tepatnya karena tidak adanya pengalaman tentang hal hal yang berbau dengan keromantisan dan percintaan dalam hidupnya.
''Kau ini sangat bodoh atau pura pura bodoh sih Reina?'' tanya Jacob dengan nada yang sangat menggoda.
__ADS_1